• Bus Timnas Indonesia Dilempari Batu, Ini Reaksi Riedl

    Alfred Riedl angkat bicara soal aksi perusakan bus tim nasional Indonesia di area My Dinh Stadium, Rabu (7/12) lalu. Dikatakannya, aksi itu dilakukan oleh oknum dan tak mewakili sifat asli suporter Vietnam.

    Seperti diketahui, Indonesia sukses menahan imbang tuan rumah dengan skor 2-2 dan memastikan satu tempat ke final. Skuat Garuda ke partai final dengan total agregat 4-3 karena di semifinal leg pertama menang dengan skor 2-1.

    Namun kesuksesan Indonesia itu tampaknya membuat oknum suporter tuan rumah tak senang. Saat hendak beranjak dari stadion menuju hotel, bus rombongan skuat Merah Putih diserang oleh suporter tuan rumah dan akibatnya kaca samping kanan dan bangku depan pecah.

    Riedl, yang lama menangani timnas Vietnam, kemudian angkat bicara. Ditegaskannya aksi itu merupakan tindakan oknum semata.

    “Ini hanya perilaku satu orang bukan kemudian dapat dikatakan tingkah laku semua suporter Vietnam. 99 persen suporter Vietnam merupakan pendukung yang sportif, jadi ada segelintir oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan ini,” ujar Riedl.

    Aksi pelemparan itu sendiri membuat dua orang dalam bus terluka. Akan tetapi Riedl menyatakan luka tersebut hanyalah luka minor.

    “Hanya doktor Syarief dan pelatih kiper Gatot Prasetyo yang mendapatkan luka kecil,” terangnya.

    Pihak Vietnam sendiri sudah menyampaikan permintaan maaf atas insiden itu. Mereka berjanji tak akan membiarkan hal serupa terulang.

    “Beberapa saat setelah insiden penyerangan bus itu, VFF menyampaikan permintaan maaf kepada timnas Indonesia. Kami akan menambah personel keamanan untuk menjamin keselamatan tim tamu hingga meninggalkan Vietnam.” demikian pernyataan resmi VFF.

    “Walau tak ada korban cedera serius akibat insiden ini, kejadian yang dilakukan oknum suporter tak bertanggung jawab ini telah menumbuhkan citra negatif, serta tak sesuai dengan semangat olahraga dan fair play yang berusaha dibangun fans Vietnam,” tambahnya.

    Published by:
  • Kaka Diejek Pacar Baru Mantan Istrinya

    Kaka dikenal sebagai salah satu pesepakbola yang paling sukar dibenci. Selain hebat di atas lapangan hijau, playmaker asal Brasil ini memiliki sikap kalem di luar lapangan.

    Meski demikian, kali ini Kaka memiliki musuh. Ia adalah seorang pria Brasil bernama Eduardo Scarpa. Siapa dia? Well, rupanya Scarpa merupakan kekasih baru dari mantan istri Kaka, Caroline Celico.

    Baru-baru ini Scarpa bisa jadi memantik api permusuhan dengan Kaka lewat sebuah foto yang diunggah di Instagram. Dalam foto ini Scarpa terlihat mengenakan jersey Orlando Kaka bernama punggung Kaka pemberian sahabatnya, Diego Moura.

    Tak lupa dalam foto ini Moura menyematkan caption menarik, “Mengirimkan jersey Orlando City sebagai hadiah untuk Musuh Rahasiaku”

    Published by:
  • Ngefans Berat, Nenek Ini Hiasi Dadanya dengan Tato Mourinho

    Kecintaan seseorang terhadap sang idola bisa membuat mereka melakukan segala hal. Hal inilah yang dilakukan seorang nenek bernama Viv Bodycote.

    Viv merupakan nenek 59 tahun yang dikenal sebagai penggemar berat Jose Mourinho. Setelah sebelumnya memiliki tiga tato Mou di tubuhnya, baru-baru ini Viv membuat tato The Special One baru berukuran cukup besar di dadanya.

    “Apa yang bisa saya katakan? Saya mencintai Jose. Saya mendukung Chelsea ketika ia masih menjadi manajer dan sekarang saya mendukungnya di Manchester. Ia adalah manajer inspirasional dan saya mencintai apapun tentangnya,” ujar Viv kepada Leicester Mercury.

    “Butuh waktu dua jam setengah untuk menyelesaikan (tato ini) dan sakitnya bukan main tapi saya senang dengan hasilnya. Tiap kali saya melihat ke bawah, ia ada dalam hati saya,” lanjutnya.

    Selain tato, bukti kecintaan Viv pada Mourinho adalah fakta bahwa ia memasang foto manajer Manchester United itu di segala penjuru rumahnya. Tak hanya itu, Viv juga menamai sepasang kura-kura peliharaannya dengan nama Mourinho dan sang istri, Matilde.

    Published by:
  • Sejarah Hari Ini (8 Desember): Pertama Kali Derby Della Capitale Terjadi

    APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

    Pada 8 Desember 1929 untuk pertama kalinya Lazio berhadapan dengan AS Roma.

    Laga derby antara klub ibu kota Italia (Derby della Capitale) edisi pertama itu berlangsung di ajang Serie A Italia dan dimenangkan oleh Roma lewat gol tunggal Rodolfo Volk. Saat itu laga belum digelar di Stadio Olimpico, melainkan di markas Lazio Rondinella Stadium.

    Stadio Olimpico mulai menjadi kandang bersama bagi kedua tim sejak 1953. Sejak saat itu para suporter garis keras (ultras) Roma menempati tribun selatan (Curva Sud) sementara ultras Lazio menempati tribun utara (Curva Nord).

    Laga Roma kontra Lazio hingga kini dikenal sebagai salah satu laga derby paling panas di Italia bahkan Eropa.

    INI MOMEN PENTING KARENA…

    Ketegangan di antara dua klub tersebut telah mulai tercipta sebelum laga pertama antara kedua tim itu terjadi. Associazione Sportiva Roma (AS Roma) dibentuk pada 1927, mereka merupakan gabungan dari tiga klub di ibu kota Italia yaitu Roman FC, SS Alba-Audace adan Fortitudo-Pro Roma SGS.

    World Soccer pernah menuliskan bahwa Diktator Fasis Benito Mussolini merupakan orang dibalik terbentuknya AS Roma, ia menginginkan klub tersebut menjadi pesaing serius bagi klub-klub di wilayah utara Italia seperti Juventus, Inter, dan AC Milan.

    27 tahun sebelum AS Roma dibentuk, Societa Sportiva Lazio (SS Lazio) telah terlebih dulu berdiri. Mereka kemudian menolak bergabung dengan AS Roma. Penolakan tersebut menjadi awal persaingan sengit antara kedua klub.

    Rivalitas yang dikenal sebagai Derby della Capitale itu kemudian menjelma menjadi salah satu derby paling panas di dunia sepakbola dengan adanya beberapa insiden kekerasan di laga mereka.

    Peristiwa terburuk terjadi pada 28 Oktober 1979, ketika suporter Roma melemparkan flare ke arah para suporter Lazio. Akibat peristiwa tersebut seorang suporter I Biancocelesti Vincenzo Paparelli meninggal dunia.

    Hingga artikel ini dipublikasikan, Derby Roma tercatat telah terjadi dalam 165 laga di kompetisi resmi. Roma unggul dengan sukses meraih 62 kemenangan. 60 laga berakhir imbang, sementara Lazio mampu menang dalam 43 kesempatan.

    Dari aspek gelar juara yang pernah diraih, Roma juga unggul atas rival sekotanya. Lazio pernah dua kali menjadi juara Seri A Italia, sementara Roma tiga kali. Di ajang Coppa Italia Roma telah sembilan kali menjadi juara, sementara Lazio enam kali.

    Laga derby Roma pernah terjadi di final Coppa Italia, yaitu pada 26 Mei 2003. Lazio sukses menjadi juara setelah mengalahkan Roma dengan skor tipis 1-0.

    Kemenangan terbesar Roma atas Lazio terjadi pada musim 1933/1934 dengan skor 5-0. Sementara kemenangan dengan selisih terbesar bagi Lazio terjadi pada musim 2006/2007 dengan skor 3-0.

    Lazio pernah mencatatkan kemenangan terbanyak di laga derby dalam satu musim. Itu terjadi pada musim 1997/1998, Lazio sukses memenangkan empat laga derby yang terjadi sepanjang musim tersebut (masing-masing dua kali di ajang Serie A dan perempat final Coppa Italia).

    HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

    Francesco Totti tercatat sebagai pemain yang paling sering bermain dalam derby Roma dengan total 41 laga. Kapten Roma itu juga tercatat sebagai top scorer di laga derby dengan 11 gol.

    Selain Totti pemain Roma lainnya yang sukses menciptakan catatan menarik adalah Vincenzo Montella. Mantan penyerang I Giallorossi itu menjadi pemain yang mampu mencetak gol terbanyak dalam satu laga derby.

    Pada 11 Maret 2002 Montella mencetak empat gol saat sukses membawa Roma menang 5-1 atas rival sekotanya.

    Hingga memasuki paruh pertama musim 2016/17 laga antara dua klub asal kota Roma itu tercatat telah terjadi dalam 165 laga resmi. Ketika artikel ini ditulis, laga derby Roma terakhir kali terjadi di ajang Serie A, Minggu (4/12).

    Roma sukses meraih kemenangan 2-0 lewat gol Kevin Strootman dan Radja Nainggolan. Pertemuan kedua tim dijadwalkan akan kembali terjadi di paruh kedua Serie A pada 30 April 2017.

    Published by:
  • Cristian Gonzales Optimistis Indonesia Bisa Kalahkan Vietnam

    Sebuah optimisme diapungkan Cristian Gonzales terkait peluang Timnas Indonesia pada leg kedua Semifinal Piala AFF 2016. Penyerang Arema Cronus yakin Skuat Garuda mampu meraih kemenangan di kandang Vietnam.

    “Saya yakin mereka akan menang,” ujar Gonzales.

    “Asal konsentrasi dan disiplin mereka pasti bisa menang,” sambungnya.

    Menurut Gonzales, pada pertandingan ini, para penggawa Indonesia tak perlu terpaku pada skill individu pemain-pemain Vietnam. Pasalnya, menurut penyerang senior ini, yang harus diwaspadai adalah kekuatan Vietnam sebuah tim.

    “Tak perlu waspadai orang per orang. Waspadai sebagai sebuah tim,” tuturnya.

    Timnas Indonesia akan menjalani leg kedua Semifinal Piala AFF kontra Timnas Vietnam. Pertandingan ini akan dihelat di My Dinh Stadium, Rabu (07/12) malam.

    Pada leg pertama, Timnas Indonesia sukses meraih kemenangan dengan skor 2-1. Dua gol Skuat Garuda pada laga akhir pekan lalu tersebut dicetak Hansamu Yama Pranata dan Boaz Solossa.

    Sementara itu, pesan senada diungkapkan Hendro Siswanto. Gelandang Arema Cronus ini menilai Timnas Indonesia wajib mewaspadai semangat juang Nguyen Van Quyet dan kawan-kawan.

    “Vietnam ini bermain ngotot dan memiliki semangat juang tinggi. Kita jangan sampai kalah semangat dari mereka,” ucapnya.

    “Yang penting kita fokus pada pertandingan ini dan masuk ke final dulu. Baru kita berpikir juara,” ia menandaskan.

    Published by:
  • Ronaldo Bantu Pacar Cari Kerjaan Baru

    Siapa yang tak sedih jika kekasihnya sedih. Apabila Georgina Rodriguez sedih maka Cristiano Ronaldo pun mestinya ikut sedih.

    Rodriguez merupakan wanita cantik yang akhir-akhir dikatakan sebagai pacar baru Ronaldo. Ia dikabarkan baru saja kehilangan pekerjaannya setelah menjalin hubungan dengan pemain bintang Real Madrid, Ronaldo.

    Seperti dikutip Goal Internasional, Rodriguez mulanya merupakan pekerja di toko busana Gucci. Setelah menjalin hubungan dengan Ronaldo, ia sering menjadi target paparazzi atau jurnalis yang sering ‘mengintainya’ ketika sedang bekerja.

    Melihat nasib yang menimpa Rodriguez, Ronaldo tak ingin hanya berpangku tangan. Ronaldo yang juga sering menjadi model busana, disebut akan mencarikan kerjaan untuk kekasihnya di toko busana Prada, sebuah toko yang diklaim sebagai langganan Ronaldo.

    Published by:
  • Prediksi Juventus vs Dinamo Zagreb 8 Desember 2016

    Raksasa Serie A, Juventus akan mengakhiri perjalanan mereka di fase grup Liga Champions pada tengah pekan nanti. Mereka akan menjamu wakil Kroasia, Dinamo Zagreb di Juventus Stadium pada hari Kamis (8/12) dini hari nanti.

    Juventus sendiri menjalani babak grup Liga Champions musim ini dengan cemerlang. Mereka tidak terkalahkan di lima pertandingan Grup H sehingga mereka berada di puncak klasemen dengan perolehan 11 poin.

    Pertandingan melawan Dinamo Zagreb ini bisa dikatakan sebagai laga formalitas belaka. Pasalnya Juventus sudah memastikan diri untuk lolos ke fase knockout Liga Champions musim ini, sedangkan Dinamo Zagreb sudah dipastikan tidak lolos ke Zona Liga Europa maupun Zona Liga Champions setelah tidak meraih satupun poin di pertandingan fase grup Liga Champions musim ini.

    Meski terlihat seperti laga formalitas, namun laga ini masih punya peran yang cukup krusial bagi Juventus. Pasalnya posisi mereka di puncak klasemen masih belum aman dari kejaran Sevilla, di mana kedua tim ini hanya berjarak satu poin saja di klasemen. Jika mereka kalah pada laga ini maka mereka berpotensi lengser ke posisi kedua dan itu bisa merugikan mereka pada undian babak 16 besar Liga Champions nanti.

    Jelang laga semi krusial ini, Pelatih Massimiliano Allegri tengah dipusingkan dengan banyaknya pemain yang cedera pada timnya. Tercatat ada nama Dani Alves, Leonardo Bonucci, Rolando Mandragora, Andrea Barzagli, Paulo Dybala dan Marko Pjaca yang tidak bisa bermain pada laga ini karena cedera.

    Dengan banyaknya cedera tersebut, Allegri tidak punya banyak opsi untuk melakukan rotasi. Mantan pelatih AC Milan itu kemungkinan besar akan memainkan skema 4-3-1-2 di mana duet Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic akan menjadi tumpuan di lini serang Si Nyonya Tua, di mana Miralem Pjanic akan bertugas sebagai playmaker pada laga ini. Duet Giorginio Chiellini dan Daniele Rugani akan menjaga jantung pertahanan Il Bianconeri di depan sang kapten Gianluigi Buffon.

    Sedangkan di kubu tim tamu, pelatih Ivaylo Petev dikabarkan tidak memiliki masalah cedera yang berarti pada timnya. Ia siap membawa tim terbaiknya ke Turin untuk meraih kemenangan perdana sekaligus terakhir mereka di fase grup Liga Champions musim ini.

    Menghadapi Juventus yang merupakan tim menyerang, Petev kemungkinan akan bermain pragmatis dengan menggunakan skema 4-5-1 dengan Junior Fernandez sebagai ujung tombak. Tiga gelandang akan dipasang oleh Petev untuk mematikan aliran bola Juventus, yaitu Armer Gojak, Bojan Knezevic dan Mogajov Pavicic. Pada laga ini Dominik Livakovic akan bertugas sebagai palang pintu terakhir Zagreb dari gempuran serangan Juventus.

    Perkiraan Susunan Pemain
    Juventus (4-3-1-2): Buffon; Sandro, Chiellini, Rugani, Evra; Sturaro, Marchisio, Khedira; Pjanic; Mandzukic, Higuain

    Dinamo Zagreb (4-5-1): Livakovic; Pivaric, Benkovic, Sigali, Matel; Coric, Gojak, Knezevic, Pavicic, Situm; Fernandes

    Statistik Kedua Tim
    Head to Head
    28/09/16 Dinamo Zagreb 0 – 4 Juventus (UCL)

    Lima Pertandingan Terakhir Juventus (M-M-M-K-M)
    06/11/16 Chievo 1 – 2 Juventus (Serie A)
    20/11/16 Juventus 3 – 0 Pescara (Serie A)
    23/11/16 Sevilla 1 – 3 Juventus (UCL)
    27/11/16 Genoa 3 – 1 Juventus (Serie A)
    04/12/16 Juventus 3 – 1 Atalanta (Serie A)

    Lima Pertandingan Terakhir Dinamo Zagreb (S-K-M-M-S)
    19/11/16 Dinamo Zagreb 1 – 1 Istra 1961 (HN1)
    23/11/16 Dinamo Zagreb 0 – 1 Olympique Lyon (UCL)
    27/11/16 Osijek 0 – 2 Dinamo Zagreb (HN1)
    30/11/16 Inter Zaprešić 0 – 1 Dinamo Zagreb (HNC)
    03/12/16 Dinamo Zagreb 1 – 1 Rijeka (HN1)

    Prediksi Skor
    Pertandingan terakhir fase grup Liga Champions musim ini dipastikan akan berjalan dengan sengit. Baik Juventus dan Dinamo Zagreb sama-sama mengakhiri fase grup dengan manis, kendati kedua tim memiliki nasib yang berbeda di fase berikutnya.

    Meski sudah dipastikan lolos ke fase knockout, Juventus tidak akan ‘berbelas kasihan’ kepada Dinamo Zagreb yang tanpa kemenangan. Keinginan untuk mendapat undian yang lebih mudah di babak 16 besar menjadikan pasukan Si Nyonya Tua akan berusaha keras untuk meraih poin penuh demi mengamankan posisi mereka di puncak klasemen.

    Kami memprediksi laga ini akan berakhir dengan hasil Kemenangan Juventus dengan skor akhir 3-0.

    Published by:
  • Sejarah Hari Ini (6 Desember): Gol Tunggal Thomas Helveg Untuk AC Milan

    APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

    Anda penggemar sejati Serie A Italia terutama di era jayanya pada periode 90-an, masih ingatkah dengan Thomas Helveg? Ya, dia merupakan salah satu bek legendaris asal Denmark yang jadi andalan AC Milan sejak 1998 hingga 2003.

    Tepat hari ini, 16 tahun silam, pemain yang punya posisi natural sebagai bek kanan ini mencetak satu-satunya gol untuk klub yang paling lama dibelanya, yang tak lain adalah Milan.

    INI MOMEN PENTING KARENA…

    Periode Helveg membela Milan sejatinya sama dengan klub profesional pertama dalam kariernya, Odense Boldklub, yakni selama lima musim. Namun dirinya bermain lebih sering dan meraih puncak kariernya bersama I Rossonerri.

    Mencatat 143 laga selama lima musim masa beredarnya di San Siro, uniknya Helveg hanya mampu mempersembahkan sebiji gol. Momen tersebut hadir pada 6 Desember 2000, tatkala Milan bertamu ke Riazor, markas Deportivo La Coruna, untuk lakoni matchday kedua Grup B putaran kedua Liga Champions musim 2000/01.

    Menerapkan formasi ultra-defensif lewat skema 5-3-2, duel berlangsung begitu sulit buat Milan. Mereka didominasi nyaris sepanjang laga, tapi Helveg mampu keluar sebagai pahlawan.

    Gol tunggalnya di detik-detik terakhir jelang turun minum, membawa Milan unggul 1-0 yang bertahan hingga pertandingan usai. Cara Helveg mencetak gol juga tergolong fantastis, dengan lepaskan sepakan first-time dalam kemelut di kotak penalti La Coruna.

    Sayangnya satu-satunya gol Helveg itu tak berarti masif dalam perjalanan Milan di kompetisi tersebut. Kemenangan atas Super Depor jadi raihan tiga poin tunggal Il Diavolo Rosso di Grup B, sehingga gagal lolos ke babak perempat-final.

    HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

    Memutuskan untuk gantung sepatu pada musim panas 2010 lalu, Helveg tercatat hanya mampu mencetak delapan gol di sepanjang kariernya. Sungguh menunjukkan bahwa pemain kelahiran 24 Juni 1971 ini merupakan tipe bek sayap klasik, yang jarang membantu penyerangan.

    Torehan gol terbanyak Helveg untuk satu klub adalah saat dirinya membela Udinese. Malang-melintang di Friuli selama empat musim, eks kapten timnas Denmark itu sukses lesatkan empat gol dari 146 partai yang dimainkannya.

    Bersama timnas Denmark sendiri, Helveg mampu menorehkan sepasang gol dari total 110 caps. Setelahnya ketika di Odense, Inter, Norwich City, hingga Borussia Monchengladbach, yang jadi klub lain dalam kariernya, dia gagal ukir satu gol pun.

    Meski begitu prestasi kolektifnya terbilang mentereng. Helveg mengoleksi satu gelar Divisi Utama Denmark dan tiga Piala Denmark bersama Odense, juga satu Scudetto, Piala Italia, plus Liga Champions kala membela Milan.

    Ups, Helveg ternyata juga pernah menyabet gelar pemain terbaik Denmark pada 1994 silam.

    Published by:
  • Anggap Rekannya Dibunuh, Pemain Chapecoense Salahkan Pilot

    Di saat suasana berkabung masih menyelimuti dunia sepakbola atas musibah yang menimpa tim asal Brasil, Chapecoense, salah satu pemain, Moises Santos mengeluarkan komentar sensasional dengan menganggap rekan setimnya dibunuh.

    Karena menderita cedera, Moises tak ikut dalam perjalanan skuat Chapecoense menuju Medellin, Kolombia yang berakhir tragis setelah pesawat mereka jatuh dan menabrak pegunungan.

    Moises Santos

    Moises Santos

    Alih-alih menyebut kejadian ini adalah musibah, Moises malah menyatakan bahwa rekannya dibunuh oleh kelalaian sang pilot pesawat LaMia, Miguel Quiroga.

    “Teman-teman saya dibunuh, itu bukanlah sebuah kecelakaan.” cetus Moises dalam wawancara ekslusif dengan media Inggris, Daily Mail.

    “Anda tak bisa berharap banyak dari manusia. Pria (pilot) yang membawa pemain Chapecoense, ia menghancurkan banyak keluarga, ia menghancurkan seluruh kota Chapeco. Bagi Chapeco mendapatkan semuanya akan memakan waktu lama,” tambahnya.

    “Satu-satunya yang bersalah dalam kejadian ini adalah pilot, tidak ada dan bukan yang lain. Bola (yang diselamatkan Danilo di partai semifinal) tidak ada hubungannya dengan apa yang menimpa teman-teman saya,” tukasnya.

    Meski demikian, tak sedikit pihak yang meragukan keaslian pernyataan Moises ini. Selama ini Daily Mail memang cukup dikenal dengan reputasi suka memelintir pernyataan narasumber.

    Published by:
  • Sejarah Hari Ini (5 Desember): Pesta 26 Gol Arsenal

    APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

    5 Desember 1905, Woolwich Arsenal mengalahkan Paris XI dalam laga persahabatan yang berakhir dengan skor 26-1. Woolwich Arsenal merupakan cikal bakal tim yang sekarang kita kenal sebagai Arsenal FC.

    INI MOMEN PENTING KARENA…

    Kemenangan atas tim Prancis tersebut menjadi skor terbesar sepanjang sejarah Arsenal. Rekor tersebut diciptakan ketika Arsenal melakoni musim keduanya bersama Phil Kelso, yang membawa Gunners ke peringkat sepuluh musim sebelumnya. Musim itu bukan musim yang baik untuk Arsenal. Mereka sedang duduk di peringkat 16 ketika menghadapi Paris XI di Manor Ground, Plumstead.

    SIMAK JUGA – Perkenalan Jabulani

    Lawan mereka merupakan kumpulan pesepakbola yang bermain di Paris. Walau tidak ada catatan resmi yang tersisa, tim tersebut diyakini memiliki banyak pemain timnas Prancis. Hanya saja, sepakbola belum menjadi populer di Prancis saat itu. Sepakbola profesional pun masih berada dalam tahap awal pertumbuhannya.

    Satu-satunya pengecualian yang ada dalam laga tersebut adalah WJ Hodge. Ia adalah pemain cadangan Arsenal yang dipinjamkan ke Paris XI untuk mengurangi perbedaan tajam di antara kedua tim. Apalagi, ada beberapa anggota yang sakit saat itu.

    Memainkan tujuh pemain cadangan, Arsenal berhasil unggul 8-1 di paruh pertama. Pertandingan yang berat sebelah memang terjadi, namun tidak ada yang menyangkan Gunners mencetak lebih banyak gol di paruh kedua. Total 18 gol diciptakan dan itu berarti rata-rata tiap 2,5 menit kiper lawan memungut bola dari gawangnya. Robert Watson jadi sorotan saat itu berkat tujuh golnya.

    SIMAK JUGA – Hari Lahir Michael Essien

    Kentish Independent, salah satu surat kabar Inggris, menilai para pemain Prancis bermain sangat buruk. Mereka menyamaakan Paris XI dengan boneka, bahkan menyebut tim tersebut sebagai “Pantomim Prancis”. Ini menjelaskan bahwa sepakbola masih berada dalam awal perkembangannya di Paris saat itu.

    HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

    Kendati menang dengan skor yang luar biasa besar dan mencatatkan rekor, Arsenal tidak mampu mengulangi prestasinya di liga domestik. Gunners hanya mampu finis di tempat ke-12 Liga Inggris. Watson yang tampil gemilang juga gagal mengulangi prestasinya dan hany amencetak satu gol dalam sepuluh laga kompetitif.

    Persaingan trofi kala itu menjadi milik Liverpool dan Preston North End. The Reds keluar sebagai juara musim tersebut dengan mengantongi 51 poin, unggul empat poin atas Preston.

    Published by: