Berita dan Portal Euro » Blog Archives

Author Archives: baim

Janji Bikin Video Panas, Wanita Ini Hebohkan Netizen di Final Piala AFF

Sudah bukan jadi rahasia lagi bila sebuah pertandingan sepakbola, terutama di sebuah turnamen yang tak dihelat setiap tahun, pasti ada banyak nazar yang rela dilakukan oleh suporter untuk mendukung tim pujaannya bertanding.

Nah, itu pula yang terjadi saat Indonesia tampil di Piala AFF tahun ini. Pada 9 Desember lalu, Indonesia dihebohkan dengan nazar dari seorang yang bernama Saifuddin Castello lewat akun facebook pribadinya.

Saat itu, Saifuddin Castello menantang Netizen untuk bertaruh dengannya hingga angka 5 miliar rupiah dengan dia menjagokan Thailand.

“Mau taruhan 1,5 miliar, 5 miliar sya siap!! yg penting sya pegang thailand oke. minta nmer rekening bank sekalian.” tulisnya.

Belum jelas apakah Saifuddin Castello akan melakukan sesuai apa yang ditulisnya atau tidak, publik kembali dihebohkan dengan nazar edan di sosial media. Kali ini nazar yang tak kalah edan datang dari pemilik akun Facebook Ery Setiyaningsh.

Di akun pribadinya itu, Ery membuat status yang mengatakan bahwa dia akan membuat video yang tak pantas bersama pacarnya dan mengunggahnya di akun pribadinya itu andai Indonesia menang.

“Indo ra mungkin menang. Nk Indonesa menang aku Arep gae video bokep mbi pacarku..trus tk upload ng akunku.” tulisnya sebelum pertandingan leg pertama final Piala AFF 2016.

(“Indonesia tak mungkin menang. Kalau Indonesia menang, aku mau membuat video panas bersama pacarku…kemudian saya unggah di akunku”)

Postingan dari Ery ini pun langsung menjadi viral di media sosial. Dan sebagian besar komentar dari netizen adalah menuntut Ery segera melakukan nazarnya itu dan mengunggahnya seperti yang dia katakan.

Indonesia sendiri pada akhirnya sukses meraih kemenangan di leg pertama final tersebut. Sempat tertinggal lewat gol Teerasil Dangda, Skuat Garuda membalas lewat gol dari Rizky Pora dan Hansamu Yama.

Dan berikut beberapa komentar Netizen terkait postingan dari akun facebook Ery Setiyaningsh:

@purwanto0702, “Ndang gawe mbk indonesia wes menang …Janji adalah hutang low mbk.”
@rulibrata, “Wong ra due toto kromo lak yo ko ngno kui .nyocot sakpenakke”.
@anggabanget, “Ayok dek ayo dek video ne ndang diupload.”
@coa_interisti, “Endi video ne…. wes gak sabar aku.”

Published by:

Pacar Andik Sedih Lihat Pujaannya Cedera

Dilah Kundisari sangat cemas saat melihat Andik Vermansah cedera. Gadis cantik berjilbab ini berharap sang pacar kesayangan ini tak cedera serius, dan bisa bermain di leg kedua partai final Piala AFF 2016, Sabtu (17/12) akhir pekan ini.

Sama seperti anggota keluarga lainnya, Dilah juga shock saat Andik mengalami cedera. Perasaannya semakin sedih tatkala Andik ditandu keluar pada menit ke-19. Posisi pacarnya tersebut digantikan oleh Zulham Zamrun.

Saat ditanya oleh awak media, Dilah hanya berharap ada kabar baik dari cedera Andik. “Pasti sedih ketika lihat dia cedera. Saya hanya berharap Andik cepat sembuh dan bisa bermain kembali,” tutur gadis asal Sidoarjo tersebut.

Dilah juga tak sabar untuk menantikan telepon dari Andik. “Tadi sebelum pertandingan sempat telepon. Biasanya kalau dia sudah sampai hotel juga akan telepon lagi,” pungkas Dilah

Published by:

Sejarah Hari Ini (13 Desember): El Clasico Pertama Pep Guardiola Sebagai Pelatih

Pada 13 Desember 2008 Pep Guardiola yang kala itu menjalani musim pertamanya sebagai pelatih Barcelona sukses menang 2-0 kontra Real Madrid dalam laga El Clasico perdananya yang terjadi di pekan ke-15 La Liga Spanyol musim 2008/09.

Laga yang berlangsung di Camp Nou itu menjadi kemenangan pertama Barca atas Real Madrid dalam hampir tiga tahun terakhir.

Gol Samuel Eto’o dan Lionel Messi pada sepuluh menit terakhir berjalannya laga kontra Real Madrid, yang kala itu dilatih Juande Ramos, membuat Guardiola sukses mencatatkan kemenangan di El Clasico perdananya sebagai pelatih.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi Barcelona dalam delapan laga El Clasico terakhirnya. Sebelum laga tersebut, terakhir kali Barca mampu meraih kemenangan atas Real Madrid adalah pada 19 November 2005.

Tim asuhan Frank Rijkaard saat itu meraih kemenangan 3-0 di Santiago Bernabeu lewat gol Samuel Eto’o dan dua gol Ronaldinho. Setelah itu Barca tak pernah menang atas Madrid dalam lima pertemuan mereka (dua kali imbang, tiga kali kalah).

Laga El Clasico terakhir di era Rijkaard yang terjadi pada 5 Mei 2008 bahkan harus berakhir dengan kekalahan telak 4-1. Tak lama setelah itu Presiden Barca kala itu, Joan Laporta, mengumumkan pelatih asal Belanda itu tak akan menangani Barca setelah musim 2007/08 berakhir. Guardiola yang saat itu merupakan pelatih Barca B pun ditunjuk untuk menjadi pelatih tim utama.

Musim 2008/09 menjadi awal dari kebangkitan Barcelona dan kesuksesan Guardiola sebagai pelatih. Barca membangun kembali timnya. Guardiola melepas pemain-pemain andalan di era Rijkaard seperti Deco dan Ronaldinho, ia mempromosikan Sergio Busquets dan merekrut kembali bek jebolan La Masia Gerard Pique dari Manchester United untuk memperkuat timnya.

Meski kalah 1-0 dari Numancia dalam laga perdananya di La Liga Spanyol, Barcelona kemudian mampu tak terkalahkan dalam 13 laga di ajang La Liga (11 kali menang, tiga imbang).

Deretan hasil positif itu membuat Guardiola sukses membawa Barca menempati peringkat pertama di klasemen jelang laga kontra Madrid tersebut. Di akhir musim Barcelona sukses keluar sebagai juara La Liga.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Sejak kemenangan atas Madrid itu Barcelona terus memperpanjang catatan tak terkalahkannya atas Los Blancos hingga tujuh laga ke depan di ajang La Liga, dengan meraih enam kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka juga tak terkalahkan atas rival sengitnya itu di ajang Liga Champions dan Supercopa de España pada 2011.

Guardiola sukses mempersembahkan enam gelar juara (La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, Piala Super Eropa dan Spanyol, serta Piala Dunia antarklub) pada musim pertamanya sebagai pelatih tim utama. Ia menjadi pelatih pertama di abad ke-21 yang mampu meraih enam gelar dalam satu tahun.

Sebelum meninggalkan klub pada 2011/12, Guardiola total mampu mempersembahkan 14 gelar juara bagi Barcelona dari 19 ajang yang mungkin mereka menangkan. Sebuah pencapaian yang fenomenal dalam sejarah dunia sepakbola.

Published by:

Prediksi Middlesbrough vs Liverpool 15 Desember 2016

Raksasa Premier League, Liverpool bertekad mengejar ketertinggalan mereka di persaingan gelar juara EPL musim ini. Untuk itu tim asal Merseyside ini akan mengincar kemenangan saat berkunjung ke markas Middlesbrough pada hari Kamis (15/12) dini hari nanti.

Sebagai salah satu kandidat juara EPL musim ini, Liverpool terpeleset minggu lalu. Mereka ditahan imbang oleh West Ham United pada pertandingan pekan ke 15 EPL, sehingga mereka turun ke peringkat ke 3 klasemen sementara EPL, tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen sementara Chelsea. Hasil tersebut merupakan kali kedua The Reds terpeleset secara beruntun setelah pekan sebelumnya mereka dikalahkan Bournemouth dengan skor 4-3. Demi menjaga kans juara mereka, kubu The Reds tidak boleh terpeleset lagi pada laga ini.

Meraih poin penuh di markas Middlesbrough seharusnya bukan tugas yang cukup sulit untuk diraih anak asuh Jurgen Klopp. Pasalnya tim besutan Aitor Karanka itu tengah berada dalam periode yang inkonsisten di mana mereka sepanjang musim ini mereka hanya menang tiga kali dari 15 pertandingan EPL yang ada, di mana terakhir kali mereka di bekuk Southampton pada akhir pekan lalu dengan skor tipis 1-0.

Pertemuan ini merupakan pertemuan perdana The Reds kontra Middlesbrough dalam waktu dua tahun terakhir. Terakhir mereka jumpa di ajang Piala Liga di mana Liverpool menang melalui adu penalti. Dalam lima pertemuan terakhir mereka, Liverpool menang empat kali kontra The Boro sehingga mereka harusnya tidak kesulitan untuk mendapat poin penuh di Riverside Stadium.

Di kubu tuan rumah, pelatih Aitor Karanka hanya tidak bisa memainkan James Husband yang menderita cedera. Kondisi Alvaro Negredo, Gaston Ramirez dan George Friend dikabarkan masih diragukan bisa tampil karena belum sepenuhnya pulih dari cedera.

Dengan kondisi tersebut, Karanka kemungkinan akan kembali memainkan skema 4-3-3, di mana Jordan Rhodes dan Cristhian Stuani akan menggantikan posisi Alvaro Negredo dan Gaston Ramirez di lini serangg The Boro. Duet Calum Chambers dan Ben Gibson akan mengamankan lini pertahanan Middlesbrough, di mana Victor Valdes akan kembali menjadi palang pintu terakhir Liverpool pada laga ini.

DI kubu tim tamu, pelatih Jugen Klopp punya masalah cedera yang cukup serius jelang laga ini. Tercatat nama-nama seperti Marko Grujic, Philippe Coutinho, Daniel Sturridge, Adam Bogdan, Danny Ings, Joe Gomez, dan Sheyi Ojo dipastikan tidak bisa bermain pada laga ini karena cedera. Selain itu kondisi Dejan Lovren dan Emre Can sedikit diragukan pada laga ini setelah mendapat masalah pada pertandingan akhir pekan lalu.

Dengan skema 4-3-3, Klopp kemungkinan akan memainkan trio Roberto Firmino, Divock Origi dan Sadio Mane sebagai juru gedor timnya pada laga ini. Posisi Dejan Lovren di lini pertahanan The Reds kemungkinan akan digantikan oleh Ragnar Klavan, sedangkan posisi penjaga gawang masih akan ditempati oleh sosok Loris Karius.

Perkiraan Susunan Pemain
Middlesbrough (4-3-3): Valdes; Fabio, Gibson, Chambers, Barragan; De Roon, Clayton, Forshaw; Fischer, Rhodes, Stuani

Liverpool (4-3-3): Karius; Milner, Klavan, Matip, Clyne; Wijnaldum, Henderson, Lallana; Firmino, Origi, Mane

Statistik Kedua Tim
Head to Head
24/09/14 Liverpool P 2 – 2 Middlesbrough (EFL)
28/02/09 Middlesbrough 2 – 0 Liverpool (EPL)
23/08/08 Liverpool 2 – 1 Middlesbrough (EPL)
23/02/08 Liverpool 3 – 2 Middlesbrough (EPL)
12/01/08 Middlesbrough 1 – 1 Liverpool (EPL)

Lima Pertandingan Terakhir Middlesbroug (S-K-S-M-K)
05/11/16 Manchester City 1 – 1 Middlesbrough (EPL)
20/11/16 Middlesbrough 0 – 1 Chelsea (EPL)
26/11/16 Leicester City 2 – 2 Middlesbrough (EPL)
06/12/16 Middlesbrough 1 – 0 Hull City (EPL)
11/12/16 Southampton 1 – 0 Middlesbrough (EPL)

Lima Pertandingan Terakhir Liverpool (S-M-M-K-S)
19/11/16 Southampton 0 – 0 Liverpool (EPL)
26/11/16 Liverpool 2 – 0 Sunderland (EPL)
30/11/16 Liverpool 2 – 0 Leeds United (EFL)
04/12/16 Bournemouth 4 – 3 Liverpool FC (EPL)
11/12/16 Liverpool 2 – 2 West Ham United (EPL)

Prediksi Skor
Pertandingan pekan ke 16 EPL ini diprediksi akan berjalan ketat. Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara EPL, sehingga baik Liverpool maupun Middlesbrough akan tampil ngotot pada laga ini.

Meski berstatus sebagai tuan rumah, pihak The Boro tidak begitu diunggulkan atas Liverpool jika melihat performa mereka selama beberapa pekan terakhir. Akan tetapi Liverpool juga diprediksi kesulitan untuk meraih kemenangan di Riverside Stadium mengingat banyaknya cedera yang menimpa skuat mereka.

Kami sendiri memprediksi laga ketat ini akan dimenangkan oleh tim tamu Liverpool dengan skor tipis 0-1.

Published by:

Ngefans Berat, Nenek Ini Hiasi Dadanya dengan Tato Mourinho

Kecintaan seseorang terhadap sang idola bisa membuat mereka melakukan segala hal. Hal inilah yang dilakukan seorang nenek bernama Viv Bodycote.

Viv merupakan nenek 59 tahun yang dikenal sebagai penggemar berat Jose Mourinho. Setelah sebelumnya memiliki tiga tato Mou di tubuhnya, baru-baru ini Viv membuat tato The Special One baru berukuran cukup besar di dadanya.

“Apa yang bisa saya katakan? Saya mencintai Jose. Saya mendukung Chelsea ketika ia masih menjadi manajer dan sekarang saya mendukungnya di Manchester. Ia adalah manajer inspirasional dan saya mencintai apapun tentangnya,” ujar Viv kepada Leicester Mercury.

“Butuh waktu dua jam setengah untuk menyelesaikan (tato ini) dan sakitnya bukan main tapi saya senang dengan hasilnya. Tiap kali saya melihat ke bawah, ia ada dalam hati saya,” lanjutnya.

Selain tato, bukti kecintaan Viv pada Mourinho adalah fakta bahwa ia memasang foto manajer Manchester United itu di segala penjuru rumahnya. Tak hanya itu, Viv juga menamai sepasang kura-kura peliharaannya dengan nama Mourinho dan sang istri, Matilde.

Published by:

Sejarah Hari Ini (8 Desember): Pertama Kali Derby Della Capitale Terjadi

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Pada 8 Desember 1929 untuk pertama kalinya Lazio berhadapan dengan AS Roma.

Laga derby antara klub ibu kota Italia (Derby della Capitale) edisi pertama itu berlangsung di ajang Serie A Italia dan dimenangkan oleh Roma lewat gol tunggal Rodolfo Volk. Saat itu laga belum digelar di Stadio Olimpico, melainkan di markas Lazio Rondinella Stadium.

Stadio Olimpico mulai menjadi kandang bersama bagi kedua tim sejak 1953. Sejak saat itu para suporter garis keras (ultras) Roma menempati tribun selatan (Curva Sud) sementara ultras Lazio menempati tribun utara (Curva Nord).

Laga Roma kontra Lazio hingga kini dikenal sebagai salah satu laga derby paling panas di Italia bahkan Eropa.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Ketegangan di antara dua klub tersebut telah mulai tercipta sebelum laga pertama antara kedua tim itu terjadi. Associazione Sportiva Roma (AS Roma) dibentuk pada 1927, mereka merupakan gabungan dari tiga klub di ibu kota Italia yaitu Roman FC, SS Alba-Audace adan Fortitudo-Pro Roma SGS.

World Soccer pernah menuliskan bahwa Diktator Fasis Benito Mussolini merupakan orang dibalik terbentuknya AS Roma, ia menginginkan klub tersebut menjadi pesaing serius bagi klub-klub di wilayah utara Italia seperti Juventus, Inter, dan AC Milan.

27 tahun sebelum AS Roma dibentuk, Societa Sportiva Lazio (SS Lazio) telah terlebih dulu berdiri. Mereka kemudian menolak bergabung dengan AS Roma. Penolakan tersebut menjadi awal persaingan sengit antara kedua klub.

Rivalitas yang dikenal sebagai Derby della Capitale itu kemudian menjelma menjadi salah satu derby paling panas di dunia sepakbola dengan adanya beberapa insiden kekerasan di laga mereka.

Peristiwa terburuk terjadi pada 28 Oktober 1979, ketika suporter Roma melemparkan flare ke arah para suporter Lazio. Akibat peristiwa tersebut seorang suporter I Biancocelesti Vincenzo Paparelli meninggal dunia.

Hingga artikel ini dipublikasikan, Derby Roma tercatat telah terjadi dalam 165 laga di kompetisi resmi. Roma unggul dengan sukses meraih 62 kemenangan. 60 laga berakhir imbang, sementara Lazio mampu menang dalam 43 kesempatan.

Dari aspek gelar juara yang pernah diraih, Roma juga unggul atas rival sekotanya. Lazio pernah dua kali menjadi juara Seri A Italia, sementara Roma tiga kali. Di ajang Coppa Italia Roma telah sembilan kali menjadi juara, sementara Lazio enam kali.

Laga derby Roma pernah terjadi di final Coppa Italia, yaitu pada 26 Mei 2003. Lazio sukses menjadi juara setelah mengalahkan Roma dengan skor tipis 1-0.

Kemenangan terbesar Roma atas Lazio terjadi pada musim 1933/1934 dengan skor 5-0. Sementara kemenangan dengan selisih terbesar bagi Lazio terjadi pada musim 2006/2007 dengan skor 3-0.

Lazio pernah mencatatkan kemenangan terbanyak di laga derby dalam satu musim. Itu terjadi pada musim 1997/1998, Lazio sukses memenangkan empat laga derby yang terjadi sepanjang musim tersebut (masing-masing dua kali di ajang Serie A dan perempat final Coppa Italia).

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Francesco Totti tercatat sebagai pemain yang paling sering bermain dalam derby Roma dengan total 41 laga. Kapten Roma itu juga tercatat sebagai top scorer di laga derby dengan 11 gol.

Selain Totti pemain Roma lainnya yang sukses menciptakan catatan menarik adalah Vincenzo Montella. Mantan penyerang I Giallorossi itu menjadi pemain yang mampu mencetak gol terbanyak dalam satu laga derby.

Pada 11 Maret 2002 Montella mencetak empat gol saat sukses membawa Roma menang 5-1 atas rival sekotanya.

Hingga memasuki paruh pertama musim 2016/17 laga antara dua klub asal kota Roma itu tercatat telah terjadi dalam 165 laga resmi. Ketika artikel ini ditulis, laga derby Roma terakhir kali terjadi di ajang Serie A, Minggu (4/12).

Roma sukses meraih kemenangan 2-0 lewat gol Kevin Strootman dan Radja Nainggolan. Pertemuan kedua tim dijadwalkan akan kembali terjadi di paruh kedua Serie A pada 30 April 2017.

Published by:

Prediksi Juventus vs Dinamo Zagreb 8 Desember 2016

Raksasa Serie A, Juventus akan mengakhiri perjalanan mereka di fase grup Liga Champions pada tengah pekan nanti. Mereka akan menjamu wakil Kroasia, Dinamo Zagreb di Juventus Stadium pada hari Kamis (8/12) dini hari nanti.

Juventus sendiri menjalani babak grup Liga Champions musim ini dengan cemerlang. Mereka tidak terkalahkan di lima pertandingan Grup H sehingga mereka berada di puncak klasemen dengan perolehan 11 poin.

Pertandingan melawan Dinamo Zagreb ini bisa dikatakan sebagai laga formalitas belaka. Pasalnya Juventus sudah memastikan diri untuk lolos ke fase knockout Liga Champions musim ini, sedangkan Dinamo Zagreb sudah dipastikan tidak lolos ke Zona Liga Europa maupun Zona Liga Champions setelah tidak meraih satupun poin di pertandingan fase grup Liga Champions musim ini.

Meski terlihat seperti laga formalitas, namun laga ini masih punya peran yang cukup krusial bagi Juventus. Pasalnya posisi mereka di puncak klasemen masih belum aman dari kejaran Sevilla, di mana kedua tim ini hanya berjarak satu poin saja di klasemen. Jika mereka kalah pada laga ini maka mereka berpotensi lengser ke posisi kedua dan itu bisa merugikan mereka pada undian babak 16 besar Liga Champions nanti.

Jelang laga semi krusial ini, Pelatih Massimiliano Allegri tengah dipusingkan dengan banyaknya pemain yang cedera pada timnya. Tercatat ada nama Dani Alves, Leonardo Bonucci, Rolando Mandragora, Andrea Barzagli, Paulo Dybala dan Marko Pjaca yang tidak bisa bermain pada laga ini karena cedera.

Dengan banyaknya cedera tersebut, Allegri tidak punya banyak opsi untuk melakukan rotasi. Mantan pelatih AC Milan itu kemungkinan besar akan memainkan skema 4-3-1-2 di mana duet Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic akan menjadi tumpuan di lini serang Si Nyonya Tua, di mana Miralem Pjanic akan bertugas sebagai playmaker pada laga ini. Duet Giorginio Chiellini dan Daniele Rugani akan menjaga jantung pertahanan Il Bianconeri di depan sang kapten Gianluigi Buffon.

Sedangkan di kubu tim tamu, pelatih Ivaylo Petev dikabarkan tidak memiliki masalah cedera yang berarti pada timnya. Ia siap membawa tim terbaiknya ke Turin untuk meraih kemenangan perdana sekaligus terakhir mereka di fase grup Liga Champions musim ini.

Menghadapi Juventus yang merupakan tim menyerang, Petev kemungkinan akan bermain pragmatis dengan menggunakan skema 4-5-1 dengan Junior Fernandez sebagai ujung tombak. Tiga gelandang akan dipasang oleh Petev untuk mematikan aliran bola Juventus, yaitu Armer Gojak, Bojan Knezevic dan Mogajov Pavicic. Pada laga ini Dominik Livakovic akan bertugas sebagai palang pintu terakhir Zagreb dari gempuran serangan Juventus.

Perkiraan Susunan Pemain
Juventus (4-3-1-2): Buffon; Sandro, Chiellini, Rugani, Evra; Sturaro, Marchisio, Khedira; Pjanic; Mandzukic, Higuain

Dinamo Zagreb (4-5-1): Livakovic; Pivaric, Benkovic, Sigali, Matel; Coric, Gojak, Knezevic, Pavicic, Situm; Fernandes

Statistik Kedua Tim
Head to Head
28/09/16 Dinamo Zagreb 0 – 4 Juventus (UCL)

Lima Pertandingan Terakhir Juventus (M-M-M-K-M)
06/11/16 Chievo 1 – 2 Juventus (Serie A)
20/11/16 Juventus 3 – 0 Pescara (Serie A)
23/11/16 Sevilla 1 – 3 Juventus (UCL)
27/11/16 Genoa 3 – 1 Juventus (Serie A)
04/12/16 Juventus 3 – 1 Atalanta (Serie A)

Lima Pertandingan Terakhir Dinamo Zagreb (S-K-M-M-S)
19/11/16 Dinamo Zagreb 1 – 1 Istra 1961 (HN1)
23/11/16 Dinamo Zagreb 0 – 1 Olympique Lyon (UCL)
27/11/16 Osijek 0 – 2 Dinamo Zagreb (HN1)
30/11/16 Inter Zaprešić 0 – 1 Dinamo Zagreb (HNC)
03/12/16 Dinamo Zagreb 1 – 1 Rijeka (HN1)

Prediksi Skor
Pertandingan terakhir fase grup Liga Champions musim ini dipastikan akan berjalan dengan sengit. Baik Juventus dan Dinamo Zagreb sama-sama mengakhiri fase grup dengan manis, kendati kedua tim memiliki nasib yang berbeda di fase berikutnya.

Meski sudah dipastikan lolos ke fase knockout, Juventus tidak akan ‘berbelas kasihan’ kepada Dinamo Zagreb yang tanpa kemenangan. Keinginan untuk mendapat undian yang lebih mudah di babak 16 besar menjadikan pasukan Si Nyonya Tua akan berusaha keras untuk meraih poin penuh demi mengamankan posisi mereka di puncak klasemen.

Kami memprediksi laga ini akan berakhir dengan hasil Kemenangan Juventus dengan skor akhir 3-0.

Published by:

Sejarah Hari Ini (6 Desember): Gol Tunggal Thomas Helveg Untuk AC Milan

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Anda penggemar sejati Serie A Italia terutama di era jayanya pada periode 90-an, masih ingatkah dengan Thomas Helveg? Ya, dia merupakan salah satu bek legendaris asal Denmark yang jadi andalan AC Milan sejak 1998 hingga 2003.

Tepat hari ini, 16 tahun silam, pemain yang punya posisi natural sebagai bek kanan ini mencetak satu-satunya gol untuk klub yang paling lama dibelanya, yang tak lain adalah Milan.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Periode Helveg membela Milan sejatinya sama dengan klub profesional pertama dalam kariernya, Odense Boldklub, yakni selama lima musim. Namun dirinya bermain lebih sering dan meraih puncak kariernya bersama I Rossonerri.

Mencatat 143 laga selama lima musim masa beredarnya di San Siro, uniknya Helveg hanya mampu mempersembahkan sebiji gol. Momen tersebut hadir pada 6 Desember 2000, tatkala Milan bertamu ke Riazor, markas Deportivo La Coruna, untuk lakoni matchday kedua Grup B putaran kedua Liga Champions musim 2000/01.

Menerapkan formasi ultra-defensif lewat skema 5-3-2, duel berlangsung begitu sulit buat Milan. Mereka didominasi nyaris sepanjang laga, tapi Helveg mampu keluar sebagai pahlawan.

Gol tunggalnya di detik-detik terakhir jelang turun minum, membawa Milan unggul 1-0 yang bertahan hingga pertandingan usai. Cara Helveg mencetak gol juga tergolong fantastis, dengan lepaskan sepakan first-time dalam kemelut di kotak penalti La Coruna.

Sayangnya satu-satunya gol Helveg itu tak berarti masif dalam perjalanan Milan di kompetisi tersebut. Kemenangan atas Super Depor jadi raihan tiga poin tunggal Il Diavolo Rosso di Grup B, sehingga gagal lolos ke babak perempat-final.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Memutuskan untuk gantung sepatu pada musim panas 2010 lalu, Helveg tercatat hanya mampu mencetak delapan gol di sepanjang kariernya. Sungguh menunjukkan bahwa pemain kelahiran 24 Juni 1971 ini merupakan tipe bek sayap klasik, yang jarang membantu penyerangan.

Torehan gol terbanyak Helveg untuk satu klub adalah saat dirinya membela Udinese. Malang-melintang di Friuli selama empat musim, eks kapten timnas Denmark itu sukses lesatkan empat gol dari 146 partai yang dimainkannya.

Bersama timnas Denmark sendiri, Helveg mampu menorehkan sepasang gol dari total 110 caps. Setelahnya ketika di Odense, Inter, Norwich City, hingga Borussia Monchengladbach, yang jadi klub lain dalam kariernya, dia gagal ukir satu gol pun.

Meski begitu prestasi kolektifnya terbilang mentereng. Helveg mengoleksi satu gelar Divisi Utama Denmark dan tiga Piala Denmark bersama Odense, juga satu Scudetto, Piala Italia, plus Liga Champions kala membela Milan.

Ups, Helveg ternyata juga pernah menyabet gelar pemain terbaik Denmark pada 1994 silam.

Published by:

Anggap Rekannya Dibunuh, Pemain Chapecoense Salahkan Pilot

Di saat suasana berkabung masih menyelimuti dunia sepakbola atas musibah yang menimpa tim asal Brasil, Chapecoense, salah satu pemain, Moises Santos mengeluarkan komentar sensasional dengan menganggap rekan setimnya dibunuh.

Karena menderita cedera, Moises tak ikut dalam perjalanan skuat Chapecoense menuju Medellin, Kolombia yang berakhir tragis setelah pesawat mereka jatuh dan menabrak pegunungan.

Moises Santos

Moises Santos

Alih-alih menyebut kejadian ini adalah musibah, Moises malah menyatakan bahwa rekannya dibunuh oleh kelalaian sang pilot pesawat LaMia, Miguel Quiroga.

“Teman-teman saya dibunuh, itu bukanlah sebuah kecelakaan.” cetus Moises dalam wawancara ekslusif dengan media Inggris, Daily Mail.

“Anda tak bisa berharap banyak dari manusia. Pria (pilot) yang membawa pemain Chapecoense, ia menghancurkan banyak keluarga, ia menghancurkan seluruh kota Chapeco. Bagi Chapeco mendapatkan semuanya akan memakan waktu lama,” tambahnya.

“Satu-satunya yang bersalah dalam kejadian ini adalah pilot, tidak ada dan bukan yang lain. Bola (yang diselamatkan Danilo di partai semifinal) tidak ada hubungannya dengan apa yang menimpa teman-teman saya,” tukasnya.

Meski demikian, tak sedikit pihak yang meragukan keaslian pernyataan Moises ini. Selama ini Daily Mail memang cukup dikenal dengan reputasi suka memelintir pernyataan narasumber.

Published by:

Sejarah Hari Ini (5 Desember): Pesta 26 Gol Arsenal

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

5 Desember 1905, Woolwich Arsenal mengalahkan Paris XI dalam laga persahabatan yang berakhir dengan skor 26-1. Woolwich Arsenal merupakan cikal bakal tim yang sekarang kita kenal sebagai Arsenal FC.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Kemenangan atas tim Prancis tersebut menjadi skor terbesar sepanjang sejarah Arsenal. Rekor tersebut diciptakan ketika Arsenal melakoni musim keduanya bersama Phil Kelso, yang membawa Gunners ke peringkat sepuluh musim sebelumnya. Musim itu bukan musim yang baik untuk Arsenal. Mereka sedang duduk di peringkat 16 ketika menghadapi Paris XI di Manor Ground, Plumstead.

SIMAK JUGA – Perkenalan Jabulani

Lawan mereka merupakan kumpulan pesepakbola yang bermain di Paris. Walau tidak ada catatan resmi yang tersisa, tim tersebut diyakini memiliki banyak pemain timnas Prancis. Hanya saja, sepakbola belum menjadi populer di Prancis saat itu. Sepakbola profesional pun masih berada dalam tahap awal pertumbuhannya.

Satu-satunya pengecualian yang ada dalam laga tersebut adalah WJ Hodge. Ia adalah pemain cadangan Arsenal yang dipinjamkan ke Paris XI untuk mengurangi perbedaan tajam di antara kedua tim. Apalagi, ada beberapa anggota yang sakit saat itu.

Memainkan tujuh pemain cadangan, Arsenal berhasil unggul 8-1 di paruh pertama. Pertandingan yang berat sebelah memang terjadi, namun tidak ada yang menyangkan Gunners mencetak lebih banyak gol di paruh kedua. Total 18 gol diciptakan dan itu berarti rata-rata tiap 2,5 menit kiper lawan memungut bola dari gawangnya. Robert Watson jadi sorotan saat itu berkat tujuh golnya.

SIMAK JUGA – Hari Lahir Michael Essien

Kentish Independent, salah satu surat kabar Inggris, menilai para pemain Prancis bermain sangat buruk. Mereka menyamaakan Paris XI dengan boneka, bahkan menyebut tim tersebut sebagai “Pantomim Prancis”. Ini menjelaskan bahwa sepakbola masih berada dalam awal perkembangannya di Paris saat itu.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Kendati menang dengan skor yang luar biasa besar dan mencatatkan rekor, Arsenal tidak mampu mengulangi prestasinya di liga domestik. Gunners hanya mampu finis di tempat ke-12 Liga Inggris. Watson yang tampil gemilang juga gagal mengulangi prestasinya dan hany amencetak satu gol dalam sepuluh laga kompetitif.

Persaingan trofi kala itu menjadi milik Liverpool dan Preston North End. The Reds keluar sebagai juara musim tersebut dengan mengantongi 51 poin, unggul empat poin atas Preston.

Published by: