Berita dan Portal Euro » Blog Archives

Author Archives: vanessa

MU Diuntungkan Dalam Perburuan James

Kedekatan Jose Mourinho dengan agen pemain, Jorge Mendes, disebut akan memberikan manajer Portugal keuntungan dalam perburuan tanda tangan James Rodriguez.

Bintang Real Madrid sudah beberapa kali dikabarkan akan meninggalkan Bernabeu.

Laporan yang diturunkan oleh Calciomercato mengatakan bahwa United memiliki keunggulan dalam mendapatkan tanda tangan James, mengingat Mendes kini bertindak sebagai agen sang gelandang dan juga Mourinho.

Sebelumnya juga beredar kabar yang mengatakan Juventus dan Chelsea juga tengah mengamati kondisi sang pemain.

Rodriguez sendiri belakangan sudah tidak lagi menjadi pilihan utama di Real sejak kehadiran Zinedine Zidane.

Ia membuat 32 penampilan di klub musim lalu, mencetak delapan gol dan memberi 10 assist, namun akhirnya tidak dimainkan di pertandingan final Liga Champions melawan Atletico Madrid.

James bergabung dengan Madrid dengan nilai transfer 56 juta poundsterling, usai menjadi top skorer Piala Dunia 2014 bersama Kolombia.

Published by:

Waria Ini Mengaku Pernah Kencan dengan Bintang Milan

Sebuah pernyataan mencengangkan dikeluarkan oleh seorang model transeksual bernama Guendalina Rodriguez yang mengaku pernah berkencan dengan seorang bintang sepakbola AC Milan.

Meski demikian, Guendalina menolak mengungkapkan nama pemain Rossoneri tersebut ke publik karena takut dirinya akan dituntut.

“Saya bertemu beberapa pemain AC Milan. Namun, saya tidak akan menyebut nama, karena saya tidak ingin digugat,” ujar Rodriguez kepada radio Italia beberapa waktu lalu seperti dilansir Sportsmole.

“Dia berkata, jika saya menyebut namanya ke publik, kariernya akan berakhir. Dia sangat aktif dan ‘berbakat’. Saya beberapa kali kencan dengannya,” lanjutnya.

Beberapa waktu lalu Guendalina dikabarkan mengungkap nama pemain Milan itu lewat akun Twiter pribadinya, meski tak lama kemudian dihapus.

Di kalangan media, beredar kabar yang menyebut nama pemain yang dimaksud Guendalina adalah bomber M’Baye Niang.

Published by:

Jones Anggap United Menuju Arah yang Benar

Phil Jones menilai Manchester United kini sudah menuju arah yang benar untuk mencatat finish lebih baik di liga dibanding musim lalu.

United menang 3-1 atas Sunderland di laga Boxing Day untuk mencatat rekor lima kemenangan beruntun di semua kompetisi dan kini tidak terkalahkan di 11 pertandingan.

Namun demikian, tim-tim dengan peringkat lebih baik dari United juga terus mencatat kemenangan, termasuk Chelsea yang kini sudah menang di 12 pertandingan beruntun. Dan Jones meminta timnya terus fokus dan tak membuat kesalahan.

“Ada empat atau lima pertandingan yang harusnya kami menangkan. Namun kami tidak kalah di pertandingan tersebut dan mengubah semua hasil imbang menjadi kemenangan sekarang,” tutur Jones di Daily Star.

“Kami sudah mencatat empat kemenangan beruntun di liga dan kami harus terus melanjutkan tren kemenangan, karena tidak ada margin untuk kesalahan, terutama di liga ini.”

“Anda akan bisa dikejar dengan cepat, jika anda tidak bermain dengan bagus di tiap pertandingan, terutama di periode Natal.”

Published by:

Sejarah Hari Ini (28 Desember): Gol Telat Le Cong Vinh Pastikan Gelar Juara Piala AFF Pertama Vietnam

Pada 28 Desember 2008 penyerang muda Vietnam kala itu Le Cong Vinh menjadi bintang setelah mencetak gol penyeimbang ke gawang Thailand saat laga final leg kedua AFF Suzuki Cup yang berlangsung di My Dinh National Stadium, Hanoi, memasuki menit ke-90+4.

Itu menjadi puncak prestasi bagi Cong Vinh di turnamen terakbar Asia Tenggara, ia telah memutuskan pensiun dari timnas setelah Vietnam disingkirkan oleh Indonesia di semi-final AFF Suzuki Cup 2016.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Gol dramatis penyerang yang kala itu masih berusia 22 tahun tersebut membawa tim nasional Vietnam mencatatkan sejarah setelah berhasil meraih gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya.

AFF Suzuki Cup kembali digelar di tahun genap setelah sempat dihelat pada 2007. Di penyelenggaraan 2008, Indonesia dan Thailand bertindak sebagai tuan rumah di fase grup.

Kejuaraan antarnegara Asia Tenggara di tahun 2008 itu pun sangat bersejarah karena melahirkan juara baru.

Vietnam berhasil lolos ke babak semi-final setelah lolos dari grup B sebagai runner-up di bawah tuan rumah Thailand.

Di semi-final Vietnam tampil mengejutkan setelah sukses menaklukkan Singapura dengan agegat gol 1-0. Saat itu Singapura lebih diunggulkan karena pada leg pertama di kandang Vietnam kedua tim bermain imbang 0-0.

Namun Vietnam mampu memupuskan target Singapura yang berpeluang meraih gelar juara keempatnya, atau yang ketiga secara beruntun lewat gol tunggal Nguyen Quang Hai saat laga yang berlangsung di National Stadium Singapura memasuki menit ke-74.

Vietnam pun melaju ke partai puncak dan berhadapan dengan lawan yang telah menaklukkan mereka 2-0 di fase grup, Thailand.

Thailand melaju ke final setelah sukses unggul agregat gol 3-1 atas Indonesia.

Vietnam kembali menciptakan kejutan di laga final ketika mampu mengalahkan Thailand 2-1 pada leg pertama di Stadion Rajamangala. Nguyen Vu Phong dan Le Cong Vinh sukses membuat Vietnam unggul. Sementara gol Thailand dicetak Ronnachai Rangsiyo.

Kemenangan tandang itu membuat tim asuhan pelatih asal Portugal Henrique Calisto tersebut optimistis menghadapi leg kedua.

Cong Vinh sukses kembali mencetak gol dan menjadi bintang Vietnam dalam laga leg kedua yang berlangsung di Stadion My Dinh. Dalam laga yang berlangsung dramatis itu, penyerang berusia 22 tahun tersebut mencetak gol penyeimbang lewat sundulannya di masa injury time setelah Thailand sempat unggul di menit ke-21 melalui gol Teerasil Dangda.

Vietnam pun untuk pertama kalinya sukses mengangkat trofi Piala AFF setelah unggul agregat gol 3-2.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Selain gelar juara, Vietnam juga mendapat penghargaan lain dengan terpilihnya sang kiper Duong Hong Son sebagai pemain terbaik di ajang AFF Suzuki Cup 2008.

Sementara itu pencetak gol terbanyak disabet tiga pemain, yakni Budi Sudarsono, Agu Casmir, dan Dangda, dengan masing-masing mencatatkan empat gol.

Published by:

Sejarah Hari Ini (21 Desember): Samuel Eto’o Ukir Rekor Pemain Terbaik Afrika

Afrika merupakan satu teritori di bumi yang mampu hasilkan begitu banyak permata mahal di dunia sepakbola. Anda sebagai pecinta sepakbola sejati tentu tak perlu berpikir keras untuk sebutkan sederet pesepakbola terbaik dari Benua Hitam.

Karenanya sulit untuk menunjuk satu saja yang terbaik di antara mereka. Meski begitu, nama pesepakbola asal Kamerun, Samuel Eto’o, tampaknya tepat untuk mewakili kebesaran bakat sepakbola yang dimiliki Afrika.

Salah satu bukti paling tegas hadir tepat enam tahun silam, tatkala Eto’o terpilih sebagai pemain terbaik Afrika untuk kali keempat!

INI MOMEN PENTING KARENA…

Eto’o sudah mencuat di jagat sepakbola dunia, sejak usianya masih 16 tahun. Diakuisisi Real Madrid untuk masuk ke akademinya pada 1997, dirinya kemudian tercatat sebagai pemain termuda di Piala Dunia 1998 bersama timnas Kamerun.

Walau petualangannya di Santiago Bernabeu tak berjalan manis, Eto’o sanggup membintang bersama klub medioker, Real Mallorca. Puncak karier pun diraihnya, tatkala Barcelona memboyongnya di musim panas 2004 lewat banderol €24 juta.

Bersama Blaugrana Eto’o mempersembahkan delapan gelar bergengsi, meliputi Copa del Rey, La Liga Spanyol, sampai Liga Champions. Lima musim mengabdi, sahabat baik Ronaldonho itu jadi mesin gol klub pujaan Catalan lewat torehan 129 gol dari 201 penampilan.

Afrika pun mengganjarnya dengan jadikan Eto’o sebagai figur pertama yang sanggup meraih hat-trick pemain terbaik Benua Hitam. Berturut-turut Pantera Negra meraihnya sejak 2003 hingga 2005.

Eto’o jadi pemain pertama dan satu-satunya yang raih empat penghargaan pemain terbaik Afrika

Hijrah ke Inter sebagai paket dari transfer Zlatan Ibrahimovic pada musim panas 2010, kedatangan Eto’o ke Appiano Gentile diselimuti rasa pesimistis. Meski baru saja antarkan Barca gapai treble winners dan melalui musim tertajamnya, ia dinilai sudah habis.

Usia Eto’o yang sudah menginjak kepala tiga jadi alasan utamanya. Namun publik ternyata salah besar. Meski hanya mencetak 16 gol dari 48 penampilannya di musim perdana, dirinya jadi sosok krusial keberhasilan La Beneamata ukir sejarah dengan raih treble winners.

Ya, treble winners untuk dua musim beruntun dan sepanjang sejarah sepakbola hanya Eto’o yang bisa melakukannya. Performa fantastis tersebut sukses mengantarkannya kembali terpilih sebagai pemain terbaik Afrika untuk kali keempat!

Penghargaan yang didapat pada 21 Desember 2010 itu sekaligus menahbiskan Eto’o sebagai pemain pertama dan satu-satunya hingga kini, yang mampu empat kali gondol trofi pemain terbaik Afrika.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Meski jadi raja pemain terbaik Afrika, Eto’o yang kini berkarier di klub Turki, Antalyaspor, bukanlah pemain yang paling sering naik podium penghargaan prestise tersebut.

Tercatat sudah delapan kali Eto’o naik podium, dari empat gelarnya. Pertama terjadi kala usianya masih 19 tahun pada 2000 dan terakhir pada 2010 di mana itu jadi raihan gelar pamungkasnya.

Angka menakjubkan tersebut ternyata masih kalah dari legenda Chelsea dan Pantai Gading, Didier Drogba, yang sudah sembilan kali naik podium. Sayangnya Drogbazooka cuma dua kali jadi pemenang.

Published by:

Neymar Majal, Luis Enrique Tak Ambil Pusing

Luis Enrique menegaskan bahwa Neymar tetap berada di puncak performanya meski penyerang Barcelona itu sedang kering gol belakangan ini.

Jelang jeda musim dingin, Neymar baru mencetak enam gol dari 18 laga di semua kompetisi musim ini kendati ia mampu mencatatkan 14 assist. Dalam sembilan laga terakhir, bintang asal Brasil ini bahkan gagal mencetak satu gol pun.

Meski Neymar tengah dalam periode majal, Enrique tetap puas dengan kontribusi penyerang andalannya itu.

“Kita juga harus melihat kontribusinya di musim-musim sebelumnya dan assist yang dibuatnya, karena dia sebetulnya sudah mengkreasikan banyak gol di musim ini,” terang Enrique dalam jumpa pers, Selasa (20/12).

“Saya tidak memikirkan berapa gol yang dicetaknya. Bagi seorang penyerang, jumlah ini [gol dan assist] sudah cukup banyak. Pada akhirnya, saya rasa ini bukanlah bahasan yang penting.”

“Dia adalah pemain penting kami, dia juga membantu tim saat bertahan. Saya sangat bahagia dengan cara dia bermain. Dia ambisius dan ingin terus memperbaiki statistiknya. Secara keseluruhan, performanya masih tetap berada di puncak seperti di musim-musim sebelumnya,” sanjungnya.

Published by:

Usai Piala AFF 2016, Andik Jadi ‘Presiden Republik Indonesia’

Sebuah momen membanggakan hadir untuk punggawa Timnas Indonesia, Andik Vermansah. Usai membela Timnas di ajang Piala AFF 2016 kemarin, Andik resmi ‘didaulat’ sebagai Presiden Republik Indonesia menggantikan Presiden saat Ini, Joko Widodo.

Terungkapnya status baru Andik Vermansah itu baru diketahui belakangan ini, tepatnya seusai Timnas Indonesia pulang dari Thailand. Dalam wawancara di salah satu Televisi Nasional tersebut, terungkap bahwa Andik sudah ‘diangkat’ menjadi Presiden Kedelapan Indonesia, menggantikan Presiden Joko Widodo seperti yang terlihat pada foto di bawah ini.

Naiknya ‘Pangkat’ Andik pada foto tersebut ternyata hanya merupakan sebuah kesalahan teknis dari Televisi Nasional tersebut. Kronologis kejadiannya pada saat itu, Andik diwawancarai oleh sejumlah Media Nasional saat diundang jamuan makan oleh Presiden di Istana Negara baru-baru ini.

Alih-Alih menulis Status Andik sebagai Penggawa Timnas Indonesia, malah statusnya tertulis Andik sebagai Presiden Republik Indonesia. Usut punya usut, kesalahan itu terjadi setelah pada segmen sebelumnya Televisi tersebut mewawancarai Presiden Joko Widodo, namun sayang keterangan itu tidak berganti setelah Andik Diwawancara.

Published by:

Sejarah Hari Ini (20 Desember): Hilangnya Trofi Jules Rimet Jilid 2

Pada 20 Desember 1983, trofi Jules Rimet dicuri dari markas besar Federasi Sepakbola Brasil (CBF) di Rio. Hingga saat ini, trofi yang hanya diberikan kepada juara Piala Dunia itu masih belum ditemukan.

INI MOMEN PENTING KARENA …

Pada 1970, Brasil menerima trofi Jules Rimet setelah menjuarai Piala Dunia untuk yang ketiga kalinya. Trofi tersebut disimpan di markas CBF, namun sekelompok orang merampoknya. Dua trofi lain, Equitativa dan Jurrito juga hilang dari tempat tersebut.

Pencuri yang melakukan aksi itu pada akhirnya berhasil ditangkap dan mengaku telah mencairkan trofi tersebut menjadi emas batangan. Adapun orang yang dituduh oleh sang pencuri sebagai pemilik emas itu membantah. Ketika emasnya digeledah, ternyata materialnya tidak cocok dengan Jules Rimet.

Simon Kuper, jurnalis sepakbola, melakukan penyelidikan terkait hilangnya tersebut dan menemukan kejanggalan dalam kisah hilangnya Jules Rimet. “Kisah itu punya celah,” ungkap Kuper.

“Pada awalnya, Rimet tidak bisa dicairkan menjadi emas batangan karena itu bukanlah emas murni. Sebenarnya, replika yang dibawa Jerman juga bukan sepenuhnya emas. Polisi tidak punya bukti bahwa trofi itu sudah dicairkan.”

“Bahkan, penjual emas Argentina yang dicurigai, Juan Carlos Hernandez, menegaskan dirinya tidak mencairkan trofi tersebut,” pungkasnya.

Trofi tersebut tidak ditemukan hingga saat ini dan sebagai gantinya, Kodak Brasil menciptakan replika trofi yang dicuri tersebut pada 1983.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Sebelum dicuri dari CBF, trofi Jules Rimet juga pernah hilang pada 1966. Tepat sebelum Piala Dunia di Inggris dimulai, trofi tersebut hilang dari simpanan FA. Untung saja trofi tersebut ditemukan oleh seekor anjing bernama Pickles.

Published by:

Berburu Tiket Timnas: Antri Sejak Malam Hingga Tumbang

Penjualan offline tiket laga final Piala AFF 2016 mulai dibuka sejak Selasa (13/12) pagi ini. PSSI dan penyelenggara telah menunjuk dua tempat untuk menjual tiket yakni di Garnisun dan Kodim di Bogor.

Sama seperti penjualan pada laga semifinal, antrian para pemburu tiket membludak. Para pecinta timnas berebut untuk mendapatkan 15 ribu lembar tiket yang dijual di dua tempat yang sudah ditunjuk. Antusiasme publik yang membludak membuat banyak yang tidak dapat tiket meski sudah lama mengantri.

Dari beberapa gambar yang didapatkan oleh Bola.net, antrean para pembeli tiket sudah terjadi sejak Senin (12/12) malam. Berikut adalah suasananya:

Antrian semakin panjang ketika memasuki hari Selasa pagi. Penjagaan ketat pun diberlakukan oleh aparat TNI yang ikut mengamankan jalannya penjualan tiket. Hal ini dilakukan untuk menghindari desak-desakan saling berebut.

Sementara itu, pada siang hari, beberapa pembeli tiket mulai tumbang saat masuk siang hari. Antrian yang panjang dan suasana yang terik membuat beberapa pengantri harus mendapatkan perawatan medis.

Sebenarnya, penjualan tiket tidak hanya dilakukan dengan mekanisme seperti ini. Sebanyak 13 tiket dijual secara online lewat pihak yang sudah ditunjuk. Namun, masih banyak yang cukup berminat untuk membeli secara manual.

Published by:

Sejarah Hari Ini (14 Desember): Kisah Awal Romantisme Real Madrid & Santiago Bernabeu

Santiago Bernabeu resmi menggelar laga perdana Real Madrid pada 14 Desember 1947 silam, yang pada perjalanannya menjadi markas kebesaran klub asal ibu kota Spanyol tersebut hingga saat ini.

Stadion bernama Nuevo Estadio Chamartín pada mulanya tersebut mengawali kisah romantisme kesuksesan bersama pasukan Los Blancos dengan menggelar laga uji coba melawan klub Portugal, Os Beleneses.

Awalnya, stadion yang memiliki alamat lengkap di Av. de Concha Espina 1, 28036 Madrid tersebut dibangun dengan kapasitas untuk menampung 75,145 penonton, dengan 27,645 kursi dan 47,500 untuk tribun berdiri.

Mantan penyerang Madrid, Sabino Barinaga mencatatkan namanya di buku sejarah klub dengan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di Bernabeu, dalam laga uji coba melawan Beleneses yang berakhir dengan kemenangan 3-1 bagi Los Merengues.

Perubahan nama menjadi Santiago Bernabeu baru terjadi pada 4 Januari 1955 silam, kala itu majelis anggota klub memutuskan untuk mengganti nama stadion dengan nama presiden klub yang tengah aktif menjabat dalam rangka dalam rangka pernghotmatan khusus.

Tiga arsitek ditunjuk secara khusus untuk merancang desain stadion yang menjadi ikon kebanggan klub yakni Manuel Ronaldo, Manuel Munoz Monasterio dan Luis Alemany Soler. Dalam perjalanannya hingga era modern, Bernabeu tercatat pernah empat kali mengalami perluasan (1953, 1992, 1994, 2011).

Sementara demi mengikuti perkembangan zaman, Bernabeu juga telah dua kali melalui periode renovasi keseluruhan, tepatnya pada tahun 1982 dan 2001 lalu hingga kini memiliki kapasitas 85,454 kursi. Saat ini, permukaan lapangan utama Madrid tersebut menggunakan rumput dengan Mixto Hybrid Grass Technology.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Sebagai markas kebesaran, Bernabeu sejak awal berdiri kerap menjadi saksi bisu kebesaran Madrid di berbagai kompetisi. Dari total 32 koleksi gelar La Liga Spanyol, tercatat 30 di antaranya dirayakan di sana, di samping juga berpesta 11 kali saat meraih titel Liga Champions.

Selain di level klub, stadion ini juga pernah dipercaya menggelar sejumlah turnamen internasional. Tim nasional Spanyol pun merasakan tuah Bernabeu kala mampu menjadi juara Piala Eropa edisi 1964 silam. Lebih besar, Bernabeu juga menggelar laga-laga Piala Dunia 1982 yang dimenangkan Italia.

Ke depan, Florentino Perez selaku presiden Madrid saat ini bakal melakukan inovasi terbaru pada stadion. Salah satunya diungkapkan pada 13 Oktober 2013 lalu dengan mengumumkan akan menjual hak nama stadion kepada para peminat demi menambah pemasukan klub.

Tak hanya itu, Perez juga berniat untuk mencari sponsor yang berani menggelontorkan dana sebesar €400 juta guna merenovasi stadion untuk kali ketiga dalam sejarah. Rencana kali ini, sang presiden menginginkan tambahan atap yang bisa dibuka dan ditutup, yang bakal menjadikan Bernabeu sebagai salah satu stadion terbaik di dunia.

Published by: