Berita dan Portal Euro » Blog Archives

Author Archives: vanessa

Luis Suarez: Terima Kasih “Kakak” Steven Gerrard!

Luis Suarez menganggap Steven Gerrard sebagai sosok kakak yang sangat berperan dalam membimbingnya untuk menjadi pesepakbola top.

Hal ini diungkapkan Suarez setelah mantan rekan setimnya di Liverpool itu memutuskan pensiun pada Kamis (24/11). Gerrard dan Suarez pernah menjalani periode sukses di Liverpool, di antaranya nyaris menjuarai Liga Primer Inggris 2013/14, musim di mana Suarez terpilih menjadi Pemain Terbaik PFA dan mencetak 31 gol.

Kendati kiprahnya bersama The Reds banyak diwarnai banyak kontroversi, seperti menghina Patrice Evra hingga menggigit Branislav Ivanovic, Suarez tetap mengucap syukur dan terima kasih kepada Gerrard atas segala bantuan yang diberikannya selama berkarier di Anfield.

“Kepada sang kapten, rekan setim, sekaligus teman saya,” tulis Suarez di akun Twitter miliknya.

“Saya pernah memperkuat Liverpool, sebuah klub bersejarah. Dan di antara rekan setim saya, ada Steven Gerrard. Dia adalah sosok teladan, bukan hanya di klub, tetapi juga di Liga Primer dan di luar sana. Dia selalu bertarung di lapangan, mampu mencetak gol dan merupakan pengumpan yang sangat hebat. Sosok yang unik.”

“Seiring pekan demi pekan berlalu, Steven menunjukkan dirinya sebagai seorang pemimpin. Dia adalah pemenang sejati, pemain ambisius, dan rekan setim yang konsisten di dalam dan luar lapangan. Dia selalu memberikan dukungan penuh kepada saya dan mengajari banyak nilai-nilai positif sembari mendorong saya mengeluarkan kemampuan terbaik.”

“Terima kasih banyak Steven atas segala dukungannya kepada saya di saat apa pun. Hubungan kami akan terus berlanjut tidak hanya di lapangan sepakbola. Anda selalu berada di sisi saya ketika yang lain tidak. Seperti seorang kakak membimbing adiknya. Ini semua akan saya ingat selamanya.”

Published by:

Sejarah Hari Ini (25 November): Lionel Messi Pecahkan Rekor Raul Gonzalez

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

25 November 2014 menjadi tanggal istimewa buat Lionel Messi. Di hari tersebut, megabintang Barcelona itu sukses melampaui rekor gol milik legenda Real Madrid Raul Gonzalez di ajang Liga Champions.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Hat-trick yang dicetak Messi malam itu ke gawang APOEL Nicosia dalam kemenangan 4-0 Barcelona di Siprus sukses membuatnya menembus 74 gol dalam sejarah kompetisi elite Eropa.

Sebelum pertandingan di Grup F itu dimainkan, Messi sejatinya setara dengan Raul di angka 71 gol. Akan tetapi, sang Messiah ‘mengamuk’ di markas APOEL dengan ia menjebol gawang Urko Pardo sebanyak tiga kali.

Adapun Messi mampu mencapai 74 gol tersebut hanya dalam 91 penampilan, dan statistik miliknya itu lebih baik ketimbang Raul yang membutuhkan 142 laga untuk mengukir koleksinya.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Itu merupakan rekor kedua yang berhasil ditoreh Messi dalam empat hari terakhir. Sebelumnya, pemain internasional Argentina itu menembus pencapaian 253 gol di kompetisi tertinggi Spanyol lewat hat-trick yang ia kemas ke gawang Sevilla.

Prestasi Messi lantas tak luput dari perhatian manajernya Luis Enrique, yang tak segan memuji kehebatan La Pulga. “Saya akan mengatakannya lagi, dia adalah yang terbaik di dunia ini,” ujarnya waktu itu.

Sementara itu, sang pemain juga menyambut positif ukirannya tersebut, “Saya bahagia untuk memiliki rekor bagus di kompetisi yang penting ini,” katanya seusai laga.

Di pertandingan itu, baik APOEL dan Barcelona sama-sama harus mengakhiri duel dengan 10 pemain menyusul pengusiran yang menimpa Leme Amorim dan Rafinha.

Di akhir musim tersebut, Barcelona keluar sebagai juara untuk kali kelima setelah mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 di final yang digelar di Berlin.

Untuk saat ini, topskor sepanjang masa di Liga Champions masih dipegang oleh Cristiano Ronaldo yang sukses membukukan 95 gol dari 132 penampilan. Sedangkan Messi hanya tertinggal tiga gol dengan ia baru bermain sebanyak 110 kali di pentas terakbar klub-klub elite Benua Biru.

Published by:

Sejarah Hari Ini (24 November): Gol Ke-100 Fabrizio Miccoli Di Serie A Italia

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Pada 24 November 2012 Fabrizio Miccoli sukses mencetak gol ke-100 di Serie A Italia. Mantan pemain Juventus itu mencetak satu gol untuk Palermo saat timnya menang 3-1 atas Catania dalam laga Derby di Sicilia.

Miccoli tercatat sebagai pemain yang mampu mencetak 100 gol di Serie A setelah sukses menjebol gawang Catania saat laga yang berlangsung di Renzo Barbera itu memasuki menit ke-10.

Tendangan keras Miccoli yang berada sedikit luar kotak penalti mengarah ke pojok kanan atas gawang tak mampu diantasipasi oleh kiper Catania Mariano Andujar. Dua gol lain Palermo di cetak Josip Ilicic, sementara gol balasan Catania dicetak Francesco Lodi.

MOMEN INI PENTING KARENA…

Mencetak 100 gol di Serie A Italia tentu pencapaian yang hebat bagi seorang penyerang. Catatan gol tersebut membuatnya berada di jajaran penyerang top yang mampu mencetak 100 gol di Serie A beberapa di antaranya adalah Oliver Bierhoff (103 gol), Christian Vieri (142), Filippo Inzaghi (156), hingga Alessandro Del Piero (188).

Miccoli pun sempat menyatakan mencetak gol ke-100 di Serie A adalah pencapaian yang sangat hebat. “Seratus gol akan menjadi pencapaian besar bagi saya,” ujar Miccoli kepada Sky Sport Italia pada 2012 lalu.

Di awal kariernya Miccoli digadang-gadang bisa menjadi penerus Alessandro Del Piero oleh media-media Italia. Pada awal musim 2002/03 Juventus yang kala itu masih dilatih Marcelo Lippi pun memutuskan untuk merekrutnya dari klub Serie B Ternana, namun langsung dipinjamkan ke Perugia.

Di Perugia Miccoli mampu menunjukkan performa bagus. Ia menjadi top scorer Coppa Italia 2002/03 dengan raihan lima gol dan sukses membawa timnya melaju hingga babak semi-final.

Miccoli kembali ke Juventus pada musim 2003/04. Di musim tersebut Miccoli mampu mencetak 10 gol dan tiga assist dalam 38 penampilannya di semua kompetisi bersama Juve.

Namun pada musim 2004/05 Miccoli tak masuk dalam rencana pelatih baru Juve saat itu Fabio Capello. Penyerang yang memiliki tinggi badan 168 cm itu kemudian dilepas ke Fiorentina, Juventus sepakat untuk membagi kepemilikan atas Miccoli. Bersama La Viola ia sukses mencetak 12 gol di Serie A pada musim tersebut.

Setelah semusim membela Fiorentina Miccoli kembali ke Juventus namun langsung dipinjamkan ke klub raksasa Portugal Benfica. Selama dua musim di Portugal Miccoli sukses mempersembahkan gelar Piala Super Portugal 2006.

Miccoli kemudian kembali ke Italia untuk bergabung bersama Palermo pada musim 2007/08. Di klub tersebut ia mulai memiliki karier yang lebih stabil dan menunjukkan ketajamannya. Dalam enam musim membela Palermo Miccoli mencetak 81 gol dan 49 assist dalam 179 penampilannya.

Setelah membela Palermo Miccoli pindah ke Lecce, klub idola masa kecilnya, dan bermain di sana pada 2013 hingga 2015 untuk berlaga di Lega Pro (kompetisi kasta ketiga Liga Italia). Setelah itu ia kemudian berpetualang ke Malta bergabung dengan Birkirkara.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Pada 16 Desember 2015 Fabrizio Miccoli mengumumkan pensiun dari dunia sepakbola profesional di usia 36 tahun.

Saat pensiun Miccoli tercatat dalam jajaran penyerang top yang mampu mencetak 100 gol di Serie A. Ia mampu mencetak 103 gol dalam 259 penampilannya di kompetisi teratas di Italia tersebut. Ia mencetak sembilan gol untuk Perugia, delapan untuk Juventus, 12 gol bersama Fiorentina, dan 74 gol saat berseragam Palermo.

Total perolehan gol Miccoli di Serie A sama dengan torehan Sergio Clerici, Adrian Mutu, dan Oliver Bierhoff.

Miccoli juga sempat membela timnas Italia. Ia tampil dalam 10 laga dan mencetak dua gol untuk tim Azzurri.

Miccoli melakoni debut untuk timnas Italia pada 12 Februari 2003 di laga uji coba kontra Portugal yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Italia.

Di laga itu ia bukan satu-satunya pemain yang melakoni debut untuk di timnas senior Italia yang kala itu dilatih Giovanni Trapattoni. Pemain lain yang juga mencatatkan penampilan pertamanya untuk timnas Italia di laga tersebut adalah Mauro Camoranesi dan Bernardo Corradi.

DATA & FAKTA PERTANDINGAN

Palermo 3-1 Catania | Serie A Italia

Pencetak gol: (F. Miccoli 10′, J. Ilicic 49′, 60′; F. Lodi 71′)

Tanggal: 24 November 2012 | Stadion: Renzo Barbera, Palermo | Penonton: 20.969 | Wasit: A. Romero.

Susunan Pemain

Palermo: Benussi; Munoz, Donati, Von Bergen (Pisano 75′); Morganella, Arevalo Rios, Kurtic, Garcia; Ilicic, Brienza (Viola 86′); Miccoli (Dybala 66′).

Catania: Andujar; Alvarez, Legrottaglie, Spolli (Capuano 86′), Marchese; Izco (Castro 44′), Lodi, Almiron; Barrientos, Morimoto (Doukara 64′), Gomez.

Published by:

Ferdinand: Guardiola Manajer yang Pas untuk Stones

Mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand, yakin bahwa John Stones akan kian berkembang di Manchester City di bawah asuhan Josep Guardiola.

Pemain berusia 22 tahun pindah dari Everton di musim panas dengan nilai transfer mencapai 47,5 juta poundsterling dan hingga kini sudah bermain di 11 dari 12 pertandingan City di Premier League.

Stones sendiri tampil konsisten sejauh ini, meski kerap juga membuat kesalahan yang tidak perlu.

Dan pada BT Sport, Ferdinand mengatakan: “Dia memiliki potensi yang besar, dia bagus ketika menguasai bola. Saya kira Josep Guardiola adalah manajer yang sempurna untuknya – dia ingin sang bek ikut bermain, memintanya untuk keluar dari garis pertahanan dan mengambil peluang yang ada.”

Ferdinand lantas ditanya apakah hal tersebut nantinya akan mempengaruhi permainan Stones di timnas Inggris.

“Itu akan tergantung apakah dia bisa beradaptasi dan bermain dengan cara yang berbeda di Inggris. Saya kira Pep akan terus melakukan apa yang ia lakukan, tidak peduli bagaimana sang bek bermain di Inggris.”

Published by:

Cedera Lutut, Ronaldo Sempat Khawatir Harus Pensiun

Cristiano Ronaldo mengatakan hari di mana ia mengalami cedera lutut di final Euro 2016 merupakan hari terburuk dalam karirnya, dan ia sempat mengira tidak akan pernah bisa bermain lagi.

Pemain Portugal itu tampil melawan Prancis di laga final turnamen antarnegara Eropa di musim panas. Namun ia hanya bermain selama kurang lebih 20 menit, sebelum harus ditarik keluar karena lututnya mengalami cedera setelah menerima benturan dari Dimitri Payet.

“Saya kira itu awalnya hanya benturan biasa. Namun ketika saya mulai berlari, saya sadar bahwa lutut saya bengkang. Saya tidak bisa meneruskan bermain. Saya tidak bisa menekuk lutut saya. Saya berlari dan darah mengalir dari lutut saya. Saya tidak bisa terus bermain meski saya sudah berusaha amat keras,” tutur Ronaldo menurut France Football.

“Saya sempat mengira bahwa saya tidak akan bisa bermain lagi. Itu adalah hari terburuk dalam karir saya. Saya ingin bermain, namun tubuh saya, lutut saya, tidak bisa membuat itu terjadi. Saya amat ingin bermain.”

Portugal sendiri akhirnya keluar sebagai juara Eropa, usai gol Eder di babak tambahan memastikan tim asuhan Fernando Santos menang 1-0 atas tuan rumah Prancis.

Published by:

Sejarah Hari Ini (22 November): Kemenangan Perdana Sir Alex Ferguson

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Sir Alex Ferguson meraup kemenangan pertamanya sebagai manajer Manchester United tepat hari ini, 30 tahun yang lalu, menghadapi Queens Park Rangers, ketika kisah awal pria Skotlandia ini ditunjuk untuk menahkodai The Red Devils, menggantikan pelatih sebelumnya, Ron Atkinson, yang dipecat.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Fergie, demikian sapaan akrabnya, membawa tugas berat di tahun pertamanya megomandoi Manchester Merah. Dia harus mendapati tim berada di posisi dua terbawah ketika dia pertama kali menginjakkan kaki di Old Trafford.

Setelah menjalani dua laga pertama dalam debutnya dengan hasil yang kurang memuaskan – kalah dari Oxford United 2-0, disusul bermain imbang tanpa gol dengan tim promosi saat itu, Norwich City – Fergie akhirnya merengkuh tripoin perdananya dengan menumbangkan QPR, 1-0.

Seiring berjalannya waktu, performa United terus membaik. Pemain-pemain yang dikenal pembangkang dan tukang minum seperti Norman Whiteside, Paul McGrath dan Bryan Robson dibinanya menjadi pemain yang jauh lebih disiplin.

Bisa dikatakan, ini adalah musim recovery bagi The Red Devils. Setidaknya, kedatangan Fergie di musim 1986/87 mendongkrak posisi tim dari semula berada di jurang degradasi kemudian finis di peringkat ke-11.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Dalam perjalanan historisnya selama 27 tahun mengabdi bagi United, Fergie merupakan manajer tersukses sepanjang sejarah Setan Merah dan Liga Primer Inggris dengan mampu mempersembahkan 13 gelar liga, lima Piala FA, empat Piala Liga, dua Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub, lalu semakin disempurnakan dengan rengkuhan seabrek penghargaan individual.

Published by:

Goresan-goresan Rekor Ronaldo di Pentas Euro 2016

Berita Terbaru

Superstar Portugal, Cristiano Ronaldo, mencatatkan sejumlah rekor pribadi selama perhelatan Euro edisi tahun 2016 ini di Prancis.

Ronaldo, tanpa diragukan lagi, jadi pemain kunci di skuat asuhan Fernando Santos tersebut selama turnamen itu berlangsung. Meski permainan Portugal sendiri kurang meyakinkan selama di Prancis, namun CR7 sukses membantu timnya melaju ke partai final.

Sayangnya, Ronaldo sendiri tak bisa bermain penuh di partai puncak kontra Prancis. Sebab ia mengalami cedera kaki kiri setelah dilanggar Dimitri Payet. Alhasil ia hanya sempat merumput selama 25 menit saja.

Meski sedih karena tak bisa bermain, namun bintang Real Madrid itu bisa tersenyum lebar karena Portugal akhirnya bisa jadi juara setelah menang dengan skor tipis 1-0.

Dan usai partai final tersebut, Ronaldo pasti bisa tersenyum kian lebar lagi lantaran ia sukses mencatatkan sejumlah rekor pribadi. Rekor-rekor apakah itu? Simak rangkumannya berikut ini.

1. Samai Rekor Gol Platini

Sebelum Euro 2016 ini, Ronaldo total mencetak enam gol di sepanjang keikut sertaannya di putaran final Euro. Dan selama di Prancis, ia berhasil mencetak tiga gol.

Itu artinya koleksi gol Ronaldo di ajang Euro menjadi sembilan. Jumlah itu sama dengan jumlah yang dikoleksi legenda timnas Prancis, Michel Platini. Mereka berdua kini jadi top skorer sepanjang masa turnamen tersebut.

2. Caps Terbanyak Putaran Final Euro

Sebelum pergelaran Euro 2016 ini, Ronaldo telah tampil sebanyak 14 kali di putaran final turnamen tersebut. Dan selama di Prancis ini, termasuk di laga final, Ronaldo terus dimainkan oleh Fernando Santos.

Jika dihitung dari fase grup sampai babak final, Ronaldo bermain sebanyak tujuh kali. Dan itu artinya total ia telah bermain sebanyak 21 kali di turnamen tersebut. Ia pun sukses melewati caps Bastian Schweinsteiger bersama timnas Jerman (18 kali) dan Gianluigi Buffon bersama Italia (17 kali).

3. Lewati Rekor Caps Figo di Timnas

Sebelum pentas Euro ini, rekor penampilan terbanyak bagi timnas Portugal masih dipegang oleh mantan pemain Barcelona dan Real Madrid, Luis Figo. Ia mengoleksi 127 caps bersama Selecao.

Namun rekor itu langsung dilewati oleh Ronaldo. Setelah tampil di Euro 2016 ini, caps Ronaldo bersama Portugal melambung ke angka 133, beda enam caps dengan Figo. Caps itu sendiri kemungkinan masih bisa bertambah lagi karena CR7 masih berusia 31 tahun dan masih sangat fit untuk bisa membela Portugal di level internasional selama setidaknya sekitar dua atau tiga tahun lagi.

4. Pemain Pertama Yang Selalu Cetak Gol di Empat Gelaran Euro

Ronaldo memulai perjalannya di Euro 2016 ini sebagai salah satu dari tujuh pemain yang selalu berhasil mencetak gol di tiga gelaran Euro yang berbeda. Ia pun bersaing bersama dengan Zlatan Ibrahimovic untuk bisa mencetak gol di pentas Euro keempat.

Pada akhirnya, Ibrahimovic gagal melakukannya. Ia tak bisa mencetak gol sama sekali di Euro di Prancis ini. Sebaliknya, Ronaldo berhasil mengoleksi tiga gol selama turnamen tersebut. Gol perdananya ia cetak ke gawang Hungaria di fase grup.

Catatan Gol Ronaldo di Euro:
2004 vs Yunani (1), Belanda (1)
2008 vs Republik Ceko (1)
2012 vs Belanda (2), Republik Ceko (1)
2016 vs Hungaria (2), Wales (1)

5. Trigol di Putaran Final Euro Yang Berbeda

Di gelaran final Euro 2016 ini, Ronaldo sukses mencetak tiga gol. Rinciannya: Dua gol ke gawang Hungaria dan satu gol lagi ke gawang Wales.

Kreasi tiga gol itu pun membuat CR7 jadi pemain pertama yang mampu mencetak tiga gol di putaran final Euro lebih dari sekali. Yang pertama berhasil ia lakukan di putaran final Euro 2012. Saat itu ia sukses mencetak gol ke gawang Belanda (dua kali) dan sisanya ia lesakkan ke gawang Ceko.

6. Top Skorer Euro Sepanjang Masa (Termasuk Fase Kualifikasi)

Ronaldo dan Ibrahimovic lagi-lagi saling bersaing untuk jadi yang paling tajam di Eropa. Sebelum putaran final Euro 2016 ini dimulai, Ibra mengoleksi 25 gol. Sementara itu CR7 26 gol dan lima di antaranya ia koleksi di babak kualifikasi dalam perjalanan menuju Prancis.

Namun pada akhirnya koleksi gol Ibra tak bertambah. Di sisi lain, Ronaldo sukses menyumbangkan tiga gol di putaran final. Itu artinya ia kini mengoleksi 29 gol. Ia pun jadi top skorer di ajang tersebut sejauh ini dan jumlah itu rasanya akan sulit disamai pemain lain dalam waktu dekat.

Published by:

Mabuk Berat, Rooney Coba Ajak Mesum Wanita Bersuami

Meski sudah membuat pernyataan menyikapi kabar negatif yang menimpanya, namun kabar skandal mabuk-mabukan Wayne Rooney nampaknya belum akan berhenti.

Akhir pekan ini The Sun kembali melansir kabar mencengangkan terkait detail dari skandal mabuk-mabukan ini. Rooney diklaim mencoba mengajak seorang wanita yang sudah menikah untuk berbuat mesum di sebuah acara pernikahan.

Bahkan, Rooney diklaim sudah melancarkan aksi nakal melalui tangannya ke sang wanita tersebut. Kapten Inggris dan Manchester United itu pun diancam akan dihajar oleh seorang pria yang diketahui merupakan suami sang wanita tersebut.

Tak hanya itu, The Sun juga menceritakan beberapa detail yang menunjukkan betapa kacaunya Rooney malam itu. Rooney diklaim sempat berteriak kepada DJ untuk mengeraskan suara musiknya. Namun ia juga sempat berteriak kepada para tamu untuk diam ketika ia sedang mendengarkan musik lewat ponselnya.

Selain itu, Rooney juga diklaim sempat bermain piano dalam keadaan mabuk berat. Pada sekitar pukul 4.30 subuh, Rooney pun ambruk di atas piano karena terlalu mabuk.

Published by:

Sejarah Hari Ini (21 November): Dampak Runtuhnya Tembok Berlin

Runtuhnya Tembok Berlin tidak hanya memengaruhi Jerman secara politik. Dalam hal sepakbola, hancurnya batas ideologi tersebut bahkan memberikan dampak positif, yakni bergabungnya asosiasi sepakbola Jerman Barat dan Timur.

Didirikan pada 1900, Deutscher Fußball-Bund (DFB) dibubarkan setelah Perang Dunia II. Setengah abad kemudian, barulah mereka berdiri kembali sebagai asosiasi sepakbola Jerman Barta. Jerman Timur membentuk asosiasinya sendiri, yakni Deutscher Fußball-Verband der DDR (DFV).

Dua negara tersebut menggelar kompetisi sepakbola masing-masing dan bersaing secara independen di level internasional. Jerman Barat tentu lebih berprestasi. Mereka memenangkan Piala Dunia 1954, 1974, dan 1990. Jerman Timur hanya memenangkan satu medali emas Olimpiade 1976.

Jurgen Klinsmann, salah satu bintang Jerman Barat yang menjadi saksi bersatunya dua asosiasi sepakbola.

Keduanya baru merencanakan reuni pada 3 Oktober 1990, hampir setahun setelah runtuhnya tembok Berlin. Pada 20 November, DFV resmi dibubarkan dan kendali sepakbola Jerman diserahkan pada DFB.

DFB menggelar pertemuan sehari setelahnya dan sepakat untuk menerima bekas teritori DFV sebagai bagian baru dari asosiasi. Klub-klub dari Jerman Timur bergabung ke Bundesliga, dua di antaranya – Hansa Rostock dan Dynamo Dresdon – bergabung ke divisi utama pada 1991/92.

Adapun sejak bergabungnya dua negara tersebut, hanya tim-tim dari Jerman Barat yang memenangkan Bundesliga atau Piala Jerman.

Published by:

Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 20 November 2016

Ibukota Spanyol akan memanas akhir pekan ini ketika Atletico Madrid menjamu sang tetangga, Real Madrid dalam lanjutan La Liga jornada 12 di Vicente Calderon, Minggu (20/11) dini hari WIB.

Tuan rumah difavoritkan memenangi laga ini karena memiliki rekor apik atas El Real di liga beberapa musim terakhir. Jika sukses meraih poin penuh, maka ini juga sekaligus akan menjadi kekalahan pertama Los Blancos musim ini.

Entrenador Diego Simeone sempat dipusingkan dengan kabar cedera minor yang didapat Antoine Griezmann kala membela Prancis tengah pekan kemarin. Meski demikian, Griezmann kemungkinan tetap bisa menjadi starter untuk laga ini.

Selain Augusto Fernandez dan Nicolas Gaitan yang tak bisa bermain, skuat Los Rojiblancos tak terlalu mengalami masalah signifikan untuk laga akhir pekan ini.

Sementara kabar bagus didapat Zinedine Zidane di kubu Real dengan kembalinya bek sekaligus kapten Sergio Ramos ke skuat usai beberapa pekan absen karena cedera.

Selain Ramos, pemain andalan El Real yang juga kemungkinan bisa kembali dimainkan di Calderon adalah gelandang dengan visi di atas rata-rata, Luka Modric.

Mampukah Atletico meneruskan rekor positif mereka atas Real dalam beberapa musim terakhir sekaligus memberikan kekalahan perdana bagi sang tetangga? Ataukah justru tim tamu yang pulang dengan tiga angka? Kita nantikan bersama.

Prakiraan Susunan Pemain
Atletico Madrid (4-4-2): Oblak; Juanfran, Savic, Godin, Luis; Saul, Koke, Gabi, Carrasco; Gameiro, Griezmann.

Real Madrid (4-3-3): Navas; Carvajal, Varane, Ramos, Marcelo; Modric, Kovacic, Isco; Bale, Benzema, Ronaldo.

Head to Head

29/05/16 Real Madrid 1 – 1 Atletico Madrid (UCL)
27/02/16 Real Madrid 0 – 1 Atletico Madrid (La Liga)
05/10/15 Atletico Madrid 1 – 1 Real Madrid (La Liga)
23/04/15 Real Madrid 1 – 0 Atletico Madrid (UCL)
15/04/15 Atletico Madrid 0 – 0 Real Madrid (UCL)
07/02/15 Atletico Madrid 4 – 0 Real Madrid (La Liga)

Lima Laga Terakhir Atletico Madrid

20/10/16 FC Rostov 0 – 1 Atletico Madrid (UCL)
23/10/16 Sevilla 1 – 0 Atletico Madrid (La Liga)
29/10/16 Atletico Madrid 4 – 2 Malaga (La Liga)
02/11/16 Atletico Madrid 2 – 1 Rostov (UCL)
05/11/16 Real Sociedad 2 – 0 Atletico Madrid (La Liga)

Lima Laga Terakhir Real Madrid

24/10/16 Real Madrid 2 – 1 Athletic Bilbao (La Liga)
27/10/16 Cultural Leonesa 1 – 7 Real Madrid (CdR)
29/10/16 Deportivo Alaves 1 – 4 Real Madrid (La Liga)
03/11/16 Legia Warsawa 3 – 3 Real Madrid (UCL)
06/11/16 Real Madrid 3 – 0 Leganes (La Liga)

Prediksi Skor

Atletico Madrid di musim ini belum terkalahkan ketika bermain di kandang. Hal inilah yang menjadi kekuatan Los Colchoneros saat menjamu sang tetangga kali ini. Real sendiri memiliki catatan cukup negatif kala bertandang ke markas Atletico dalam beberapa musim terakhir.

Published by: