Category Archives: Piala Eropa

Cristiano Ronaldo Juara Piala Eropa 2016, Martunis Ikut Berpesta

Pesepak bola belia asal Aceh, Martunis, yang notabene anak angkat dari Cristiano Ronaldo, ikut bergembira dengan keberhasilan timnas Portugal jadi juara Piala Eropa 2016 setelah mengalahkan Prancis 1-0 di di Stade de France, Paris, pada Senin (11/7/2016) dini hari WIB. Hanya saja ia juga ikut sedih melihat CR7 mengalami cedera saat pertandingan.

Ronaldo terpaksa keluar lapangan pada menit ke-25 setelah ditekel gelandang Perancis, Dimitri Payet pada menit ke-7. Penyerang Real Madrid tersebut di layar kaca tampak menangis, meluapkan kesedihan karena tidak bisa membantu teman-temannya menghadapi agresivitas permainan Tim Ayam Jantan.

“Saya merasa sangat sedih karena dia hanya bermain sebentar di partai final. Semoga dia baik-baik saja dan bisa kembali bermain buat Real Madrid dan juga timnas Portugal,” kata Martunis.

Martunis, yang baru saja kembali dari Portugal untuk mengikuti pelatihan di Akademi Sporting Lisbon, dikenal amat dekat dengan Ronaldo. Saat berada di Eropa, ia sempat beberapa kali diundang menonton pertandingan Real Madrid dan Portugal. Ia bahkan sempat dapat hadiah dari ayah angkatnya berupa iphone seri terbaru.

Martunis terlihat antusias menjelang duel final Euro 2016. Ia beberapa kali mengunggah komentar dan foto-foto dukungan kepada CR7.

Melalui akun twitter, @martunis_ronaldo, dan akun instagram martunis_ronaldo, ia mengunggah sebuah foto kenangan pada Juni 2005 di Lisbon.

Kala itu, ia berada di tengah-tengah skuad Portugal yang diapit oleh Luis Figo di sebelah kiri dan Ronaldo yang berada di depannya.

Dalam foto yang diunggah pukul Minggu (10/7/2016) 20.28 WIB di Kuta Alam Banda Aceh, Martunis menuliskan sebuah doa dan harapannya agar Ronaldo dkk. menjuarai Euro 2016.

“Insya Allah will be champion for tonight (Insya Allah akan juara untuk malam ini), Forca (semangat) Portugal. Vamos (ayo) @cristiano. #eurofinals2016,” tulisnya.

Saat Portugal mengunci gelar juara lewat gol Eder pada masa perpanjangan waktu, Martunis meluapkan kegembiraannya. Ia ikut “berpesta” atas kesuksesan Seleccao das Quinas.

“Congratulations for the king of Europe @selecoesportugal,” tulis pria belia kelahiran banda Aceh, 10 Oktober 1997.

Wajar bila Martunis begitu mengidolai Cristiano Ronaldo. Sang megabintang ikut membantunya mendapatkan beasiswa di Akademi Sporting Lisbon. Ia bisa mengecap pengalaman melanglang ke Benua Biru, sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Martunis menjadi korban bencana alam Tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 . Martunis yang saat itu baru duduk di kelas III Sekolah Dasar terombang-ambing selama 21 hari di sebatang kayu. Ia memanjat sebatang pohon untuk bertahan hidup.

Martunis kemudian berhasil diselamatkan warga pada 15 Januari 2005 . Perjuangannya bertahan hidup diliput salah satu stasiun televisi asal Inggris.

Martunis yang terapung dengan mengenakan kaus timnas Portugal menarik simpati bintang top sepak bola Portugal seperti Figo, Nuno Gomes, Ronaldo, pelatih Portugal saat itu, Luiz Felipe Scolari, dan Gilberto Madail, ketua Federasi Sepak Bola Portugal.

Federasi Sepak Bola Portugal sempat mengundangnya ke Portugal. Bahkan, Ronaldo mengangkat Martunis sebagai anak.

Martunis kemudian bergabung bersama akademi Sporting Lisbon sejak 2 Juli 2015. Ia ditempa di tempat Ronaldo mengasah skill selama setahun.

Martunis pun berulangkali menyatakan kegembiraannya bisa bertualang ke Portugal saat berulang kali melakukan percakapan singkat dengan Bola.com.”Sekarang saya punya banyak teman dan mulai bisa berbicara dengan menggunakan bahasa Portugis,” kata Martunis.

Seusai sukses timnas Portugal jadi nomor satu di Piala Eropa 2016,Martunis berharapCristianoRonaldo bisa dianugerahi gelar pemain terbaik duniaBallond’Or. Sejauh ini, CR7 sudah memenangi tiga kali trofi Ballon d’Or pada edisi 2008, 2013, dan 2014.

“Saya juga berharap dia bisa memenangi Ballon d’Or tahun ini. Ia pantas mendapatkan hal itu,” ucap Martunis di salah satu stasiun televisi swasta Tanah Air.

Published by:

7 Fakta Menarik Kemenangan Portugal atas Prancis di Final

Paris – Tim nasional Portugal berhasil mencatatkan sejarah dengan menjadi juara di Piala Eropa 2016 usai mengalahkan Prancis, 1-0, Minggu (10/7/2016) atau Senin dini hari WIB. Gelar tersebut menjadi yang perdana diraih A Selecao sepanjang tujuh partisipasi mereka di turnamen bergengsi antarnegara elit Benua Biru itu.

Pada laga yang berlangsung di Stade de France, kedua tim saling jual beli serangan sejak babak pertama dimulai. Tercatat sejumlah peluang berhasil diciptakan namun tetap tak ada yang mampu mencetak gol hingga berakhirnya waktu normal.

Laga pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Pada menit ke-109, gol yang ditunggu-tunggu Portugal akhirnya tercipta melalui aksi Eder.

Memanfaatkan operan Joao Moutinho, Eder melepaskan sepakan spekulatif dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut kanan bawah gawang Lloris. Sempat berusaha mencetak gol penyama, namun Prancis harus menangis di depan publik sendiri setelah wasit meniup peluit panjang.

Berikut ini 7 fakta menarik yang terjadi di final Piala Eropa 2016:

1. Portugal berhasil meraih trofi Piala Eropa untuk kali pertama setelah tampil pada 35 laga dalam tujuh kali partisipasi.

2. Eder menjadi pemain pengganti keenam yang mencetak gol di final Piala Eropa. Sebelumnya, sudah ada nama Olivier Bierhoff, Sylvain Wiltord, David Trezeguet, Juan Mata, dan Fernando Torres.

3. Prancis telah mengakhiri tiga final turnamen resmi melalui babak perpanjangan waktu, yakni pada final Piala Eropa 2000, Piala Dunia 2006, dan Piala Eropa 2016. Dari ketiga final itu, Prancis hanya menjadi juara pada edisi 2000.

4. Kiper tim nasional Portugal, Rui Patricio, mencatatkan tujuh penyelamatan di final Piala Eropa 2016. Jumlah tersebut terakhir kali dilakukan Peter Schmeichel (Denmark) pada final Piala Eropa 1992.

5. Cristiano Ronaldo harus bermain selama 3.588 menit di Piala Eropa untuk mempersembahkan satu trofi bagi tim nasional Portugal.

6. Kekalahan di final Piala Eropa 2016 yang berlangsung di Stade de France, Paris, menjadi yang pertama dialami timnas Prancis di depan pendukungnya setelah terakhir terjadi pada 9 Juli 1960.

7. Eder menjadi pemain pertama non-kelahiran Uni Eropa yang mencetak gol di Piala Eropa. Penyerang tim nasional Portugal itu lahir di Bissau, Guinea-Bissau.

Published by:

Perjalanan Bale Membawa Kejayaan Wales

Sepak terjang Gareth Bale membawa kebahagiaan bagi Wales. Dengan mencetak tiga gol, Bale mampu membawa Wales ke perempat final Piala Eropa 2016.

Bale memulai debutnya dengan Wales pada tanggal 27 Mei 2006. Sebenarnya, karena memiliki nenek yang berasal dari Inggris, Bale berhak bermain untuk Inggris. Namun, dalam wawancara pada tanggal pada 2007, Bale menegaskan bahwa bermain untuk Wales adalah impiannya.

“Sebuah kehormatan bisa bermain untuk Wales. Saya tidak berhubungan dengan akrab dengan orang-orang dari Inggris, hanya melalui agenku,” kata Bale.

Pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010, Wales menempati Grup A bersama Belgia, Kroasia, Serbia, Skotlandia, dan Makedonia. Sayangnya, Bale yang mencetak empat gol tidak mampu meloloskan Wales yang hanya menempati peringkat lima dari enam tim karena kebobolan 20 gol, lebih banyak dari tim peringkat terakhir Makedonia yang hanya kebobolan 16 gol.

Namun, Bale berhasil mengangkat asa Wales pada kualifikasi Piala Eropa 2016 yang akan diadakan di Perancis. Berlaga di Grup B bersama Belgia, Bosnia-Herzegovina, Israel, Siprus, dan Andorra, Bale berhasil membawa Wales lolos untuk kali pertama ke putaran final Piala Eropa 2016.

Pada pertandingan pertama melawan Andorra pada tanggal 9 September 2014, menurut laporan BBC, Wales hampir saja menjadi tim pertama yang tidak bisa mengalahkan Andorra dalam 41 pertandingan kualifikasi Piala Eropa, namun Bale berhasil mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-81 dan membawa Wales menang 2-1.

Bale kembali membawa kemenangan pada pertandingan kelima melawan Israel pada tanggal 28 Maret 2015. Bale mampu menambah keunggulan Wales dari gol pertama yang dicetak Aaron Ramsey dan kemudian membawa Wales menempati peringkat pertama dengan tiga kemenangan dan dua kali seri.

Pada pertandingan keenam, Wales berhadapan dengan Belgia. Pertandingan ini sekaligus menjadi caps Bale yang ke-50. Bale berhasil mencetak gol satu-satunya ke gawang Belgia untuk membawa kemenangan bagi Wales, sekaligus menjadi kekalahan pertama Belgia sejak Piala Dunia 2014.

Pertemuan selanjutnya dengan Siprus juga berbuah kemenangan untuk Wales pada tanggal 3 September 2015. Bale mencetak gol semata wayang Wales pada menit ke-18.

Pada akhirnya Bale berhasil mengunci satu tiket Untuk lolos ke putaran final Piala Eropa 2016 melalui kemenangan 2-0 atas Andorra pada tanggal 13 Oktober 2015. Gol dicetak Ramsey dan Bale.

Dari 11 gol yang dicetak Wales, tujuh gol di antaranya dilesakkan Bale atau 70 persen dari seluruh gol yang dicetak Wales selama kualifikasi. Pada Piala Eropa 2016 pun, Bale terus mencetak sejarah.

Bale menjadi pemain ketiga Piala Eropa yang mampu mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun. Sebelumnya, pemain-pemain yang pernah melakukan itu adalah Milan Baros (Republik Ceska) dan Ruud van Nistelrooy (Belanda).

Published by:

Mungkin Ini Jadinya Kalau Para Pesepakbola Intens menggunakan Whatsapp

Pagelaran Euro 2016 kali ini bisa dikatakan sebagai salah satu ajang yang paling bergengsi di sepakbola Internasional. Pada turnamen ini tidak sedikit pemain yang saling bekerja sama di level klub akan saling berhadapan di kompetisi karena membela negara yang berbeda.

Di Euro 2016 ini ada banyak contoh pemain satu klub yang saling berhadapan di ajang Euro. Misalnya Luka Modric yang berkebangsaan Kroasia yang berhadapan dengan Cristiano Ronaldo yang menjadi kapten Timnas Portugal.

whatsapp Kroasia

Kedua pemain tersebut bisa dikatakan sebagai teman yang baik di level klub, namun mereka harus bersikap professional saat berhadapan di level Internasional. Namun pernahkah Bolaneters membayangkan bagaimana jadinya jika para pemain satu klub ini saling berkomunikasi menggunakan aplikasi Whatsapp selama Euro 2016 ini berlangsung?

Dilansir dari Malesbanget.com, berikut adalah cuplikan bagaimana para pemain Sepakbola ini saling berkomunikasi menggunakan aplikasi Whatsapp. (Perhatian, jangan membaca artikel ini dengan serius karena artikel ini hanya candaan belaka).

Published by:

Italia Jadi Target Suporter Tuan Rumah

Tim nasional Prancis bakal menghadapi Italia pada semifinal Piala Eropa 2016. Demikian harapan yang diungkapkan Alex, salah satu suporter skuat Les Bleus, saat ditemui Bola.com, di Clairefontaine-en-yvelines, Paris, Prancis, Rabu (29/6/2016) sore waktu setempat.

Prancis lolos ke delapan besar usai mengalahkan Irlandia, 2-1, pada 16 besar, Parc Olympique Lyonnais, Lyon. Kemenangan mereka ditentukan gol Antoine Griezmann pada menit ke-58, 61, sementara torehan Irlandia dikreasi melalui eksekusi penalti Robbie Braddy (2′).

Tuan rumah akan menghadapi Islandia yang secara mengejutkan mampu mengalahkan Inggris dengan skor sama. Meski sempat unggul lebih dulu melalui torehan penalti Wayne Rooney, Islandia membalikkan keadaan berkat dua gol Ragnar Sigurdsson dan Kolbein Sigporsson.

“Peluang Prancis melangkah ke semifinal sangat besar. Selain berstatus sebagai tuan rumah, skuat Prancis juga diisi pemain-pemain berkualitas. Islandia memang tampil mengejutkan (usai mengalahkan Inggris), tetapi mereka akan kesulitan jika menghadapi Prancis,” kata Alex.

Jika mampu mengalahkan Islandia, Prancis dipastikan bakal menghadapi lawan berat. Sebab, calon lawan mereka adalah pemenang pertandingan antara tim nasional Jerman melawan Italia.

Ketika ditanya lebih memilih Jerman atau Italia yang bakal menjadi lawan Prancis jika lolos ke empat besar, suporter berusia 16 tahun itu menuturkan, “Italia. Mereka memiliki skuat dengan pemain-pemain muda yang bagus. Kami akan balas dendam (final Piala Dunia) 2006.”

Published by:

Prediksi Wales vs Belgia 2 Juli 2016

Sebuah pertandingan seru akan tersaji di babak perempat final Euro 2016 yang jatuh pada akhir pekan nanti. Dua tim yang menyandang status sebagai kuda hitam, yaitu Wales dan Belgia akan memperebutkan satu tiket ke babak semifinal di Stade Pierre Mauroy pada hari Sabtu (2/7) dini hari nanti.

Meski bukan tim yang difavoritkan untuk menjadi juara Euro 2016 ini, namun sepak terjang kedua tim cukup banyak mendapat perhatian para pecinta sepakbola selama turnamen ini. Wales yang secara mengejutkan berhasil lolos ke babak knockout dengan menjadi juara Grup B, dan mereka lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan Irlandia Utara.

Meski tidak semulus Wales, Belgia berhasil lolos ke babak knockout dengan menjadi runner up di grup E. Penampilan anak asuh Marc Wilmots itu mendapat pujian setelah mereka mengalahkan Hungaria dengan skor 4-0 pada babak 16 besar. Untuk itu laga yang digelar di Stade Pierre Mauroy tersebut diprediksi akan berjalan dengan cukup ketat.

Pertemuan ini bisa dikatakan sebagai pertemuan lanjutan dari babak kualifikasi Euro 2016 ini. Di dua pertandingan kualifikasi tersebut, Belgia tidak mampu menang sekalipun atas Wales, di mana anak asuh Chris Coleman tersebut menahan imbang The Red Devils 0-0 dan menang 1-0 di pertemuan kedua. Oleh karenanya pertandingan ini akan berlangsung seru karena kedua tim sama-sama mengetahui kekuatan lawan dengan baik.

Pada laga ini pelatih Wales, Chris Coleman tidak punya masalah dengan cedera. Kapten mereka, Ashley Williams yang sebelumnya menderita cedera dikabarkan sudah mulai kembali berlatih dan kemungkinan sudah cukup fit untuk bermain pada laga ini.

Coleman sendiri diperkirakan tidak akan mengubah strategi yang akan ia turunkan kontra Belgia. Dengan skema 3-5-1-1 Samuel Vokes akan turun sebagai striker tunggal pada laga ini dibantu oleh Gareth Bale yang berperan sebagai striker bayangan. Neil Taylor dan Chris Gunter akan berperan sebagai Wingback pada laga ini, sedangkan Aaron Ramsey, Joe Ledley dan Joe Allen akan menjadi pengatur tempo permainan The Dragons.

Sedangkan di kubu Belgia, Marc Wilmots harus kehilangan Thomas Vermaelen yang mendapat akumulasi kartu. Kondisi ini semakin diperburuk dengan cedera yang menimpa Eden Hazard dan Moussa Dembele, namun dalam beberapa hari terakhir Hazard dikabarkan sudah mulai pulih kendati ia diragukan bisa bermain penuh pada laga nanti.

Dengan kondisi tersebut, Wilmots kemungkinan akan melakukan sejumlah pergantian pada timnya. Posisi Vermaelen kemungkinan besar akan digantikan Jason Denayer. Di lini serang, Romelu Lukaku sendiri dipercaya akan kembali ujung tombak The Red Devils sedangkan Kevin De Bruyne dan Dries Mertens akan membantunya dari posisi gelandang serang. Di lini tengah duet Radja Nainggolan dan Axel Witsel akan tetap berperan untuk mengatur serangan Belgia pada laga ini.

Perkiraan Susunan Pemain Kedua Tim:

Wales (3-5-1-1): Hennesey; Davies, Williams, Chester; Taylor, Ramsey, Ledley, Allen, Gunter; Bale; Vokes

Belgia (4-2-3-1): Courtois; Verthongen, Denayer, Alderweireld, Meunier; Nainggolan, Witsel; Hazard, De Bruyne, Mertens; Lukaku

Statistik Kedua Tim

Head to Head

13/06/15 Wales 1 – 0 Belgia (Kualifikasi Euro)
17/11/14 Belgia 0 – 0 Wales (Kualifikasi Euro)
16/10/13 Belgia 1 – 1 Wales (Kualifikasi PD)
08/09/12 Wales 0 – 2 Belgia (Kualifikasi PD)
12/10/97 Belgia 3 – 2 Wales (Kualifikasi PD)

Lima Pertandingan Terakhir Wales (K-M-K-M-M)

05/06/16 Swedia 3 – 0 Wales (Uji Coba)
11/06/16 Wales 2 – 1 Slovakia (Euro 2016)
16/06/16 Inggris 2 – 1 Wales (Euro 2016)
21/06/16 Rusia 0 – 3 Wales (Euro 2016)
25/06/16 Wales 1 – 0 Irlandia Utara (Euro 2016)

Lima Pertandingan Terakhir Belgia (M-K-M-M-M)

05/06/16 Belgia 3 – 2 Norwegia (Uji Coba)
14/06/16 Belgia 0 – 2 Italia (Euro 2016)
18/06/16 Belgia 3 – 0 Republik Irlandia (Euro 2016)
23/06/16 Swedia 0 – 1 Belgia (Euro 2016)
27/06/16 Hungaria 0 – 4 Belgia (Euro 2016)

Prediksi Skor

Pertandingan yang digelar di Stade Pierre Mauroy ini diprediksi akan berjalan dengan ketat. Pasalnya kedua tim memperebutkan satu tiket ke babak semi final Euro 2016 sehingga kedua tim akan mempertaruhkan semua yang mereka punya untuk memenangkan laga ini.

Jika melihat performa kedua tim selama babak grup dan 16 besar, Belgia tampil lebih meyakinkan ketimbang Wales. Wales sedikit kesulitan untuk menghadapi Republik Irlandia sedangkan Belgia sendiri sudah mulai menemukan konsistensi saat mereka menghajar Hungaria pada babak 16 besar yang lalu, sehingga konsistensi menjadi kunci untuk memenangkan laga ini.

Published by:

Inilah 5 Alasan Italia Sukses Pecundangi Spanyol

Tidak terasa pagelaran Euro 2016 sudah mulai mendekati akhirnya. Kompetisi antar negara-negara Eropa baru saja menyelesaikan babak 16 besar dan pada akhir pekan nanti akan memulai fase babak perempat final.

Babak 16 besar Euro kali ini menghadirkan banyak kejutan, di mana beberapa tim yang diunggulkan seperti Inggris dan Spanyol gagal melaju ke babak perempat final setelah tumbang di babak 16 besar. Untuk kasus Spanyol, mereka memang berhadapan dengan salah satu tim kuat yaitu Italia.

Jika melihat sejarah pertemuan kedua tim, Spanyol diunggulkan untuk memenangkan laga tersebut. Ditambah dengan status sebagai juara bertahan membuat anak asuh Vicente Del Bosque difavoritkan untuk melaju ke babak Perempat Final Euro 2016.

Antonio Conte sendiri bisa disebut sebagai ‘otak’ dari keberhasilan Italia mengalahkan Spanyol pada laga ini, di mana mantan arsitek Juventus ini sukses meramu taktik yang tidak bisa diantisipasi oleh kubu Spanyol. Bolanet setidaknya melihat ada 5 hal yang membuat Antonio Conte sukses membawa Skuat Gli Azzurri menumbangkan sang juara bertahan. Apa saja hal-hal tersebut? Silahkan tekan tombol di bawah ini.

1. Serangan ‘Kejutan’ Conte

Pada pertandingan yang digelar di Stade De France kemarin, jika Bolaneters perhatikan ada yang berbeda dengan gaya bermain Giorginio Chiellini dkk saat menghadapi Spanyol. Italia yang selama ini terkenal mengandalkan strategi Cattenacio yang cenderung bertahan malah tampil impresif dalam menyerang sehingga mampu memberikan kejutan kepada kubu La Furia Roja.

Sebagai seorang pelatih, Vicente Del Bosque nampaknya tidak mempersiapkan timnya untuk menghadapi Italia yang tampil menyerang. Hal ini terlihat dari statistik pertandingan yang menyebutkan bahwa Italia melepaskan 11 tembakan di mana 7 tembakannya merupakan tembakan tepat sasaran. Meski bermain menyerang, Italia juga bertahan dengan sempurna, di mana dari 14 tembakan yang dilesakkan Spanyol hanya 2 tembakan saja yang mengenai sasaran.

2. Kerja Sama dan Komunikasi Yang Efektif

Pada awal digelarnya Euro 2016 ini hanya sedikit pihak yang menjagokan Italia dapat menjadi juara pada Turnamen Empat tahunan ini. Hal ini dikarenakan skuat Gli Azzurri tidak diperkuat oleh banyak nama-nama bintang seperti halnya tim-tim top Eropa lainnya.

Meski tidak diperkuat oleh banyak pemain bintang, Performa Italia selama Euro ini tergolong cukup apik. Salah satu aspek yang menjadi kekuatan Italia adalah kerja sama antar timnya. Hal ini terlihat dari bagusnya komunikasi dan koordinasi antar lini sehingga pada saat bertahan para pemain menyerang ikut membantu dan begitu pula sebaliknya, sehingga Spanyol kesulitan meladeni transisi serangan dan bertahan Italia yang disiplin

3. Banyak Berlari

Mungkin poin ketiga ini tidak terlihat secara kasat mata pada pertandingan kemarin. Akan tetapi menurut catatan statistik yang dilansir oleh UEFA, pemain-pemain Italia merupakan pemain yang paling banyak bergerak selama pertandingan kemarin, bahkan sepanjang Euro 2016 ini.

Menurut catatan statistik UEFA, pada pertandingan tadi malam Timnas Italia secara akumulatif berlari sebanyak 117,8 KM atau rata-rata setiap pemain berlari sebanyak 10,71 km. Angka ini jauh lebih baik daripada Spanyol yang tercatat hanya berlari secara total 110 Km atau rata-rata 10 Km per pertandingan.

4. Pergerakan Mematikan Para Striker

Salah satu kunci kesuksesan Italia dalam menumbangkan Spanyol pada pertandingan kemarin malam adalah pergerakan para striker Gli Azurri. Conte yang pada saat itu menruunkan Eder dan Graziano Pelle terbukti efektif dalam pergerakan, sehingga mereka sulit dijaga oleh pemain bertahan Spanyol.

Hal ini terlihat pada proses gol kedua Spanyol yang dicetak oleh Pelle. Striker Southampton tersebut dengan mudah lolos dari kawalan pemain bertahan Spanyol sehingga ia tidak kesulitan menceploskan bola ke gawang David De Gea.

5. Motivasi ‘Ekstra’

Tidak bisa dipungkiri Aroma Dendam begitu kental terasa pada kubu Italia di laga 16 besar kemarin. Dendam ini tersumat setelah skuat Gli Azzurri ditaklukan oleh Spanyol di partai Final Euro 2016 dengan skor yang tidak tanggung-tanggung, 4-0.

Pasca dikalahkan di Partai Final Euro 2012 tersebut, kubu Gli Azzurri tidak sekalipun berhasil meraih kemenangan atas sang juara bertahan. Dengan ‘kekesalan’ yang mulai menumpuk tersebut menjadi motivasi ekstra untuk mengalahkan La Furia Roja pada laga tersebut.

Published by:

Popularitas Bale Kalahkan Cristiano Ronaldo

Euro 2016 di Prancis bisa jadi akan menjadi ajangnya Gareth Bale untuk unjuk gigi dan menarik perhatian suporter di seluruh dunia.

Setidaknya demikian menurut data yang ditunjukkan oleh mesin pencari ‘Bing’. Bale menjadi pemain yang paling banyak digilai oleh para penonton dan penikmat sepakbola dari seluruh dunia.

Mesin pencari buatan Microsoft itu diklaim telah menganalisa jutaan pencarian di Internet sejak Euro dimulai untuk mengetahui pemain mana yang memberikan dampak terbesar di dunia maya.

Untuk saat ini, Bale mampu melewati rekannya di Real Madrid, Cristiano Ronaldo, sebagai nama yang paling banyak dicari semenjak turnamen antarnegara Eropa dimulai dua pekan silam. Selain itu, kekasih Bale, Emma Rhys-Jones, juga menjadi WAGs yang paling banyak dicari di Internet.

Kepala Pemasaran Bing, Kevin Stagg, mengatakan pada Tribal Football: “Kami senang melihat banyak data dari pencarian di Bing dan melihat apa yang sedang menjadi tren, dan itu menunjukkan apa yang sedang dipikirkan oleh seluruh masyarakat, sesuatu yang ingin kami ketahui.”

“Yang menarik adalah bagaimana Bale menjadi nama pemain yang paling banyak dicari, dan begitu pula dengan nama kekasihnya, mereka benar-benar menjadi pasangan emas saat ini, melewati Vardy dan Rooney.”

Berikut daftar 10 pemain yang paling banyak dicari selama Euro, menurut Bing.

1) Gareth Bale (Wales)
2) Cristiano Ronaldo (Portugal)
3) Jamie Vardy (Inggris)
4) David de Gea (Spanyol)
5) Wayne Rooney (Inggris)
6) Harry Kane (Inggris)
7) Will Grigg (Irlandia Utara)
8) Joe Hart (Inggris)
9) Daniel Sturridge (Inggris)
10) Aaron Ramsey (Wales)

Published by:

Shaqiri: Semoga Puma Tak Produksi Kondom

Pemain Stoke City, Xherdan Shaqiri berharap perusahaan Puma tak membuat produk kondom. Karena kenyataannya, produk mereka mudah robek.

Ketika terjadi pertandingan antara Swiss lawan Prancis di ajang Euro 2016, ada empat kaos yang robek dalam laga tersebut. Hal itu tak lepas dari kerasnya permainan yang berlangsung antara dua kubu.

“Saya berharap Puma tak memproduksi kondom,” kata Shaqiri seperti dilansir Independent.

Salah satu pemain Swiss, Granit Xhaka, harus ganti seragam dua kali selama pertandingan. Admir Mehmedi dan Breel Embolo mengalami hal yang sama dengan Xhaka.

Terlepas dari ‘tragedi’ tersebut, pertandingan antara dua tim yang berlangsung di Grand Stade Lille Metropole berakhir dengan skor imbang 0-0. Namun hasil tersebut sudah cukup mengantarkan kedua tim lolos ke babak knock out.

Published by:

Kentang Goreng dan Burger Pulihkan Semangat Wales

Diakui oleh Gareth Bale bahwa kekalahan dari Inggris telah membuat kondisi skuat Wales dilanda sebuah kesedihan. Namun, perasaan tersebut sudah pupus usai mereka makan kentang goreng dan burger bersama.

Sebelumnya, Wales kalah atas Inggris dengan skor 2-1 di Euro 2016. Sempat unggul dari gol Gareth Bale, Wales harus mengakui keunggulan Inggris yang membalas lewat gol Jamie Vardy dan Daniel Sturridge.

“Kami sangat kecewa setelah pertandingan, terutama karena kalah dengan cara seperti itu, sungguh menyakitkan. Sehari setelah itu kami keluar makan siang sebagai sebuah tim. Kami punya makanan yang bagus dan suasana yang berbeda degan di hotel,” buka Bale.

“Burger dan kentang goreng nampaknya telah membantu kami menemukan kembali semangat kami. Ini hal yang bagus untuk kembali mendapatkan keceriaan dalam hati setiap pemain. Kami memiliki makan penutup yang enak, ada pancake dan nutella,” sambungnya.

Pemain yang membela Real Madrid ini mengaku sudah memiliki rencana untuk kembali mengulang hal yang sama usai pertandingan melawan Rusia. “Tapi saya belum tahu apa yang akan kita makan jika bisa mengalahkan Rusia,” tukasnya.

Published by: