Category Archives: Serba Serbi

Sejarah Hari Ini (20 Desember): Hilangnya Trofi Jules Rimet Jilid 2

Pada 20 Desember 1983, trofi Jules Rimet dicuri dari markas besar Federasi Sepakbola Brasil (CBF) di Rio. Hingga saat ini, trofi yang hanya diberikan kepada juara Piala Dunia itu masih belum ditemukan.

INI MOMEN PENTING KARENA …

Pada 1970, Brasil menerima trofi Jules Rimet setelah menjuarai Piala Dunia untuk yang ketiga kalinya. Trofi tersebut disimpan di markas CBF, namun sekelompok orang merampoknya. Dua trofi lain, Equitativa dan Jurrito juga hilang dari tempat tersebut.

Pencuri yang melakukan aksi itu pada akhirnya berhasil ditangkap dan mengaku telah mencairkan trofi tersebut menjadi emas batangan. Adapun orang yang dituduh oleh sang pencuri sebagai pemilik emas itu membantah. Ketika emasnya digeledah, ternyata materialnya tidak cocok dengan Jules Rimet.

Simon Kuper, jurnalis sepakbola, melakukan penyelidikan terkait hilangnya tersebut dan menemukan kejanggalan dalam kisah hilangnya Jules Rimet. “Kisah itu punya celah,” ungkap Kuper.

“Pada awalnya, Rimet tidak bisa dicairkan menjadi emas batangan karena itu bukanlah emas murni. Sebenarnya, replika yang dibawa Jerman juga bukan sepenuhnya emas. Polisi tidak punya bukti bahwa trofi itu sudah dicairkan.”

“Bahkan, penjual emas Argentina yang dicurigai, Juan Carlos Hernandez, menegaskan dirinya tidak mencairkan trofi tersebut,” pungkasnya.

Trofi tersebut tidak ditemukan hingga saat ini dan sebagai gantinya, Kodak Brasil menciptakan replika trofi yang dicuri tersebut pada 1983.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Sebelum dicuri dari CBF, trofi Jules Rimet juga pernah hilang pada 1966. Tepat sebelum Piala Dunia di Inggris dimulai, trofi tersebut hilang dari simpanan FA. Untung saja trofi tersebut ditemukan oleh seekor anjing bernama Pickles.

Published by:

Cristiano Ronaldo, Perfecto

Bagi Cristiano Ronaldo, tahun 2016 adalah tahun yang perfecto alias sempurna.

Tahun 2016, Ronaldo meraih gelar Liga Champions bersama Real Madrid. Ronaldo lalu mengangkat trofi Euro bersama Portugal. Trofi individu bergengsi Ballon d’Or juga disabetnya. Pencapaian Ronaldo makin lengkap dengan gelar Piala Dunia Antarklub FIFA.

Ronaldo meraih gelar European Cup/Liga Champions, Euro, Piala Dunia Antarklub dan trofi Ballon d’Or di tahun yang sama. Dia adalah pemain pertama sepanjang sejarah sepakbola yang sanggup melakukannya.

Ronaldo menjadi algojo penalti penentu kemenangan Madrid atas Atletico Madrid dalam final Liga Champions 2016 di San Siro Milan.

Ronaldo dan rekan-rekannya kemudian mengantarkan Portugal menjuarai Euro 2016 dengan kemenangan 1-0 lewat extra time melawan tuan rumah Prancis di final.

Ronaldo baru-baru ini juga dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2016. Dia menang telak dengan selisih 429 suara atas Lionel Messi (Barcelona & Argentina) di urutan kedua.

Terakhir, Ronaldo mencetak hattrick dan membawa Madrid mengalahkan Kashima Antlers 4-2 di final Piala Dunia Antarklub FIFA 2016. Ronaldo tercatat sebagai pemain pertama yang mampu mengukir hattrick di final kompetisi ini dan finis sebagai top scorer dengan torehan empat golnya.

Perfecto!

Published by:

Sejarah Hari Ini (16 Desember): Kado Indah 108 Tahun AC Milan

13 Desember selalu jadi yang bersejarah buat AC Milan. Pada tanggal itulah klub dengan koleksi gelar internasional terbanyak di Italia tersebut didirikan, tepatnya di tahun 1899.

Tiga hari usai hari jadinya yang ke-108 tahun pada 2007 silam, Milan sukses mewarnainya dengan kado indah melalui gelar Piala Dunia Antarklub. I Rossonerri secara meyakinkan berhasil mengalahkan Boca Juniors lewat skor 4-2 di partai final.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Milan yang berstatus kampiun Liga Champions musim 2006/07, memiliki hak otomatis untuk jadi peserta Piala Dunia Antarklub 2007 yang dihelat di Jepang.

Tim yang kala itu masih diasuh Carlo Ancelotti ini, kemudian melaju ke final setelah mengalahkan tuan rumah turnamen, Urawa Red Diamonds, lewat skor tipis 1-0 berkat gol tunggal Clarence Seedorf.

Di partai final Milan dipertemukan dengan juara Copa Libertadores 2007, Boca Juniors. Pertemuan ini jadi ulangan final Piala Dunia Antarklub 2003, di mana La Mitad Las Uno jadi pemenangnya berkat keunggulan di babak adu penalti.

Karenanya aroma balas dendam kental terasa buat Milan. Apalagi terdapat begitu banyak penggawa Il Casciavit yang jadi korban kekalahan tersebut, layaknya Nelson Dida, Alessandro Nesta, Cafu, Andrea Pirlo, Seedorf, hingga Filippo “Pippo” Inzaghi.

Pertandingan yang berlangsung di Yokohama Stadium ini berjalan sangat seru dan menghibur. Kedua tim bermain terbuka, keras, dan hasilkan hujan gol.

Milan unggul terlebih dahulu melalui Inzaghi, yang dengan dingin menyontek sodoran manis Ricardo Kaka di menit 21. Baru semenit sang wakil Italia unggul, Boca langsung bereaksi samakan kedudukan 1-1, berkat tandukan Rodrigo Palacio.

Berakhir imbang 1-1 di babak pertama, permainan jauh lebih seru tersaji di paruh kedua. Dimulai dari gol Alessandro Nesta pada menit 50 yang bawa Milan unggul 2-1, memanfaatkan kemelut di depan gawang Boca.

Milan lantas menjauh 3-1, setelah tembakan Kaka dari sudut sempit di menit 61 gagal diamankan kiper Boca, Mauricio Caranta. Kemenangan Il Diavolo Rosso tampak semakin jelas tatkala Inzaghi mencetak gol keduanya sepuluh menit berselang, untuk perbesar keunggulan jadi 4-1.

Gol penghibur yang tak mampu menolong Boca dari kekalahan kemudian lahir di menit ke-85, lewat sepakan Pablo Ledesma. Skor akhir 4-2 untuk Milan, yang antar Si Setan Merah jadi kampiun Piala Dunia Antarklub 2007.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Berkat performa impresifnya, terutama di partai final dengan bukukan dua assist dan satu gol, Kaka dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Sesuai tradisi, pemain Brasil itu pun berhak mendapat hadiah mobil Toyota keluaran terbaru.

Selain itu, satu gol yang dicetak Nesta di partai tersebut jadi torehan terakhirnya di ajang internasional. Hingga gantung sepatu pada 2014 lalu, The Bird Nest tak mampu menambah koleksi gol-nya di luar Italia yang total hanya mencapai dua gol.

Published by:

Janji Bikin Video Panas, Wanita Ini Hebohkan Netizen di Final Piala AFF

Sudah bukan jadi rahasia lagi bila sebuah pertandingan sepakbola, terutama di sebuah turnamen yang tak dihelat setiap tahun, pasti ada banyak nazar yang rela dilakukan oleh suporter untuk mendukung tim pujaannya bertanding.

Nah, itu pula yang terjadi saat Indonesia tampil di Piala AFF tahun ini. Pada 9 Desember lalu, Indonesia dihebohkan dengan nazar dari seorang yang bernama Saifuddin Castello lewat akun facebook pribadinya.

Saat itu, Saifuddin Castello menantang Netizen untuk bertaruh dengannya hingga angka 5 miliar rupiah dengan dia menjagokan Thailand.

“Mau taruhan 1,5 miliar, 5 miliar sya siap!! yg penting sya pegang thailand oke. minta nmer rekening bank sekalian.” tulisnya.

Belum jelas apakah Saifuddin Castello akan melakukan sesuai apa yang ditulisnya atau tidak, publik kembali dihebohkan dengan nazar edan di sosial media. Kali ini nazar yang tak kalah edan datang dari pemilik akun Facebook Ery Setiyaningsh.

Di akun pribadinya itu, Ery membuat status yang mengatakan bahwa dia akan membuat video yang tak pantas bersama pacarnya dan mengunggahnya di akun pribadinya itu andai Indonesia menang.

“Indo ra mungkin menang. Nk Indonesa menang aku Arep gae video bokep mbi pacarku..trus tk upload ng akunku.” tulisnya sebelum pertandingan leg pertama final Piala AFF 2016.

(“Indonesia tak mungkin menang. Kalau Indonesia menang, aku mau membuat video panas bersama pacarku…kemudian saya unggah di akunku”)

Postingan dari Ery ini pun langsung menjadi viral di media sosial. Dan sebagian besar komentar dari netizen adalah menuntut Ery segera melakukan nazarnya itu dan mengunggahnya seperti yang dia katakan.

Indonesia sendiri pada akhirnya sukses meraih kemenangan di leg pertama final tersebut. Sempat tertinggal lewat gol Teerasil Dangda, Skuat Garuda membalas lewat gol dari Rizky Pora dan Hansamu Yama.

Dan berikut beberapa komentar Netizen terkait postingan dari akun facebook Ery Setiyaningsh:

@purwanto0702, “Ndang gawe mbk indonesia wes menang …Janji adalah hutang low mbk.”
@rulibrata, “Wong ra due toto kromo lak yo ko ngno kui .nyocot sakpenakke”.
@anggabanget, “Ayok dek ayo dek video ne ndang diupload.”
@coa_interisti, “Endi video ne…. wes gak sabar aku.”

Published by:

Pacar Andik Sedih Lihat Pujaannya Cedera

Dilah Kundisari sangat cemas saat melihat Andik Vermansah cedera. Gadis cantik berjilbab ini berharap sang pacar kesayangan ini tak cedera serius, dan bisa bermain di leg kedua partai final Piala AFF 2016, Sabtu (17/12) akhir pekan ini.

Sama seperti anggota keluarga lainnya, Dilah juga shock saat Andik mengalami cedera. Perasaannya semakin sedih tatkala Andik ditandu keluar pada menit ke-19. Posisi pacarnya tersebut digantikan oleh Zulham Zamrun.

Saat ditanya oleh awak media, Dilah hanya berharap ada kabar baik dari cedera Andik. “Pasti sedih ketika lihat dia cedera. Saya hanya berharap Andik cepat sembuh dan bisa bermain kembali,” tutur gadis asal Sidoarjo tersebut.

Dilah juga tak sabar untuk menantikan telepon dari Andik. “Tadi sebelum pertandingan sempat telepon. Biasanya kalau dia sudah sampai hotel juga akan telepon lagi,” pungkas Dilah

Published by:

Sejarah Hari Ini (14 Desember): Kisah Awal Romantisme Real Madrid & Santiago Bernabeu

Santiago Bernabeu resmi menggelar laga perdana Real Madrid pada 14 Desember 1947 silam, yang pada perjalanannya menjadi markas kebesaran klub asal ibu kota Spanyol tersebut hingga saat ini.

Stadion bernama Nuevo Estadio Chamartín pada mulanya tersebut mengawali kisah romantisme kesuksesan bersama pasukan Los Blancos dengan menggelar laga uji coba melawan klub Portugal, Os Beleneses.

Awalnya, stadion yang memiliki alamat lengkap di Av. de Concha Espina 1, 28036 Madrid tersebut dibangun dengan kapasitas untuk menampung 75,145 penonton, dengan 27,645 kursi dan 47,500 untuk tribun berdiri.

Mantan penyerang Madrid, Sabino Barinaga mencatatkan namanya di buku sejarah klub dengan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di Bernabeu, dalam laga uji coba melawan Beleneses yang berakhir dengan kemenangan 3-1 bagi Los Merengues.

Perubahan nama menjadi Santiago Bernabeu baru terjadi pada 4 Januari 1955 silam, kala itu majelis anggota klub memutuskan untuk mengganti nama stadion dengan nama presiden klub yang tengah aktif menjabat dalam rangka dalam rangka pernghotmatan khusus.

Tiga arsitek ditunjuk secara khusus untuk merancang desain stadion yang menjadi ikon kebanggan klub yakni Manuel Ronaldo, Manuel Munoz Monasterio dan Luis Alemany Soler. Dalam perjalanannya hingga era modern, Bernabeu tercatat pernah empat kali mengalami perluasan (1953, 1992, 1994, 2011).

Sementara demi mengikuti perkembangan zaman, Bernabeu juga telah dua kali melalui periode renovasi keseluruhan, tepatnya pada tahun 1982 dan 2001 lalu hingga kini memiliki kapasitas 85,454 kursi. Saat ini, permukaan lapangan utama Madrid tersebut menggunakan rumput dengan Mixto Hybrid Grass Technology.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Sebagai markas kebesaran, Bernabeu sejak awal berdiri kerap menjadi saksi bisu kebesaran Madrid di berbagai kompetisi. Dari total 32 koleksi gelar La Liga Spanyol, tercatat 30 di antaranya dirayakan di sana, di samping juga berpesta 11 kali saat meraih titel Liga Champions.

Selain di level klub, stadion ini juga pernah dipercaya menggelar sejumlah turnamen internasional. Tim nasional Spanyol pun merasakan tuah Bernabeu kala mampu menjadi juara Piala Eropa edisi 1964 silam. Lebih besar, Bernabeu juga menggelar laga-laga Piala Dunia 1982 yang dimenangkan Italia.

Ke depan, Florentino Perez selaku presiden Madrid saat ini bakal melakukan inovasi terbaru pada stadion. Salah satunya diungkapkan pada 13 Oktober 2013 lalu dengan mengumumkan akan menjual hak nama stadion kepada para peminat demi menambah pemasukan klub.

Tak hanya itu, Perez juga berniat untuk mencari sponsor yang berani menggelontorkan dana sebesar €400 juta guna merenovasi stadion untuk kali ketiga dalam sejarah. Rencana kali ini, sang presiden menginginkan tambahan atap yang bisa dibuka dan ditutup, yang bakal menjadikan Bernabeu sebagai salah satu stadion terbaik di dunia.

Published by:

Bus Timnas Indonesia Dilempari Batu, Ini Reaksi Riedl

Alfred Riedl angkat bicara soal aksi perusakan bus tim nasional Indonesia di area My Dinh Stadium, Rabu (7/12) lalu. Dikatakannya, aksi itu dilakukan oleh oknum dan tak mewakili sifat asli suporter Vietnam.

Seperti diketahui, Indonesia sukses menahan imbang tuan rumah dengan skor 2-2 dan memastikan satu tempat ke final. Skuat Garuda ke partai final dengan total agregat 4-3 karena di semifinal leg pertama menang dengan skor 2-1.

Namun kesuksesan Indonesia itu tampaknya membuat oknum suporter tuan rumah tak senang. Saat hendak beranjak dari stadion menuju hotel, bus rombongan skuat Merah Putih diserang oleh suporter tuan rumah dan akibatnya kaca samping kanan dan bangku depan pecah.

Riedl, yang lama menangani timnas Vietnam, kemudian angkat bicara. Ditegaskannya aksi itu merupakan tindakan oknum semata.

“Ini hanya perilaku satu orang bukan kemudian dapat dikatakan tingkah laku semua suporter Vietnam. 99 persen suporter Vietnam merupakan pendukung yang sportif, jadi ada segelintir oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan ini,” ujar Riedl.

Aksi pelemparan itu sendiri membuat dua orang dalam bus terluka. Akan tetapi Riedl menyatakan luka tersebut hanyalah luka minor.

“Hanya doktor Syarief dan pelatih kiper Gatot Prasetyo yang mendapatkan luka kecil,” terangnya.

Pihak Vietnam sendiri sudah menyampaikan permintaan maaf atas insiden itu. Mereka berjanji tak akan membiarkan hal serupa terulang.

“Beberapa saat setelah insiden penyerangan bus itu, VFF menyampaikan permintaan maaf kepada timnas Indonesia. Kami akan menambah personel keamanan untuk menjamin keselamatan tim tamu hingga meninggalkan Vietnam.” demikian pernyataan resmi VFF.

“Walau tak ada korban cedera serius akibat insiden ini, kejadian yang dilakukan oknum suporter tak bertanggung jawab ini telah menumbuhkan citra negatif, serta tak sesuai dengan semangat olahraga dan fair play yang berusaha dibangun fans Vietnam,” tambahnya.

Published by:

Ngefans Berat, Nenek Ini Hiasi Dadanya dengan Tato Mourinho

Kecintaan seseorang terhadap sang idola bisa membuat mereka melakukan segala hal. Hal inilah yang dilakukan seorang nenek bernama Viv Bodycote.

Viv merupakan nenek 59 tahun yang dikenal sebagai penggemar berat Jose Mourinho. Setelah sebelumnya memiliki tiga tato Mou di tubuhnya, baru-baru ini Viv membuat tato The Special One baru berukuran cukup besar di dadanya.

“Apa yang bisa saya katakan? Saya mencintai Jose. Saya mendukung Chelsea ketika ia masih menjadi manajer dan sekarang saya mendukungnya di Manchester. Ia adalah manajer inspirasional dan saya mencintai apapun tentangnya,” ujar Viv kepada Leicester Mercury.

“Butuh waktu dua jam setengah untuk menyelesaikan (tato ini) dan sakitnya bukan main tapi saya senang dengan hasilnya. Tiap kali saya melihat ke bawah, ia ada dalam hati saya,” lanjutnya.

Selain tato, bukti kecintaan Viv pada Mourinho adalah fakta bahwa ia memasang foto manajer Manchester United itu di segala penjuru rumahnya. Tak hanya itu, Viv juga menamai sepasang kura-kura peliharaannya dengan nama Mourinho dan sang istri, Matilde.

Published by:

Sejarah Hari Ini (8 Desember): Pertama Kali Derby Della Capitale Terjadi

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Pada 8 Desember 1929 untuk pertama kalinya Lazio berhadapan dengan AS Roma.

Laga derby antara klub ibu kota Italia (Derby della Capitale) edisi pertama itu berlangsung di ajang Serie A Italia dan dimenangkan oleh Roma lewat gol tunggal Rodolfo Volk. Saat itu laga belum digelar di Stadio Olimpico, melainkan di markas Lazio Rondinella Stadium.

Stadio Olimpico mulai menjadi kandang bersama bagi kedua tim sejak 1953. Sejak saat itu para suporter garis keras (ultras) Roma menempati tribun selatan (Curva Sud) sementara ultras Lazio menempati tribun utara (Curva Nord).

Laga Roma kontra Lazio hingga kini dikenal sebagai salah satu laga derby paling panas di Italia bahkan Eropa.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Ketegangan di antara dua klub tersebut telah mulai tercipta sebelum laga pertama antara kedua tim itu terjadi. Associazione Sportiva Roma (AS Roma) dibentuk pada 1927, mereka merupakan gabungan dari tiga klub di ibu kota Italia yaitu Roman FC, SS Alba-Audace adan Fortitudo-Pro Roma SGS.

World Soccer pernah menuliskan bahwa Diktator Fasis Benito Mussolini merupakan orang dibalik terbentuknya AS Roma, ia menginginkan klub tersebut menjadi pesaing serius bagi klub-klub di wilayah utara Italia seperti Juventus, Inter, dan AC Milan.

27 tahun sebelum AS Roma dibentuk, Societa Sportiva Lazio (SS Lazio) telah terlebih dulu berdiri. Mereka kemudian menolak bergabung dengan AS Roma. Penolakan tersebut menjadi awal persaingan sengit antara kedua klub.

Rivalitas yang dikenal sebagai Derby della Capitale itu kemudian menjelma menjadi salah satu derby paling panas di dunia sepakbola dengan adanya beberapa insiden kekerasan di laga mereka.

Peristiwa terburuk terjadi pada 28 Oktober 1979, ketika suporter Roma melemparkan flare ke arah para suporter Lazio. Akibat peristiwa tersebut seorang suporter I Biancocelesti Vincenzo Paparelli meninggal dunia.

Hingga artikel ini dipublikasikan, Derby Roma tercatat telah terjadi dalam 165 laga di kompetisi resmi. Roma unggul dengan sukses meraih 62 kemenangan. 60 laga berakhir imbang, sementara Lazio mampu menang dalam 43 kesempatan.

Dari aspek gelar juara yang pernah diraih, Roma juga unggul atas rival sekotanya. Lazio pernah dua kali menjadi juara Seri A Italia, sementara Roma tiga kali. Di ajang Coppa Italia Roma telah sembilan kali menjadi juara, sementara Lazio enam kali.

Laga derby Roma pernah terjadi di final Coppa Italia, yaitu pada 26 Mei 2003. Lazio sukses menjadi juara setelah mengalahkan Roma dengan skor tipis 1-0.

Kemenangan terbesar Roma atas Lazio terjadi pada musim 1933/1934 dengan skor 5-0. Sementara kemenangan dengan selisih terbesar bagi Lazio terjadi pada musim 2006/2007 dengan skor 3-0.

Lazio pernah mencatatkan kemenangan terbanyak di laga derby dalam satu musim. Itu terjadi pada musim 1997/1998, Lazio sukses memenangkan empat laga derby yang terjadi sepanjang musim tersebut (masing-masing dua kali di ajang Serie A dan perempat final Coppa Italia).

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Francesco Totti tercatat sebagai pemain yang paling sering bermain dalam derby Roma dengan total 41 laga. Kapten Roma itu juga tercatat sebagai top scorer di laga derby dengan 11 gol.

Selain Totti pemain Roma lainnya yang sukses menciptakan catatan menarik adalah Vincenzo Montella. Mantan penyerang I Giallorossi itu menjadi pemain yang mampu mencetak gol terbanyak dalam satu laga derby.

Pada 11 Maret 2002 Montella mencetak empat gol saat sukses membawa Roma menang 5-1 atas rival sekotanya.

Hingga memasuki paruh pertama musim 2016/17 laga antara dua klub asal kota Roma itu tercatat telah terjadi dalam 165 laga resmi. Ketika artikel ini ditulis, laga derby Roma terakhir kali terjadi di ajang Serie A, Minggu (4/12).

Roma sukses meraih kemenangan 2-0 lewat gol Kevin Strootman dan Radja Nainggolan. Pertemuan kedua tim dijadwalkan akan kembali terjadi di paruh kedua Serie A pada 30 April 2017.

Published by:

Sejarah Hari Ini (6 Desember): Gol Tunggal Thomas Helveg Untuk AC Milan

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Anda penggemar sejati Serie A Italia terutama di era jayanya pada periode 90-an, masih ingatkah dengan Thomas Helveg? Ya, dia merupakan salah satu bek legendaris asal Denmark yang jadi andalan AC Milan sejak 1998 hingga 2003.

Tepat hari ini, 16 tahun silam, pemain yang punya posisi natural sebagai bek kanan ini mencetak satu-satunya gol untuk klub yang paling lama dibelanya, yang tak lain adalah Milan.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Periode Helveg membela Milan sejatinya sama dengan klub profesional pertama dalam kariernya, Odense Boldklub, yakni selama lima musim. Namun dirinya bermain lebih sering dan meraih puncak kariernya bersama I Rossonerri.

Mencatat 143 laga selama lima musim masa beredarnya di San Siro, uniknya Helveg hanya mampu mempersembahkan sebiji gol. Momen tersebut hadir pada 6 Desember 2000, tatkala Milan bertamu ke Riazor, markas Deportivo La Coruna, untuk lakoni matchday kedua Grup B putaran kedua Liga Champions musim 2000/01.

Menerapkan formasi ultra-defensif lewat skema 5-3-2, duel berlangsung begitu sulit buat Milan. Mereka didominasi nyaris sepanjang laga, tapi Helveg mampu keluar sebagai pahlawan.

Gol tunggalnya di detik-detik terakhir jelang turun minum, membawa Milan unggul 1-0 yang bertahan hingga pertandingan usai. Cara Helveg mencetak gol juga tergolong fantastis, dengan lepaskan sepakan first-time dalam kemelut di kotak penalti La Coruna.

Sayangnya satu-satunya gol Helveg itu tak berarti masif dalam perjalanan Milan di kompetisi tersebut. Kemenangan atas Super Depor jadi raihan tiga poin tunggal Il Diavolo Rosso di Grup B, sehingga gagal lolos ke babak perempat-final.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Memutuskan untuk gantung sepatu pada musim panas 2010 lalu, Helveg tercatat hanya mampu mencetak delapan gol di sepanjang kariernya. Sungguh menunjukkan bahwa pemain kelahiran 24 Juni 1971 ini merupakan tipe bek sayap klasik, yang jarang membantu penyerangan.

Torehan gol terbanyak Helveg untuk satu klub adalah saat dirinya membela Udinese. Malang-melintang di Friuli selama empat musim, eks kapten timnas Denmark itu sukses lesatkan empat gol dari 146 partai yang dimainkannya.

Bersama timnas Denmark sendiri, Helveg mampu menorehkan sepasang gol dari total 110 caps. Setelahnya ketika di Odense, Inter, Norwich City, hingga Borussia Monchengladbach, yang jadi klub lain dalam kariernya, dia gagal ukir satu gol pun.

Meski begitu prestasi kolektifnya terbilang mentereng. Helveg mengoleksi satu gelar Divisi Utama Denmark dan tiga Piala Denmark bersama Odense, juga satu Scudetto, Piala Italia, plus Liga Champions kala membela Milan.

Ups, Helveg ternyata juga pernah menyabet gelar pemain terbaik Denmark pada 1994 silam.

Published by: