Category Archives: Serba Serbi

Anggap Rekannya Dibunuh, Pemain Chapecoense Salahkan Pilot

Di saat suasana berkabung masih menyelimuti dunia sepakbola atas musibah yang menimpa tim asal Brasil, Chapecoense, salah satu pemain, Moises Santos mengeluarkan komentar sensasional dengan menganggap rekan setimnya dibunuh.

Karena menderita cedera, Moises tak ikut dalam perjalanan skuat Chapecoense menuju Medellin, Kolombia yang berakhir tragis setelah pesawat mereka jatuh dan menabrak pegunungan.

Moises Santos

Moises Santos

Alih-alih menyebut kejadian ini adalah musibah, Moises malah menyatakan bahwa rekannya dibunuh oleh kelalaian sang pilot pesawat LaMia, Miguel Quiroga.

“Teman-teman saya dibunuh, itu bukanlah sebuah kecelakaan.” cetus Moises dalam wawancara ekslusif dengan media Inggris, Daily Mail.

“Anda tak bisa berharap banyak dari manusia. Pria (pilot) yang membawa pemain Chapecoense, ia menghancurkan banyak keluarga, ia menghancurkan seluruh kota Chapeco. Bagi Chapeco mendapatkan semuanya akan memakan waktu lama,” tambahnya.

“Satu-satunya yang bersalah dalam kejadian ini adalah pilot, tidak ada dan bukan yang lain. Bola (yang diselamatkan Danilo di partai semifinal) tidak ada hubungannya dengan apa yang menimpa teman-teman saya,” tukasnya.

Meski demikian, tak sedikit pihak yang meragukan keaslian pernyataan Moises ini. Selama ini Daily Mail memang cukup dikenal dengan reputasi suka memelintir pernyataan narasumber.

Published by:

Sejarah Hari Ini (5 Desember): Pesta 26 Gol Arsenal

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

5 Desember 1905, Woolwich Arsenal mengalahkan Paris XI dalam laga persahabatan yang berakhir dengan skor 26-1. Woolwich Arsenal merupakan cikal bakal tim yang sekarang kita kenal sebagai Arsenal FC.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Kemenangan atas tim Prancis tersebut menjadi skor terbesar sepanjang sejarah Arsenal. Rekor tersebut diciptakan ketika Arsenal melakoni musim keduanya bersama Phil Kelso, yang membawa Gunners ke peringkat sepuluh musim sebelumnya. Musim itu bukan musim yang baik untuk Arsenal. Mereka sedang duduk di peringkat 16 ketika menghadapi Paris XI di Manor Ground, Plumstead.

SIMAK JUGA – Perkenalan Jabulani

Lawan mereka merupakan kumpulan pesepakbola yang bermain di Paris. Walau tidak ada catatan resmi yang tersisa, tim tersebut diyakini memiliki banyak pemain timnas Prancis. Hanya saja, sepakbola belum menjadi populer di Prancis saat itu. Sepakbola profesional pun masih berada dalam tahap awal pertumbuhannya.

Satu-satunya pengecualian yang ada dalam laga tersebut adalah WJ Hodge. Ia adalah pemain cadangan Arsenal yang dipinjamkan ke Paris XI untuk mengurangi perbedaan tajam di antara kedua tim. Apalagi, ada beberapa anggota yang sakit saat itu.

Memainkan tujuh pemain cadangan, Arsenal berhasil unggul 8-1 di paruh pertama. Pertandingan yang berat sebelah memang terjadi, namun tidak ada yang menyangkan Gunners mencetak lebih banyak gol di paruh kedua. Total 18 gol diciptakan dan itu berarti rata-rata tiap 2,5 menit kiper lawan memungut bola dari gawangnya. Robert Watson jadi sorotan saat itu berkat tujuh golnya.

SIMAK JUGA – Hari Lahir Michael Essien

Kentish Independent, salah satu surat kabar Inggris, menilai para pemain Prancis bermain sangat buruk. Mereka menyamaakan Paris XI dengan boneka, bahkan menyebut tim tersebut sebagai “Pantomim Prancis”. Ini menjelaskan bahwa sepakbola masih berada dalam awal perkembangannya di Paris saat itu.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Kendati menang dengan skor yang luar biasa besar dan mencatatkan rekor, Arsenal tidak mampu mengulangi prestasinya di liga domestik. Gunners hanya mampu finis di tempat ke-12 Liga Inggris. Watson yang tampil gemilang juga gagal mengulangi prestasinya dan hany amencetak satu gol dalam sepuluh laga kompetitif.

Persaingan trofi kala itu menjadi milik Liverpool dan Preston North End. The Reds keluar sebagai juara musim tersebut dengan mengantongi 51 poin, unggul empat poin atas Preston.

Published by:

Sejarah Hari Ini (2 Desember): Rekor Cesc Fabregas Untuk Arsenal

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Kendati kini telah berlabel pengkhianat karena menyeberang ke Chelsea, Cesc Fabregas ternyata pernah mengukir sebuah rekor penting bagi Arsenal.

Rekor itu tercipta pada 2 Desember 2003 ketika Fabregas menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah The Gunners dalam kemenangan 5-1 atas Wolverhampton Wanderers di ajang Piala Liga. Fabregas mengukir catatan penting ini di usia 16 tahun 212 hari – rekor yang bertahan sampai hari ini.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Sejak dilatih Arsene Wenger, Arsenal dikenal sebagai klub yang kerap mengorbitkan banyak talenta muda, tak terkecuali Fabregas. Sang gelandang didatangkan dari akademi Barcelona pada September 2003 dan langsung digadang-gadang banyak pihak bakal berkembang menjadi gelandang top dunia.

Prediksi itu mulai terbukti sejak ia melakoni debutnya pada Oktober 2003 di mana ia langsung mencatatkan diri sebagai pemain termuda Arsenal yang pernah tampil di laga kompetitif, yakni saat bermain kontra Rotherham United di Piala Liga. Usia Fabregas ketika itu 16 tahun 177 hari. Rekor itu juga bertahan sampai sekarang

Sekitar satu bulan berselang, Fabregas lagi-lagi mencatatkan namanya ke dalam buku rekor Arsenal, yakni sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah klub saat menghadapi Wolverhampton. Laga babak keempat Piala Liga itu merupakan penampilan kedua Fabregas bagi Arsenal.

Bermain di Highbury di hadapan 28.161 penonton, Tim Meriam London sudah unggul 4-0 berkat gol-gol dari Jeremie Aliadiere (24’, 71’), Nwankwo Kanu (68’), dan Sylvain WIltord (79’). Wolves kemudian memperkecil kedudukan melalui Alex Rae di menit ke-80.

Dua menit jelang bubaran, Fabregas berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari aksi Wiltord yang lolos dari jebakan off-side, penyerang Prancis itu mengecoh kiper Wolves sebelum mengirimkan umpan mendatar kepada Fabregas yang berdiri tak terkawal. Ia tinggal mendorong bola ke gawang kosong untuk menghasilkan gol kelima bagi Arsenal.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Mencuatnya Fabregas di momen itu menjadi pertanda baik bagi klub. Di musim ini, Arsenal berhasil mengakhiri Liga Primer Inggris tak terkalahkan. The Invincibles, demikian orang-orang mengenang skuat Arsenal 2003/04. Fabregas memang menjadi salah satu di antaranya, namun ia tidak mendapat medali juara karena tidak sekali pun tampil di liga.

Fabregas sendiri terus memperkuat Arsenal sampai Barcelona membawanya pulang dengan tebusan £30 juta pada 2011. Karier gelandang Spanyol itu tidak terlalu berkembang di Barca sehingga ia memutuskan kembali ke Inggris. Sayang, ia tidak pulang ke Arsenal, melainkan memilih bergabung dengan rival sekota, Chelsea, hingga kini.

Published by:

Sejarah Hari Ini (1 Desember): Mula Kisah Legendaris Bill Shankly

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Hari ini merupakan salah satu momen terpenting dalam sejarah Liverpool. Tepat 57 tahun silam, klub Kota Pelabuhan itu melakukan satu keputusan yang pada akhirnya mengubah status mereka selama-lamanya. Satu keputusan sederhana dengan menunjuk pria mungil asal Skotlandia, Bill Shankly, untuk jadi manajernya.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Liverpool saat ini dikenal sebagai salah satu klub tersukses di Inggris dan Eropa. Mereka punya begitu banyak pendukung yang tersebar di seluruh dunia. Namun bila kita memutar waktu ke belakang pada periode 1950-an, segalanya sungguh berbeda.

Liverpool kala itu hanya dikenal sebagai klub medioker belaka. Meski punya koleksi lima gelar Divisi Satu Inggris, prestasi tetangga Everton ini di jagad sepakbola Negeri Ratu Elizabeth sangat inkonsisten. Mereka bahkan bolak-balik terdegradasi dari divisi satu.

Kemudian pada 1 Desember 1959 manajemen Liverpool menunjuk eks manajer Huddersfield Town, Bill Shankly, guna mengisi kekosongan kursi manajer, yang baru saja ditinggal Phil Taylor.

Pada momen tersebut semua pihak di Liverpool tengah diselimuti rasa frustrasi, karena sudah mendekam di divisi dua hingga lima musim lamanya. Shankly lantas tiba di markas klub dan memulai petualangannya dua pekan berselang.

Butuh dua musim buat Shankly untuk membawa Liverpool promosi ke divisi satu, tepatnya pada musim 1961/62. Di titik itulah Shankly perlahan mengubah wujud Si Merah menjadi tim yang ditakuti baik di Inggris hingga Eropa.

Sepuluh trofi lanjutan secara fantastis dipersembahkannya, meliputi tiga gelar juara divisi satu Inggris, sepasang Piala FA, tiga Charity Shield, hingga satu Piala UEFA sebagai pencapaian tertinggi.

Shankly kemudian pensiun dari Liverpool dan dunia sepakbola pada 12 Juli 1974, di usia 60 tahun. Ia meninggalkan warisan tim, yang dalam perjalanannya mampu meraih seluruh gelar bergengsi sepakbola.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Tiga tahun sebelum resmi jadi manajer Liverpool, Shankly sejatinya nyaris saja menjabat lebih cepat. Kala itu dirinya yang masih jadi pelatih Carlisle United menerima undangan untuk datang ke markas Liverpool, di Melwood.

Namun Shankly urung mengarsiteki Liverpool. Ia lebih memilih bertahan di Carlisle dan akhirnya pindah ke Grimsby Town. Penyesalan pun sempat diungkapkan sang legenda.

“Saya baru berusia 36 tahun waktu itu. Saya belum lama pensiun sebagai pemain dan saya masih muda sehat dan ambisius. Liverpool masih berlaga di Divisi Satu. Mereka kesulitan, tapi ada banyak pemain muda di sana. Seharusnya saya bisa memulai pekerjaan saya delapan tahun lebih awal! Ya Tuhan, apa yang bisa saya lakukan untuk Liverpool saat itu!” kisah Shankly.

Published by:

Sejarah Hari Ini (30 November): Empat Assists Victor Obinna

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

30 November 2010 merupakan harinya Victor Obinna. Di tanggal tersebut, penyerang yang waktu itu memperkuat West Ham United ini mengukir empat assists untuk membantu timnya mempermak Manchester United arahan Sir Alex Ferguson dengan skor telak 4-0 di babak perempat-final Piala Liga Inggris.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Keberhasilan itu membuat The Hammers lolos ke semi-final Piala Liga untuk kali pertama sejak 1989/90 silam, di mana waktu itu klub asal London tersebut masih berstatus sebagai tim penghuni Divisi 2.

Adapun empat assists yang dibukukan Obinna tersebut membuat namanya melambung, namun ia yang berstatus pinjaman dari Inter Milan selama semusim pada akhirnya tidak mampu mendapatkan kontrak permanen.

Meski lolos ke semi-final, pasukan Avram Grant gagal menembus partai puncak lantaran kalah 4-3 secara agregat dari Birmingham City, yang kemudian keluar sebagai juara setelah mengalahkan Arsenal lewat skor 2-1 di final yang digelar di Wembley pada 27 Februari 2011.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Dalam laga ini, United yang masih diarsiteki Sir Alex terpaksa takluk dan tertinggal dua bola di babak pertama setelah Jonathan Spector, yang merupakan mantan pemain Setan Merah, menjebol gawang kawalan Tomasz Kuszczak.

Gol pertama bek internasional Amerika Serikat itu dicetak melalui sundulan kepala di menit ke-22 memanfaatkan kiriman umpan Obinna, yang tak lama kemudian memberikan sodoran untuk memudahkan Spector mencetak gol keduanya 15 menit berselang.

Malam itu benar-benar menjadi milik West Ham dan Obinna, sebagaimana penyerang asal Nigeria itu kembali memberi assists untuk membantu Carlton Cole menaklukkan Kuszczak sebanyak dua kali di pertengahan babak kedua.

United yang bertindak sebagai tamu memang pantas kalah di pertandingan tersebut karena permainan mereka jauh di bawah standar, selagi West Ham sangat berhak dengan kemenangannya.

DATA & FAKTA PERTANDINGAN:

West Ham United 4-0 Manchester United | Perempat-Final Piala Liga Inggris 2010/11

Pencetak gol: Spector 22′, 37′, Cole 56′, 66′

Tanggal: 30 November 2010 | Stadion: Upton Park | Penonton: 33.551 |

Wasit: Mark Clattenburg

Susunan Pemain:

West Ham United: Green, Ben Haim, Tomkins (Reid 74′), Upson, Spector, Faubert, Barrera (Hines 76′), Boa Morte, Kovac, Cole (Stanislas 89′), Obinna.

Manchester United: Kuszczak, Smalling, Fabio (Rafael 65′), O’Shea, Evans (Brown 72′), Anderson, Giggs, Fletcher, Chicharito, Obertan, Bebe (Macheda 46′).

Published by:

Sejarah Hari Ini (29 November): Petaka El Clasico Perdana Jose Mourinho

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Pada 29 November 2010 Jose Mourinho melakoni debutnya di laga besar yang mempertemukan dua klub raksasa Spanyol Real Madrid dan Barcelona.

Laga yang biasa disebut sebagai El Clasico itu menjadi bencana bagi Mourinho. Menjalani musim pertamanya di Madrid ia harus mengalami kekalahan terburuk sepanjang kariernya.

Tim asuhan Mourinho, Real Madrid, takluk 5-0 dari rival abadi mereka Barcelona.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Setelah sempat menjadi penerjemah Sir Bobby Robson pada 1996/97 dan asisten pelatih Louis van Gaal di Barcelona pada musim 1997/98-1999/00, Mourinho kembali ke Camp Nou sebagai pelatih klub rival mereka, Real Madrid.

Mourinho tiba di Real Madrid pada musim 2010/2011, di musim sebelumnya ia sukses meraih treble (Juara Serie A Italia, Liga Champions, dan Coppa italia) bersama Inter.

Mourinho sukses menyingkirkan Barcelona asuhan Pep Guardiola di semifinal Liga Champions musim 2009/10. Cara pelatih asal Portugal tersebut merayakan kesuksesan itu di Camp Nou dianggap berlebihan dan membuat pendukung dan pemain Barca marah.

Tiba di Madrid sebagai pelatih juara, Mourinho dapat mengawali musim dengan baik. Mantan pelatih Chelsea itu membawa Madrid tak terkalahkan dalam 12 laga di La Liga dan meraih tujuh kemenangan beruntun sebelum akhirnya bertemu kembali dengan Barcelona asuhan Guardiola, dan kali ini tim asuhan Mourinho takluk lima gol tanpa balas di hadapan hampir 100.000 penonton yang hadir di Camp Nou.

Di babak pertama Madrid tertinggal dua gol. Gol Xavi Hernandez dan Pedro Rodriguez membuat Barca memimpin.

Di babak kedua laga berjalan semakin buruk bagi Madrid. Laga keras yang diwarnai lima kartu kuning untuk para pemain Barca, serta sembilan kartu kuning dan satu kartu merah bagi Madrid itu semakin didominasi tim tuan rumah.

David Villa sukses mencetak dua gol dalam rentang waktu tiga menit, dan kemenangan besar Barca ditutup oleh gol Jeffren pada menit 90+1′.

Usai laga Mourinho tak dapat menutupi kekecewaan setelah mengalami kekalahan terburuk dalam kariernya itu.

“Ini adalah pertama kalinya saya kalah 5-0. Ini catatan bersejarah yang buruk bagi kami. Ini bukan sebuah penghinaan tapi saya sangat kecewa. Sangat menyedihkan buat kami,” ujar Mou usai laga seperti dikutip dari The Guardian.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Di akhir musim Mourinho harus merelakan gelar juara La Liga, mereka menempati peringkat kedua, tertinggal empat poin dari sang juara Barcelona. Los Blancos juga harus tersingkir di semifinal Liga Champions oleh Barca.

Persaingan dengan Barca di musim tersebut memang sangat sengit. Kedua tim juga bertemu di final Copa del Rey. Di ajang itu Mourinho sukses membawa Madrid keluar sebagai juara.

Mourinho melatih Madrid selama tiga musim. Ia sukses mempersembahkan gelar Copa del Rey (2010/11), La Liga (2011/12), dan Supercopa de España 2012.

Setelah menjalani persaingan sengit di La Liga Spanyol, Mourinho dan Guardiola seakan ditakdirkan untuk selalu terlibat dalam rivalitas sengit, keduanya kembali berhadapan di Liga Primer Inggris.

Pada musim 2016/17 Mourinho melatih Manchester United, sementara Guardiola membesut Manchester City.

DATA & FAKTA PERTANDINGAN:

Barcelona 5-0 Real Madrid | La Liga Spanyol 2010/11 jornada 13

Pencetak gol: (Xavi 10′, Pedro 18′, David Villa 55′ 58′, Jeffren 90+1′)

Tanggal: 29 November 2010 | Stadion: Camp Nou | Penonton: 98.255 | Wasit: Eduardo Iturralde Gonzalez

Susunan Pemain:

Barcelona (4-3-3): Valdes; Alves, Puyol, Pique, Abidal; Busquets, Xavi (Keita 87′), Iniesta; Pedro (Jeffren 87′), Villa (Bojan 76′), Messi.
Cadangan: Pinto, Mascherano, Adriano, Maxwell.

Real Madrid (4-2-3-1): Casillas; Ramos, Pepe, Carvalho, Marcelo (Arbeloa 60′); Xabi Alonso, Khedira; Di Maria, Ozil (L. Diarra 46′), Ronaldo; Benzema.
Cadangan: Dudek, Albiol, Higuain, M. Diarra, Pedro Leon.

Published by:

Sejarah Hari Ini (25 November): Lionel Messi Pecahkan Rekor Raul Gonzalez

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

25 November 2014 menjadi tanggal istimewa buat Lionel Messi. Di hari tersebut, megabintang Barcelona itu sukses melampaui rekor gol milik legenda Real Madrid Raul Gonzalez di ajang Liga Champions.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Hat-trick yang dicetak Messi malam itu ke gawang APOEL Nicosia dalam kemenangan 4-0 Barcelona di Siprus sukses membuatnya menembus 74 gol dalam sejarah kompetisi elite Eropa.

Sebelum pertandingan di Grup F itu dimainkan, Messi sejatinya setara dengan Raul di angka 71 gol. Akan tetapi, sang Messiah ‘mengamuk’ di markas APOEL dengan ia menjebol gawang Urko Pardo sebanyak tiga kali.

Adapun Messi mampu mencapai 74 gol tersebut hanya dalam 91 penampilan, dan statistik miliknya itu lebih baik ketimbang Raul yang membutuhkan 142 laga untuk mengukir koleksinya.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Itu merupakan rekor kedua yang berhasil ditoreh Messi dalam empat hari terakhir. Sebelumnya, pemain internasional Argentina itu menembus pencapaian 253 gol di kompetisi tertinggi Spanyol lewat hat-trick yang ia kemas ke gawang Sevilla.

Prestasi Messi lantas tak luput dari perhatian manajernya Luis Enrique, yang tak segan memuji kehebatan La Pulga. “Saya akan mengatakannya lagi, dia adalah yang terbaik di dunia ini,” ujarnya waktu itu.

Sementara itu, sang pemain juga menyambut positif ukirannya tersebut, “Saya bahagia untuk memiliki rekor bagus di kompetisi yang penting ini,” katanya seusai laga.

Di pertandingan itu, baik APOEL dan Barcelona sama-sama harus mengakhiri duel dengan 10 pemain menyusul pengusiran yang menimpa Leme Amorim dan Rafinha.

Di akhir musim tersebut, Barcelona keluar sebagai juara untuk kali kelima setelah mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 di final yang digelar di Berlin.

Untuk saat ini, topskor sepanjang masa di Liga Champions masih dipegang oleh Cristiano Ronaldo yang sukses membukukan 95 gol dari 132 penampilan. Sedangkan Messi hanya tertinggal tiga gol dengan ia baru bermain sebanyak 110 kali di pentas terakbar klub-klub elite Benua Biru.

Published by:

Sejarah Hari Ini (24 November): Gol Ke-100 Fabrizio Miccoli Di Serie A Italia

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Pada 24 November 2012 Fabrizio Miccoli sukses mencetak gol ke-100 di Serie A Italia. Mantan pemain Juventus itu mencetak satu gol untuk Palermo saat timnya menang 3-1 atas Catania dalam laga Derby di Sicilia.

Miccoli tercatat sebagai pemain yang mampu mencetak 100 gol di Serie A setelah sukses menjebol gawang Catania saat laga yang berlangsung di Renzo Barbera itu memasuki menit ke-10.

Tendangan keras Miccoli yang berada sedikit luar kotak penalti mengarah ke pojok kanan atas gawang tak mampu diantasipasi oleh kiper Catania Mariano Andujar. Dua gol lain Palermo di cetak Josip Ilicic, sementara gol balasan Catania dicetak Francesco Lodi.

MOMEN INI PENTING KARENA…

Mencetak 100 gol di Serie A Italia tentu pencapaian yang hebat bagi seorang penyerang. Catatan gol tersebut membuatnya berada di jajaran penyerang top yang mampu mencetak 100 gol di Serie A beberapa di antaranya adalah Oliver Bierhoff (103 gol), Christian Vieri (142), Filippo Inzaghi (156), hingga Alessandro Del Piero (188).

Miccoli pun sempat menyatakan mencetak gol ke-100 di Serie A adalah pencapaian yang sangat hebat. “Seratus gol akan menjadi pencapaian besar bagi saya,” ujar Miccoli kepada Sky Sport Italia pada 2012 lalu.

Di awal kariernya Miccoli digadang-gadang bisa menjadi penerus Alessandro Del Piero oleh media-media Italia. Pada awal musim 2002/03 Juventus yang kala itu masih dilatih Marcelo Lippi pun memutuskan untuk merekrutnya dari klub Serie B Ternana, namun langsung dipinjamkan ke Perugia.

Di Perugia Miccoli mampu menunjukkan performa bagus. Ia menjadi top scorer Coppa Italia 2002/03 dengan raihan lima gol dan sukses membawa timnya melaju hingga babak semi-final.

Miccoli kembali ke Juventus pada musim 2003/04. Di musim tersebut Miccoli mampu mencetak 10 gol dan tiga assist dalam 38 penampilannya di semua kompetisi bersama Juve.

Namun pada musim 2004/05 Miccoli tak masuk dalam rencana pelatih baru Juve saat itu Fabio Capello. Penyerang yang memiliki tinggi badan 168 cm itu kemudian dilepas ke Fiorentina, Juventus sepakat untuk membagi kepemilikan atas Miccoli. Bersama La Viola ia sukses mencetak 12 gol di Serie A pada musim tersebut.

Setelah semusim membela Fiorentina Miccoli kembali ke Juventus namun langsung dipinjamkan ke klub raksasa Portugal Benfica. Selama dua musim di Portugal Miccoli sukses mempersembahkan gelar Piala Super Portugal 2006.

Miccoli kemudian kembali ke Italia untuk bergabung bersama Palermo pada musim 2007/08. Di klub tersebut ia mulai memiliki karier yang lebih stabil dan menunjukkan ketajamannya. Dalam enam musim membela Palermo Miccoli mencetak 81 gol dan 49 assist dalam 179 penampilannya.

Setelah membela Palermo Miccoli pindah ke Lecce, klub idola masa kecilnya, dan bermain di sana pada 2013 hingga 2015 untuk berlaga di Lega Pro (kompetisi kasta ketiga Liga Italia). Setelah itu ia kemudian berpetualang ke Malta bergabung dengan Birkirkara.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Pada 16 Desember 2015 Fabrizio Miccoli mengumumkan pensiun dari dunia sepakbola profesional di usia 36 tahun.

Saat pensiun Miccoli tercatat dalam jajaran penyerang top yang mampu mencetak 100 gol di Serie A. Ia mampu mencetak 103 gol dalam 259 penampilannya di kompetisi teratas di Italia tersebut. Ia mencetak sembilan gol untuk Perugia, delapan untuk Juventus, 12 gol bersama Fiorentina, dan 74 gol saat berseragam Palermo.

Total perolehan gol Miccoli di Serie A sama dengan torehan Sergio Clerici, Adrian Mutu, dan Oliver Bierhoff.

Miccoli juga sempat membela timnas Italia. Ia tampil dalam 10 laga dan mencetak dua gol untuk tim Azzurri.

Miccoli melakoni debut untuk timnas Italia pada 12 Februari 2003 di laga uji coba kontra Portugal yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Italia.

Di laga itu ia bukan satu-satunya pemain yang melakoni debut untuk di timnas senior Italia yang kala itu dilatih Giovanni Trapattoni. Pemain lain yang juga mencatatkan penampilan pertamanya untuk timnas Italia di laga tersebut adalah Mauro Camoranesi dan Bernardo Corradi.

DATA & FAKTA PERTANDINGAN

Palermo 3-1 Catania | Serie A Italia

Pencetak gol: (F. Miccoli 10′, J. Ilicic 49′, 60′; F. Lodi 71′)

Tanggal: 24 November 2012 | Stadion: Renzo Barbera, Palermo | Penonton: 20.969 | Wasit: A. Romero.

Susunan Pemain

Palermo: Benussi; Munoz, Donati, Von Bergen (Pisano 75′); Morganella, Arevalo Rios, Kurtic, Garcia; Ilicic, Brienza (Viola 86′); Miccoli (Dybala 66′).

Catania: Andujar; Alvarez, Legrottaglie, Spolli (Capuano 86′), Marchese; Izco (Castro 44′), Lodi, Almiron; Barrientos, Morimoto (Doukara 64′), Gomez.

Published by:

Pesepakbola Nigeria Bersepeda 100 km dengan Bola di Kepala

Sebuah aksi unik dilakukan pesepakbola Nigeria bernama Harrison Chinedu baru-baru ini, yakni bersepeda sejauh 103,6 kilometer dengan menyeimbangkan bola sepak di atas kepalanya.

Aksi Chinedu ini bisa memecahkan rekor dunia Guinness untuk jarak terjauh bersepeda dengan bola di kepala. Butuh sekitar 90 hari bagi otoritas rekor dunia Guinness untuk melakukan verifikasi dan mengkonfirmasi hasil dari pemecahan rekor ini.

Chinedu yang pernah bermain sepakbola profesional di Kamboja menyatakan bahwa ia menemukan ketrampilan uniknya ini ketika menjadi pesepakbola profesional selama 10 tahun.

“Motivasi terbesar saya adalah menunjukkan bakat yang diberikan Tuhan kepada dunia dan mengajak para pemuda untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya ,” ujar Chinedu kepada CNN.

Chinedu menjelaskan bahwa tantangan terbesar dari aksinya ini adalah ketika melewati jembatan Eko, satu dari tiga jembatan yang menghubungkan Lagos daratan dengan Lagos kepulauan. Jembatan ini memiliki panjang 3,43 kilometer. Chinedu mengaku sulit menyeimbangkan bola di kepalanya dengan kecepatan angin yang cukup tinggi di jembatan tersebut.

Pada Maret 2016 lalu, Chinedu memecahkan rekor dunia Guinness untuk aksi berjalan kaki sejauh 48.08 kilometer selama 6 jam 15 menit dengan bola di kepala. Rekor ini sebelumnya dipegang tentara India bernama Naib Singh.

Luar biasa!

Published by:

Sejarah Hari Ini (22 November): Kemenangan Perdana Sir Alex Ferguson

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Sir Alex Ferguson meraup kemenangan pertamanya sebagai manajer Manchester United tepat hari ini, 30 tahun yang lalu, menghadapi Queens Park Rangers, ketika kisah awal pria Skotlandia ini ditunjuk untuk menahkodai The Red Devils, menggantikan pelatih sebelumnya, Ron Atkinson, yang dipecat.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Fergie, demikian sapaan akrabnya, membawa tugas berat di tahun pertamanya megomandoi Manchester Merah. Dia harus mendapati tim berada di posisi dua terbawah ketika dia pertama kali menginjakkan kaki di Old Trafford.

Setelah menjalani dua laga pertama dalam debutnya dengan hasil yang kurang memuaskan – kalah dari Oxford United 2-0, disusul bermain imbang tanpa gol dengan tim promosi saat itu, Norwich City – Fergie akhirnya merengkuh tripoin perdananya dengan menumbangkan QPR, 1-0.

Seiring berjalannya waktu, performa United terus membaik. Pemain-pemain yang dikenal pembangkang dan tukang minum seperti Norman Whiteside, Paul McGrath dan Bryan Robson dibinanya menjadi pemain yang jauh lebih disiplin.

Bisa dikatakan, ini adalah musim recovery bagi The Red Devils. Setidaknya, kedatangan Fergie di musim 1986/87 mendongkrak posisi tim dari semula berada di jurang degradasi kemudian finis di peringkat ke-11.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Dalam perjalanan historisnya selama 27 tahun mengabdi bagi United, Fergie merupakan manajer tersukses sepanjang sejarah Setan Merah dan Liga Primer Inggris dengan mampu mempersembahkan 13 gelar liga, lima Piala FA, empat Piala Liga, dua Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub, lalu semakin disempurnakan dengan rengkuhan seabrek penghargaan individual.

Published by: