Category Archives: Serba Serbi

Sejarah Hari Ini (21 November): Dampak Runtuhnya Tembok Berlin

Runtuhnya Tembok Berlin tidak hanya memengaruhi Jerman secara politik. Dalam hal sepakbola, hancurnya batas ideologi tersebut bahkan memberikan dampak positif, yakni bergabungnya asosiasi sepakbola Jerman Barat dan Timur.

Didirikan pada 1900, Deutscher Fußball-Bund (DFB) dibubarkan setelah Perang Dunia II. Setengah abad kemudian, barulah mereka berdiri kembali sebagai asosiasi sepakbola Jerman Barta. Jerman Timur membentuk asosiasinya sendiri, yakni Deutscher Fußball-Verband der DDR (DFV).

Dua negara tersebut menggelar kompetisi sepakbola masing-masing dan bersaing secara independen di level internasional. Jerman Barat tentu lebih berprestasi. Mereka memenangkan Piala Dunia 1954, 1974, dan 1990. Jerman Timur hanya memenangkan satu medali emas Olimpiade 1976.

Jurgen Klinsmann, salah satu bintang Jerman Barat yang menjadi saksi bersatunya dua asosiasi sepakbola.

Keduanya baru merencanakan reuni pada 3 Oktober 1990, hampir setahun setelah runtuhnya tembok Berlin. Pada 20 November, DFV resmi dibubarkan dan kendali sepakbola Jerman diserahkan pada DFB.

DFB menggelar pertemuan sehari setelahnya dan sepakat untuk menerima bekas teritori DFV sebagai bagian baru dari asosiasi. Klub-klub dari Jerman Timur bergabung ke Bundesliga, dua di antaranya – Hansa Rostock dan Dynamo Dresdon – bergabung ke divisi utama pada 1991/92.

Adapun sejak bergabungnya dua negara tersebut, hanya tim-tim dari Jerman Barat yang memenangkan Bundesliga atau Piala Jerman.

Published by:

Sejarah Hari Ini (17 November): Debut Antonio Conte Di Juventus

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Hari ini, 25 tahun silam, menjadi awal mula kisah Antonio Conte merajut romantismenya dengan Juventus. Didatangkan oleh manajer Bianconerri saat itu, Giovanni Trapattoni, dari Lecce sebagai klub yang memprakarsai pengorbitan sang gelandang sentral, Conte menjalani debut dengan seragam Putih-Hitam di usia 21 tahun menghadapi sang rival sekota, Torino.

INI MOMEN PENTING KARENA …

Sejak melakoni debut itu, pria Italia yang kini berusia 47 tahun itu rupanya mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan laju Juve. Performanya yang konsisten, etos kerjanya yang luar biasa, punya jiwa kepemimpinan, gigih saat tampil di lapangan serta menjadi figur nan penting di mata fans, membuat dirinya didaulat menjadi kapten pada 1996 di bawah komando pelatih Marcello Lippi.

Tak tanggung-tanggung, Conte diamanahi peran pemimpin di lapangan dengan menggantikan sosok ikonik yang memegang ban kapten sebelumnya, yakni Gianluca Vialli, yang memastikan angkat kaki dari Turin.

Conte berhasil mempersembahkan bagi Juve lima Scudetto, Coppa Italia 1994/95, Piala UEFA 1992/93, Liga Champions 1995/96, juga gelar-gelar bergengsi macam empat Supercoppa Italiana, Piala Super UEFA 1996, Piala Interkontinental 1996 dan Piala Intertoto UEFA 1999.

Dalam kurun 13 musimnya bersama Si Nyonya Tua, Conte mengemas 418 penampilan dengan mencatatkan 43 gol di seluruh kompetisi.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Setelah pensiun menjadi pemain profesional, Conte merambah dunia manajerial dengan dimulai menjadi asisten pelatih Arezzo bersama Luigi Di Canio pada musim 2005/06. Bari, Atalanta dan Siena kemudian menjadi klub yang memberikan kesempatan pada Conte untuk unjuk kebolehannya meracik strategi sebagai pelatih kepala sebelum dia pulang ke Juventus untuk menggeser Luigi Del Neri di kursi arsitek utama pada 2011 silam.

Kepulangan Conte ke Juve bagai mukjizat karena dia dalam perjalanannya mampu mengembalikan supremasi raksasa Italia ini yang sempat tenggelam pascaskandal Calciopoli. Dalam rentang tiga musimnya bersama Bianconerri, Conte tak pernah absen memberikan Scudetto bagi klub kesayangannya ini sebelum pada April 2014, dia ditunjuk untuk melatih timnas Italia.

Kini, Conte sedang berjuang mengembalikan kejayaan Chelsea, yang menunjuknya sebagai suksesor Jose Mourinho pada musim panas kemarin.

Published by:

Jelang Derby Madrid, Pemain Saling Saling Ejek Santai di Timnas Spanyol

Dalam sesi latihan terakhir timnas Spanyol, ada sedikit banter yang melibatkan para penggawa Real Madrid dan Atletico Madrid. Sebagai catatan, kedua tim akan bertanding dalam Derby Madrileno pada akhir pekan nanti.

Dalam latihan itu, Koke menjadi satu-satunya wakil Atletico. Sementara Real Madrid diwakili oleh Alvaro Morata, Isco, Nacho Fernandez dan Lucas Vazquez. Dua penggawa Manchester United, Juan Mata dan Ander Herrera juga ikut di sana.

Setelah melakukan umpan buruk, Koke berucap: “Apa yang sudah kulakukan?” Isco kemudian mencoba menghibur: “Aku yakin kami tak akan mencoba umpan seperti itu di derby nanti.”

Namun Nacho mencoba memanfaatkan kesempatan itu untuk sedikit psy war. “Dalam derby nanti, aku yakin kami akan melakukan lebih banyak umpan yang buruk,” cetus Nacho.

Jawaban Koke kepada Nacho enteng saja. “Yeah tentu saja, tapi setidaknya aku akan bermain di derby.” Nacho nampaknya tersinggung dengan ucapan itu karena ia memang lebih sering menjadi cadangan di Madrid.

Kesal, Nacho kemudian melepas umpan yang terlalu keras kepada Koke. Koke pun berucap dengan sedikit tawa: “Sial, sekarang jadi marah kan!?”

Published by:

Sejarah Hari Ini (14 November): Fabio Capello Bobol Gawang Inggris

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Pada 14 November 1973, tim nasional Inggris takluk 1-0 dari Italia di stadion kebanggaan mereka Wembley.

Gol semata wayang Italia itu dicetak oleh Fabio Capello, yang puluhan tahun kemudian ternyata ditakdirkan untuk menjadi pelatih timnas Inggris.

Lima bulan sebelumnya, Capello yang saat itu adalah gelandang yang bermain di klub Juventus juga mencetak gol ketika Italia menaklukkan Inggris 2-0. Kemenangan di laga yang berlangsung di Turin tersebut adalah pertama kalinya Italia mampu mengalahkan Inggris sepanjang sejarah.

MOMEN INI PENTING KARENA…

Sekitar 34 tahun setelah mencetak gol yang membuat timnas Inggris takluk itu, Capello ditunjuk sebagai pelatih The Three Lions.

Capello ditunjuk menjadi pelatih Inggris secara resmi sejak Desember 2007 dengan kesepakatan kontrak berdurasi empat setengah tahun, ia menggantikan Steve McLaren yang gagal membawa Inggris lolos ke Euro 2008.

Mantan pemain AC Milan itu resmi menjalankan tugasnya sejak 7 Januari 2008, ia kemudian melakoni debut sebagai pelatih Inggris pada 6 Februari 2008. Capello sukses meraih kemenangan 2-1 atas Swiss di debutnya memimpin The Three Lions.

Mantan pelatih Real Madrid itu kemudian sukses membawa Inggris lolos ke Piala Dunia 2010. Di turnamen yang berlangsung di Afrika Selatan itu Inggris hanya mampu melangkah hingga babak 16 besar. Pada babak tersebut Inggris takluk 4-1 atas Jerman. Laga itu diwarnai kontroversi gol Frank Lampard yang dianulir oleh wasit.

Capello mengundurkan diri sebagai pelatih timnas Inggris pada 8 Februari 2012, beberapa saat setelah FA mencabut jabatan kapten John Terry. Pencopotan ban kapten itu terkait kasus rasisme bek Chelsea tersebut terhadap bek Queens Park Rangers, Anton Ferdinand.

Mantan pelatih Milan itu mundur setelah melakoni 42 laga bersama timnas Inggris. Capello sukses meraih 28 kemenangan, delapan hasil seri, dan kalah enam kali.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Saat masih menjadi pemain Capello mencatatkan delapan gol untuk timnas Italia dalam karier internasionalnya yang berlangsung hingga 1976.

Pria yang kini telah berusia 70 tahun itu mencatatkan 32 penampilan untuk Italia sejak debutnya pada 1972. Capello juga pernah membela Italia di Piala Dunia 1974.

Sebagai pemain, Capello pernah meraih gelar juara Liga Italia sebanyak empat kali. Tiga bersama Juventus dan satu satu gelar saat memperkuat Milan. Selain itu ia juga pernah menjuarai Coppa Italia dua kali. Masing-masing satu kali saat memperkuat AS Roma dan Milan.

Sementara sebagai pelatih Capello sukses mempersembahkan lebih banyak gelar juara. Di awal kariernya sebagai pelatih ia dipercaya menangani Milan.

Sepanjang periode melatih Milan (1991-1996) Capello sukses mempersembahkan Scudetto sebanyak empat kali, dan satu gelar juara Liga Champions.

Selain bersama Milan Capello juga pernah mempersembahkan gelar juara Serie A Italia untuk Roma pada musim 2000/01. Juventus juga pernah menjuarai Serie A di bawah kepemimpinannya, namun gelar juara pada musim 2004/05 dan 2005/06 itu dicabut karena Juve terlibat skandal pengaturan skor atau calciopoli.

Capello juga pernah mempersembahkan prestasi di luar Italia. Ia sukses mempersembahkan gelar juara Liga Spanyol untuk Real Madrid sebanyak dua kali (1996/97, dan 2006/07) pada dua periode masa kepelatihannya di Santiago Bernabeu.

DATA & FAKTA PERTANDINGAN

Inggris 0-1 Italia | Uji Coba Internasional

Pencetak gol: (F. Capello 87′)

Tanggal: 14 November 1973 | Stadion: Wembley, London | Penonton: 88.000 | Wasit: Marques Lobo (Portugal)

Susunan Pemain

Inggris: Shilton, Madeley, Hughes, Bell, McFarland, Moore, Curie, Channon,Osgood, Clarke (Hector 73′), Peters

Italia: Zoff, Sabadini, Facchetti, Bellugi, Burgnich, Causio, Capello, Chinaglia, Rivera, Riva.

Published by:

Sejarah Hari Ini (11 November): Tragedi Gabriele Sandri

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Hari ini merupakan peringatan atas meninggalnya ultras Lazio, Gabriele Sandri, sembilan tahun lalu. Sandri tewas ketika ingin berangkat menonton pertandingan Lazio kontra Inter. Ironisnya, kematian pemuda Italia itu disebabkan oleh peluru “nyasar” polisi Italia.

Gabriele, 26 tahun, adalah seorang DJ profesional dan sedang dalam perjalanan bersama teman-temannya menuju Milan untuk menyaksikan timnya bertanding. Mereka melewati area Badio al Pino dan di sana terjadi perkelahian dengan suporter Juventus.

Dari seberang jalan, terpisah oleh pagar dan kawat, seorang polisi yang sedang berpatroli menembakkan peluru peringatan. Mereka yang sedang berkelahi langsung saja bubar dan Gabriele melompat ke mobil bersama teman-temannya. Spaccarotella, polisi yang bertugas saat itu, berusaha mengejar Sandri dkk, berhenti, lalu menembakkan pistolnya dua kali – mengenai Sandri tepat di leher dan menewaskannya.

MOMEN INI PENTING KARENA …

Kematian Sandri bukan sekadar menjadi peringatan akan tewasnya seorang fans, melainkan salah satu momen persatuan para ultras. Ultras Italia memiliki hubungan yang kurang baik dengan kepolisian Italia dan momen ini dianggap sebagai bentuk balas dendam polisi. Tentu saja para ultras geram dibuatnya.

Kerusuhan langsung terjadi sehari setelahnya walau beberapa pertandingan Serie A sudah ditunda. Ratusan ultras membuat keributan dengan menyerang barak polisi dan Komite Nasional Olimpiade Italia (CONI). Solidaritas fans sepakbola meledak guna menuntut keadilan atas meninggalnya bagian dari mereka.

Adapun situasi semakin memanas setelah publik menilai Spaccarotella berbuat curang hingga hanya mendapat hukuman enam tahun penjara. Keluarga Sandri marah besar atas keputusan tersebut dan menilai keputusan hakim merugikan mereka. Hal tersebut dicap sebagai ketidak adilan oleh ultras dan kerusuhan kembali meledak. Ultras Lazio menyerang dua kantor kepolisian, termasuk salah satunya di Ponte Milvio, Roma.

Walikota Roma, Gianni Alemanno, menyampaikan ketidakpuasannya pada hukuman tersebut dan mengatakan kejahatan tersebut telah memengaruhi segenap kota. Ia berharap hukuman tersebut ditinjau ulang. Hukumannya pun ditinjau ulang dan pada Desember 2010, pengadilan Florence menegaskan hukuman enam tahun sekaligus menambahnya menjadi sembilan tahun empat bulan.

Pengadilan menyatakan, bahkan sekalipun tujuan Spaccarotella adalah menghentikan kendaraan dan pengendaranya sebelum melarikan diri, ia mengambil risiko besar dengan menembak mobil. Hasilnya adalah kematian Sandri dan kejadian ini tidak bisa disebut sebagai “murni kebetulan”.

HAL LAIN YANG PERLU ANDA KETAHUI

Ingatan akan Gabbo tetap hidup dalam graffiti. Ia bahkan kembali dikenang dalam final Liga Champions yang melibatkan Manchester United dan Lazio. Fans memasang poster besar di salah satu sudut tribun. Para pemain mengenakan kaos “Gabbo” di balik seragam mereka. Walau Gabbo merupakan seorang fans Lazio, kepergiannya juga dikenang oleh tim rival, AS Roma. Dalam laga Lazio kontra Roma, salah satu banner dari fans Roma menyatakan belasungkawa atas kepergian Gabbo.

Published by:

Sejarah Hari Ini (10 November): Hat-Trick Andrei Kanchelskis Benamkan Manchester City

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

10 November 1994 menjadi tanggal yang patut dikenang buat Andrei Kanchelskis. Di hari tersebut, ia sukses menginspirasi Manchester United memenangkan derby Manchester sebagaimana winger asal Rusia itu memborong tiga gol dalam kemenangan 5-0 Setan Merah atas rival sekota Manchester City.

INI MOMEN PENTING KARENA…

Kemenangan ini seolah menjadi pembalasan dari kekalahan telak 5-1 yang diterima United dari City lima tahun sebelumnya, yang mana waktu itu disebut Sir Alex Ferguson sebagai “kekalahan paling memalukan” dalam kariernya.

Adapun tiga gol yang disumbang Kanchelskis membuat sosoknya menjadi andalan Setan Merah, yang kemudian terpaksa kehilangan Eric Cantona pada musim dingin setelah ia kedapatan menendang suporter Crytal Palace.

Kanchelskis yang sejatinya berperan sebagai winger mampu membuktikan diri sebagai sosok protagonis di depan gawang, dengan ia keluar sebagai topskor klub di Liga Primer setelah mengemas 14 gol.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Di pertandingan itu, United mampu unggul cepat di menit ke-24 berkat gol yang dicetak Cantona, sebelum Kanchelskis memperbesarnya beberapa saat jelang turun minum.

Pemain kelahiran Ukraina itu mengemas gol keduanya di hari tersebut saat babak kedua baru berjalan dua menit, dan keunggulan United bertambah besar usai Mark Hughes turut menjebol gawang City kawalan kiper Terry Phelan 23 menit setelahnya.

Sebagai penutup kegemilangannya di hari tersebut, Kanchelskis, yang waktu itu berusia 24 tahun, menyudahi perlawanan tim tamu dengan gol ketiganya saat laga tinggal menyisakan satu menit.

Selama waktunya memperkuat The Red Devils dari 1991 hingga 1995, Kanchelskis sukses menyumbang 28 gol dari 123 penampilan, dengan ia berhasil meraih dua gelar Liga Primer, satu Piala FA, satu Piala Liga, satu Community Shield dan satu Piala Super Eropa.

Di pentas internasional, ia memilih memperkuat Rusia meski lahir di tanah Ukraina dari orang tua asal Lithuania.

Published by:

Tato Aneh Bikin Seluruh Lutut Kiri Messi Kini Jadi Hitam

Lionel Messi menyita perhatian media dalam sesi latihan Argentina di Vespasiano, Minas Gerais jelang melawan tuan rumah Brasil Jumat mendatang.

Menariknya, bukan aksi Messi yang menjadi perhatian, melainkan tato baru di lutut kirinya. Sebelumnya lutut kiri La Pulga sudah dipenuhi tato, namun bintang Barcelona tersebut memutuskan untuk menambahnya lagi.

Menariknya lagi, motif tato yang dipilih Messi terkesan aneh. Ya, mesin gol 29 tahun ini memilih menutup tato lama dengan blok besar berwarna hitam, hanya menyisakan tato nomor 10 dan bola.

Penambahan tato baru ini pun membuat lutut kiri Messi kini jadi terlihat berwarna hitam sepenuhnya, seakan-akan Messi sedang memakai kaus kaki berwarna hitam.

Published by:

Kata Cantona, Messi Sekarang Mirip Justin Bieber

Legenda Manchester United, Eric Cantona, menyebut Lionel Messi sekarang mirip seperti Justin Bieber setelah mengubah warna rambutnya jadi pirang.

Musim panas kemarin, Messi mengejutkan banyak pihak setelah ia tiba-tiba muncul dengan gaya rambut baru. Ia mengecat rambutnya dengan warna blonde alias pirang.
Ia juga membiarkan jambangnya tumbuh lebat. Selain itu, superstar Barcelona tersebut juga membuat tato baru.

Nah, gaya Messi itu akhirnya memancing komentar dari legenda sepakbola Prancis dan United, Cantona. Ia heran dengan gaya pilihan La Pulga dan ia pun menganggapnya mirip dengan bintang pop asal Amerika Serikat, Bieber.

“Apa dengan Lionel Messi? Rambut dicat pirang, janggut merah? Apakah ia menjadi vokalis dari sebuah band sekarang?” ujar Cantona pada Eurosport.

“Ketika ia mendapat tato barunya saya khawatir, tapi ini? Siapa pun yang melakukan itu padanya harus malu. Anda mengubah pahlawan kita menjadi orang menyedihkan seperti Justin Bieber!” ketusnya.

“Dasar tidak tahu malu!”

Published by:

Sejarah Hari Ini (7 November): Tim Antah-Berantah Depak Manchester United

APA MOMEN BERSEJARAH HARI INI?

Sungguh di luar dugaan, saat sepertinya laga ini bakal berakhir pesta gol, nahas, Manchester United polesan Sir Alex Ferguson harus tersingkir secara mencengangkan dari tim antah-berantah Inggris, Southend United, dalam laga Carling Cup, persis hari ini satu dekade silam.

INI MOMEN PENTING KARENA …

Laga ini cukup menyita perhatian setelah 90 menit berlalu mengingat The Red Devils yang jauh di atas kertas lebih diunggulkan, malah dipermalukan oleh tim yang ketika itu berkancah di Championship.

Ironisnya, sesaat sebelum pertandingan ini, United baru saja merayakan 20 tahun karier Ferguson di Old Trafford. Sayang, selebras itu ternoda dengan Setan Merah harus mengakui keunggulan Southend yang memenangkan pertandingan berkat dentuman free-kick dari jarak 30 meter pada babak pertama oleh Freddy Eastwood.

Sang megabintang yang sekarang memperkuat Real Madrid, Cristiano Ronaldo muda, sempat mendapatkan peluang emas yang mestinya bisa berbuah gol. Namun kiper Darry Flahavan membuat dua penyelamatan spektakuler. Termasuk saat ini dia meredam aksi berbahaya John O’Shea.

Southend: Flahavan, Hunt (Francis 14), Prior, Sodje, Hammell, Campbell-Ryce, Clarke, Maher, Gower, Eastwood, Hooper (Lawson 67).
Cadangan yang tak tampil: Wilson, Cole, Moussa.

United: Kuszczak, O’Shea (Lee 75), Brown, Silvestre, Heinze, Ronaldo, David Jones (Shawcross 90), Fletcher, Richardson, Smith (Evra 60), Rooney.
Cadangan yang tak tampil: Heaton, Rose.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI

Kemenangan ini membuat Southend melenggang ke perempat-final. Namun di babak ini langkah mereka terhenti setelah gol semata wayang Jermain Defoe mengangkat Tottenham Spurs menapaki fase semi-final. Pada akhirnya, Chelsea keluar sebagai juara setelah menaklukkan rival London-nya, Arsenal, di partai puncak.

Sementara United pada musim ini mengakhirinya dengan torehan kampiun EPL 2006/07 diikuti dengan torehan Community Shield.

Published by:

Pemain Ini Lamar Asisten Wasit Sebelum Kick-off Pertandingan!

Sebuah kisah menarik di lapangan hijau datang dari kompetisi kasta kelima Slovakia, tepatnya laga yang mempertemukan FK Nizna kontra Tatran Cheblice pekan lalu.

Adalah seorang wanita berprofesi sebagai wasit bernama Petra Lepackova yang menjadi pusat perhatian. Kebetulan dalam laga ini Petra ditugaskan menjadi asisten wasit.

Rupanya, salah satu pemain FK Nizna, Lubomir Vajdecka merupakan kekasih Petra. Sebelum kick-off laga dilakukan, Lubomir membuat heboh dengan tiba-tiba bersujud di depan Petra dan melamar sang kekasih!

Dilansir Fakt, Lubomir bahkan juga membawa cincin untuk proses lamaran ini. Petra pun akhirnya berkata ‘ya’. Sementara wasit dan asisten wasit lainnya seakan tak percaya melihat apa yang terjadi di depan mereka.

Setelah laga usai, Petra mengunggah foto proses lamaran ini di akun Instagram pribadinya. Sayangnya dalam kolom komentar ada beberapa netizen yang menganggap Petra membantu FK Nizna untuk memenangi laga tersebut dengan skor 3-1.

Published by: